Tuan NAHODARAJA_si6kodin
@ Silsilah : MAHARADJA_si6hudon_Tuan NAHODARAJA SIMBOLON #
Senin, 02 Oktober 2017
Rabu, 27 September 2017
hubungan sejarah & legenda :
Tuan NAHODARAJA SIMBOLON_
" Generasi si6hudon "_==
dengan :
Opu DATU PARULAS NAINGGOLAN
&
SIHOTANG HASUGIAN
narasumber......................
SIHOTANG ORANG KAYA TUA (HASUGIAN)
Sihotang Orang Kaya Tua (Hasugian Sitolu Tali) merupakan anak ke-7 dari Raja Sigodang Ulu Sihotang yang pergi meninggalkan Negeri Sihotang (Samosir) bersama dengan abangnya Raja Tunggal dengan membawa serta ibunda tercinta Boru Simbolon, karena dibenci oleh abang-abangnya (Sipardabuan, Sorganimusu, Sitorban Dolok, Sirandos dan Simarsoit). Latar belakang kebencian abang-abangnya karena sebagai anak yang paling kecil, mereka tidak ikut bekerja di ladang dan pergi ke hutan mencari rotan, akan tetapi oleh Raja Sigodang Ulu mereka diajari ilmu kesaktian (hadatuon) dan alat perang berupa ULTOP (didalami oleh Raja Tunggal) dan TALI SOLANG (didalami oleh Orang Kaya Tua). Sehingga oleh kelima abangnya menganggap bahwa orang tuanya pilih kasih kepada keduanya.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan agar hubungan diantara mereka tetap terjalin akhirnya Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua memilih pergi meninggalkan negeri Sihotang, ibunda boru Simbolon dan abang-abangnya. Akan tetapi ibunda boru Simbolon tidak mau ditinggalkan oleh kedua anaknya dan memilih ikut bersama mereka. Akhirnya bersama-sama dengan ibunda boru Simbolon mereka berangkat meninggalkan Negeri Sihotang tanpa sepengetahuan abang-abangnya dengan tujuan yang tidak pasti. Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh dan pakaian mereka pun sudah mulai terkoyak-koyak, akhirnya mereka sampai di suatu dolok yang kemudian dolok itu dinamai Dolok Martimpus. Akibat menempuh perjalanan yang sangat jauh dan melewati hutan dan gunung, akhirnya ibunda boru Simbolon jatuh sakit. Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua berusaha mengobati penyakit ibunya, namun mereka tidak berdaya akhirnya ibunda boru Simbolon meninggal dunia. Kepergian ibunya membuat keduanya sangat sedih, apalagi ibunya meninggal di hutan belantara. setelah ibunya meninggal lalu Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua melanjutkan perjalanan, akan tetapi anehnya setelah mereka berangkat pagi sore harinya mereka selalu kembali ke tempat dimana ibunya meninggal. Mereka pun bingung kenapa bisa seperti itu. Suatu hari mereka mendengar suara burung elang (lali) " hulis, hulis, tutung omakmi, tutung omakmi asa boi boanonmuna abuna i". Mereka bingung dengan suara burung elang tersebut, namun kemudian mereka melaksanakan seperti yang disampaikan burung elang tadi. Kemudian mereka membakar mayat ibunya dan membungkus abunya dan membawanya. Anehnya setelah hal itu dilaksanakan mereka baru bisa melanjutkan perjalanan.
Setelah sekian lama mereka melakukan perjalanan akhirnya mereka sampai ke suatu perladangan (Negeri Pusuk ?) dan di sana ada pondok (sopo). Ketika mereka sampai di tempat itu, hari sudah gelap dan pemilik ladang sudah pulang ke rumahnya. Akhirnya mereka masuk ke pondok dan bermalam di sana. Dan biasanya pemilik ladang selalu menyediakan perbekalan di pondok. Perbekalan itulah yang kemudian mereka santap. Dan ketika menjelang pagi mereka berdua meninggalkan pondok dan pergi ke hutan. Mereka merasa malu dengan pemilik ladang karena mereka tidak berbusana lagi (marsaemara). Namun ketika hari menjelang gelap mereka kembali ke pondok dengan membawa hasil buruannya. Hal itu mereka lakukan beberapa lama. Kejadian itu membuat pemilik ladang dan pondok (boru Sumangge) bingung dan bertanya-tanya, siapa gerangan yang menghabiskan perbekalan dan menaruh daging hasil buruan di pondok?. Kemudian boru Sumangge menceritakan kejadian tersebut kepada Ayahnya Datu Parulas. Ayah boru Sumangge pun bingung mendengar cerita putrinya boru Sumangge.
Suatu hari boru Sumangge berangkat lebih pagi ke ladang, dengan tujuan untuk mengetahui siapa sebenarnya yang selama ini tinggal di pondoknya dan memakan perbekalan serta menaruh hasil buruannya di pondok. Sambil mengendap-endap boru Sumangge mendekati pondok dan mendengar suara manusia dari dalam. Kemudian boru Sumangge bertanya: Ise do hamu na di bagas i? Jolma do manang Begu? (Siapa yang ada di dalam? Manusia apa Hantu?). Mendengar suara boru Sumangge Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua merasa terkejut. Mereka tidak menduga boru Sumangge datang sepagi itu ke pondok. Lalu keduanya menjawab : Jolma do hami, alai ala namarsaemara hami maila hami (Kami manusia akan tetapi karena kami tidak berbusana kami merasa malu). Mendengar itu, boru Sumangge melemparkan kain laman ke dalam pondok. Kemudian Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua melilitkan kain laman itu ke tubuhnya, dan membuka pintu pondok. Mereka lalu menceritakan kisah perjalanan mereka hingga sampai ke tempat itu. Setelah mendengar cerita keduanya, boru Sumangge pun meminta keduanya tetap tinggal di pondok dan boru Sumangge sendiri pulang ke rumah untuk menyampaikan hal itu kepada ayahnya Datu Parulas. Mendengar cerita putrinya, Datu Parulas pun segera menyuruh putrinya boru Sumangge menjumpai Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua sambil membawa pakaian dan mengajak keduanya ke rumah.
Datu Parulas pun sangat senang akan kedatangan Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua. Sebab Datu Parulas merasa yakin bahwa kedua tamunya yang menurut penglihatannya bukan seperti manusia biasa akan dapat membantunya yang pada saat itu sedang berperang melawan Marga Manullang (?) dari Banuarea. Lalu Datu Parulas pun menceritakan permusuhannya dengan marga Manullang (?) dari Banuarea, serta tidak lupa menyampaikan kepada Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua, barang siapa yang dapat membantunya mengalahkan musuhnya maka dia akan dijadikan helanya (menantunya). Keduanya pun menyanggupi membantu Datu Parulas untuk berperang menghadapi musuh, dengan catatan tujuan utama bukan untuk dijadikan hela akan tetapi murni untuk menolong sesama yang dilanda kesusahan. Dengan mengandalkan kesaktian dan peralatan perang ULTOP dan TALI SOLANG, keduanya berhasil mengalahkan musuh Datu Parulas.
Kemenangan Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua disambut gembira oleh Datu Parulas. Dan sesuai dengan janjinya Datu Parulas pun memanggil keduanya dan menyerahkan kepada Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua siapa diantara keduanya yang akan menjadi helanya (menantunya). Karena putri Datu Parulas hanya satu yaitu Boru Sumangge. Keduanya pun bingung dan saling pandang-pandangan. Menurut cerita sifat diantara keduanya berbeda. Raja Tunggal orangnya lebih berani sedangkan Orang Kaya Tua lebih kalem. Kemudian Orang Kaya Tua menyampaikan kepada Raja Tunggal : Kaulah yang jadi helanya. Akan tetapi dalam hatinya Orang Kaya Tua pun ingin menjadi menantu Datu Parulas. Mendengar perkataan Orang Kaya Tua , Raja Tunggal pun setuju. Akhirnya dilangsungkanlah perkawinan antara Raja Tunggal dengan Boru Sumangge putri Datu Parulas. Akan tetapi dalam hati si Orang Kaya Tua ada sedikit kekecawaan, yang kekecewaan itu kemudian dilampiaskan dengan menikahi Tagan Sombereng boru Tinambunan yang merupakan bayo dari si Raja Tunggal.
Setelah Raja Tunggal menikah dengan boru Sumangge, kemudian mereka menetap di Huta Batu bersama-sama dengan si Orang Kaya Tua. Suatu saat boru Sumangge meminta kepada Datu Parulas ayahnya agar mereka diberikan ULOS NA SO RA BURUK (Tano) yang akan menjadi perladangan mereka. Permintaan putrinya pun dikabulkan oleh Datu Parulas karena putrinya hanya meminta ukuran tanah nasa bobak ni horbo. Tetapi ternyata boru Sumangge sangat cerdik, bobak ni horbo tadi diiris tipis-tipis dan ketika diadakan pengukuran ternyata tanah itu sangat luas. Karena sebagian besar wilayah kerajaan Datu Parulas dililiti bobak ni horba yang sudah diris tipis-tipis oleh boru Sumangge. Tanah itu kemudian dikenal dengan PARLILITAN yang artinya yang dililiti oleh kulit kerbau tadi (Parlilitan kemudian menjadi BONA PASOGIT KEDUA keturunan Sigodang Ulu Sihotang setelah Negeri Sihotang di Samosir).
Seperti yang diceritakan di atas, kekecewaan si Orang Kaya Tua atas pernikahan si Raja Tunggal dengan boru Sumangge, dilampiaskan dengan menikahi Tagan Sombereng boru Tinambunan yang merupakan bayo dari si Raja Tunggal.Sebenarnya si Raja Tunggal telah mengingatkan si Orang Kaya Tua bahwa Tagan Sombereng adalah bayo mereka, namun si Orang Kaya tua menjawab : bayom do i dang bayongku i, paribanku do i, ai boru Parna do i (karena ibu mereka adalah boru Simbolon yang juga boru Parna). Si Raja Tunggal berusaha menghalang-halangi perkawinan si Orang Kaya Tua dengan Tagan Sombereng boru Tinambunan, akan tetapi tekad si Orang Kaya Tua sudah bulat dan mengatakan : Molo binsar dope mata ni ari dang boi oraanmu ahu, jolo so binsar pe mata ni ari asa dang saut ahu tu si. (Kalau matahari masih terbit , siapapun tidak boleh melarang saya, akan tetapi kalau matahari sudah tidak terbit lagi, saya pun tidak akan berkeras). Akibat perkawinan si Orang Kaya Tua dengan Tagan Sombereng boru Tinambunan, ada keretakan diantara keduanya, yang kemudian ditengahi oleh boru Sumangge yang bijaksana dengan memberikan tanah ke arah Huta Tinggi kepada si Orang Kaya Tua. Mengenai Pusaka Ultop kemudian dijadikan si Raja Tunggal sebagai mahar kepada mertuanya, sedangkan Tali Solang dibawa si Orang Kaya Tua ke Huta Tinggi yang kemudian hilang secara gaib masuk ke dalam batu besar di Aek Gaman ketika si Orang Kaya Tua mandi, yang kemudian tempat hilangnya tali solang dinamai Namo Pahat.
Setelah si Orang Kaya Tua menikah dengan Tagan Sombereng boru Tinambunan dan bertempat tinggal di Huta Tinggi, mereka dikarunia 3 orang anak laki-laki, yaitu Orang Kaya Bale, Orang Kaya Penali dan Orang Kaya Muda dan (?) anak perempuan. Ketiga putranya itu masing-masing mendiami dua perkampungan yaitu Orang Kaya Bale dan keturunannya mendiami GAMAN-NAMBADIA, Orang Kaya Penali mendiami ONGGOL_NAPAHORSIK, dan Orang Kaya Muda mendiami NAMOGANA-SITUMEANG, yang selanjutnya dikenal dengan sebutan GAMAN-NAMBADIA, ONGGOL-NAPAHORSIK, NAMOGANA-SITUMEANG SANTIK MULDUKULDUK. Santik muldukulduk merupaka pusakko si Orang Kaya Tua, beruapa Loting (mancis) yang apabila menurut si Orang Kaya Tua ada yang perlu dibicarakan dengan ke-3 putranya hanya menyalakan santik muldukulduk di Huta Tinggi maka ke-3 putranya akan datang dari enam kampung tadi. (sampai sekarang santik muldukulduk tidak diketahui dimana, kalau ada yang mengetahui keberadaannya mohon diinformasikan). Diantara enam perkampungan yang menjadi wilayah keturunan si Orang Kaya Tua, yang sampai tulisan ini dibuat belum diketahui keturunan si Orang Kaya Tua yang dulunya mendiami huta Situmeang dimana kini keberadaannya.
(Diceritakan dan ditulis kembali oleh St. Drs. Robinson Hasugian (Pak Jeremia) Keturunan Raja Onggol, berdomisili di Doloksanggul, Kab. Humbang Hasundutan dengan catatan bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami sangat mengharapkan masukan, saran dan kritik dari siapa pun yang mengetahui sejarah Sihotang Orang Kaya Tua (Hasugian Sitolu Tali) demi penyempurnaan tulisan ini. Atas kekurang sempurnaan tulisan ini kami mohon maaf).
Timothy Hasugian di 11.02
Berbagi
sumber.....
Tuan NAHODARAJA SIMBOLON_
" Generasi si6hudon "_==
dengan :
Opu DATU PARULAS NAINGGOLAN
&
SIHOTANG HASUGIAN
narasumber......................
SIHOTANG ORANG KAYA TUA (HASUGIAN)
Sihotang Orang Kaya Tua (Hasugian Sitolu Tali) merupakan anak ke-7 dari Raja Sigodang Ulu Sihotang yang pergi meninggalkan Negeri Sihotang (Samosir) bersama dengan abangnya Raja Tunggal dengan membawa serta ibunda tercinta Boru Simbolon, karena dibenci oleh abang-abangnya (Sipardabuan, Sorganimusu, Sitorban Dolok, Sirandos dan Simarsoit). Latar belakang kebencian abang-abangnya karena sebagai anak yang paling kecil, mereka tidak ikut bekerja di ladang dan pergi ke hutan mencari rotan, akan tetapi oleh Raja Sigodang Ulu mereka diajari ilmu kesaktian (hadatuon) dan alat perang berupa ULTOP (didalami oleh Raja Tunggal) dan TALI SOLANG (didalami oleh Orang Kaya Tua). Sehingga oleh kelima abangnya menganggap bahwa orang tuanya pilih kasih kepada keduanya.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan agar hubungan diantara mereka tetap terjalin akhirnya Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua memilih pergi meninggalkan negeri Sihotang, ibunda boru Simbolon dan abang-abangnya. Akan tetapi ibunda boru Simbolon tidak mau ditinggalkan oleh kedua anaknya dan memilih ikut bersama mereka. Akhirnya bersama-sama dengan ibunda boru Simbolon mereka berangkat meninggalkan Negeri Sihotang tanpa sepengetahuan abang-abangnya dengan tujuan yang tidak pasti. Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh dan pakaian mereka pun sudah mulai terkoyak-koyak, akhirnya mereka sampai di suatu dolok yang kemudian dolok itu dinamai Dolok Martimpus. Akibat menempuh perjalanan yang sangat jauh dan melewati hutan dan gunung, akhirnya ibunda boru Simbolon jatuh sakit. Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua berusaha mengobati penyakit ibunya, namun mereka tidak berdaya akhirnya ibunda boru Simbolon meninggal dunia. Kepergian ibunya membuat keduanya sangat sedih, apalagi ibunya meninggal di hutan belantara. setelah ibunya meninggal lalu Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua melanjutkan perjalanan, akan tetapi anehnya setelah mereka berangkat pagi sore harinya mereka selalu kembali ke tempat dimana ibunya meninggal. Mereka pun bingung kenapa bisa seperti itu. Suatu hari mereka mendengar suara burung elang (lali) " hulis, hulis, tutung omakmi, tutung omakmi asa boi boanonmuna abuna i". Mereka bingung dengan suara burung elang tersebut, namun kemudian mereka melaksanakan seperti yang disampaikan burung elang tadi. Kemudian mereka membakar mayat ibunya dan membungkus abunya dan membawanya. Anehnya setelah hal itu dilaksanakan mereka baru bisa melanjutkan perjalanan.
Setelah sekian lama mereka melakukan perjalanan akhirnya mereka sampai ke suatu perladangan (Negeri Pusuk ?) dan di sana ada pondok (sopo). Ketika mereka sampai di tempat itu, hari sudah gelap dan pemilik ladang sudah pulang ke rumahnya. Akhirnya mereka masuk ke pondok dan bermalam di sana. Dan biasanya pemilik ladang selalu menyediakan perbekalan di pondok. Perbekalan itulah yang kemudian mereka santap. Dan ketika menjelang pagi mereka berdua meninggalkan pondok dan pergi ke hutan. Mereka merasa malu dengan pemilik ladang karena mereka tidak berbusana lagi (marsaemara). Namun ketika hari menjelang gelap mereka kembali ke pondok dengan membawa hasil buruannya. Hal itu mereka lakukan beberapa lama. Kejadian itu membuat pemilik ladang dan pondok (boru Sumangge) bingung dan bertanya-tanya, siapa gerangan yang menghabiskan perbekalan dan menaruh daging hasil buruan di pondok?. Kemudian boru Sumangge menceritakan kejadian tersebut kepada Ayahnya Datu Parulas. Ayah boru Sumangge pun bingung mendengar cerita putrinya boru Sumangge.
Suatu hari boru Sumangge berangkat lebih pagi ke ladang, dengan tujuan untuk mengetahui siapa sebenarnya yang selama ini tinggal di pondoknya dan memakan perbekalan serta menaruh hasil buruannya di pondok. Sambil mengendap-endap boru Sumangge mendekati pondok dan mendengar suara manusia dari dalam. Kemudian boru Sumangge bertanya: Ise do hamu na di bagas i? Jolma do manang Begu? (Siapa yang ada di dalam? Manusia apa Hantu?). Mendengar suara boru Sumangge Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua merasa terkejut. Mereka tidak menduga boru Sumangge datang sepagi itu ke pondok. Lalu keduanya menjawab : Jolma do hami, alai ala namarsaemara hami maila hami (Kami manusia akan tetapi karena kami tidak berbusana kami merasa malu). Mendengar itu, boru Sumangge melemparkan kain laman ke dalam pondok. Kemudian Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua melilitkan kain laman itu ke tubuhnya, dan membuka pintu pondok. Mereka lalu menceritakan kisah perjalanan mereka hingga sampai ke tempat itu. Setelah mendengar cerita keduanya, boru Sumangge pun meminta keduanya tetap tinggal di pondok dan boru Sumangge sendiri pulang ke rumah untuk menyampaikan hal itu kepada ayahnya Datu Parulas. Mendengar cerita putrinya, Datu Parulas pun segera menyuruh putrinya boru Sumangge menjumpai Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua sambil membawa pakaian dan mengajak keduanya ke rumah.
Datu Parulas pun sangat senang akan kedatangan Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua. Sebab Datu Parulas merasa yakin bahwa kedua tamunya yang menurut penglihatannya bukan seperti manusia biasa akan dapat membantunya yang pada saat itu sedang berperang melawan Marga Manullang (?) dari Banuarea. Lalu Datu Parulas pun menceritakan permusuhannya dengan marga Manullang (?) dari Banuarea, serta tidak lupa menyampaikan kepada Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua, barang siapa yang dapat membantunya mengalahkan musuhnya maka dia akan dijadikan helanya (menantunya). Keduanya pun menyanggupi membantu Datu Parulas untuk berperang menghadapi musuh, dengan catatan tujuan utama bukan untuk dijadikan hela akan tetapi murni untuk menolong sesama yang dilanda kesusahan. Dengan mengandalkan kesaktian dan peralatan perang ULTOP dan TALI SOLANG, keduanya berhasil mengalahkan musuh Datu Parulas.
Kemenangan Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua disambut gembira oleh Datu Parulas. Dan sesuai dengan janjinya Datu Parulas pun memanggil keduanya dan menyerahkan kepada Raja Tunggal dan Orang Kaya Tua siapa diantara keduanya yang akan menjadi helanya (menantunya). Karena putri Datu Parulas hanya satu yaitu Boru Sumangge. Keduanya pun bingung dan saling pandang-pandangan. Menurut cerita sifat diantara keduanya berbeda. Raja Tunggal orangnya lebih berani sedangkan Orang Kaya Tua lebih kalem. Kemudian Orang Kaya Tua menyampaikan kepada Raja Tunggal : Kaulah yang jadi helanya. Akan tetapi dalam hatinya Orang Kaya Tua pun ingin menjadi menantu Datu Parulas. Mendengar perkataan Orang Kaya Tua , Raja Tunggal pun setuju. Akhirnya dilangsungkanlah perkawinan antara Raja Tunggal dengan Boru Sumangge putri Datu Parulas. Akan tetapi dalam hati si Orang Kaya Tua ada sedikit kekecawaan, yang kekecewaan itu kemudian dilampiaskan dengan menikahi Tagan Sombereng boru Tinambunan yang merupakan bayo dari si Raja Tunggal.
Setelah Raja Tunggal menikah dengan boru Sumangge, kemudian mereka menetap di Huta Batu bersama-sama dengan si Orang Kaya Tua. Suatu saat boru Sumangge meminta kepada Datu Parulas ayahnya agar mereka diberikan ULOS NA SO RA BURUK (Tano) yang akan menjadi perladangan mereka. Permintaan putrinya pun dikabulkan oleh Datu Parulas karena putrinya hanya meminta ukuran tanah nasa bobak ni horbo. Tetapi ternyata boru Sumangge sangat cerdik, bobak ni horbo tadi diiris tipis-tipis dan ketika diadakan pengukuran ternyata tanah itu sangat luas. Karena sebagian besar wilayah kerajaan Datu Parulas dililiti bobak ni horba yang sudah diris tipis-tipis oleh boru Sumangge. Tanah itu kemudian dikenal dengan PARLILITAN yang artinya yang dililiti oleh kulit kerbau tadi (Parlilitan kemudian menjadi BONA PASOGIT KEDUA keturunan Sigodang Ulu Sihotang setelah Negeri Sihotang di Samosir).
Seperti yang diceritakan di atas, kekecewaan si Orang Kaya Tua atas pernikahan si Raja Tunggal dengan boru Sumangge, dilampiaskan dengan menikahi Tagan Sombereng boru Tinambunan yang merupakan bayo dari si Raja Tunggal.Sebenarnya si Raja Tunggal telah mengingatkan si Orang Kaya Tua bahwa Tagan Sombereng adalah bayo mereka, namun si Orang Kaya tua menjawab : bayom do i dang bayongku i, paribanku do i, ai boru Parna do i (karena ibu mereka adalah boru Simbolon yang juga boru Parna). Si Raja Tunggal berusaha menghalang-halangi perkawinan si Orang Kaya Tua dengan Tagan Sombereng boru Tinambunan, akan tetapi tekad si Orang Kaya Tua sudah bulat dan mengatakan : Molo binsar dope mata ni ari dang boi oraanmu ahu, jolo so binsar pe mata ni ari asa dang saut ahu tu si. (Kalau matahari masih terbit , siapapun tidak boleh melarang saya, akan tetapi kalau matahari sudah tidak terbit lagi, saya pun tidak akan berkeras). Akibat perkawinan si Orang Kaya Tua dengan Tagan Sombereng boru Tinambunan, ada keretakan diantara keduanya, yang kemudian ditengahi oleh boru Sumangge yang bijaksana dengan memberikan tanah ke arah Huta Tinggi kepada si Orang Kaya Tua. Mengenai Pusaka Ultop kemudian dijadikan si Raja Tunggal sebagai mahar kepada mertuanya, sedangkan Tali Solang dibawa si Orang Kaya Tua ke Huta Tinggi yang kemudian hilang secara gaib masuk ke dalam batu besar di Aek Gaman ketika si Orang Kaya Tua mandi, yang kemudian tempat hilangnya tali solang dinamai Namo Pahat.
Setelah si Orang Kaya Tua menikah dengan Tagan Sombereng boru Tinambunan dan bertempat tinggal di Huta Tinggi, mereka dikarunia 3 orang anak laki-laki, yaitu Orang Kaya Bale, Orang Kaya Penali dan Orang Kaya Muda dan (?) anak perempuan. Ketiga putranya itu masing-masing mendiami dua perkampungan yaitu Orang Kaya Bale dan keturunannya mendiami GAMAN-NAMBADIA, Orang Kaya Penali mendiami ONGGOL_NAPAHORSIK, dan Orang Kaya Muda mendiami NAMOGANA-SITUMEANG, yang selanjutnya dikenal dengan sebutan GAMAN-NAMBADIA, ONGGOL-NAPAHORSIK, NAMOGANA-SITUMEANG SANTIK MULDUKULDUK. Santik muldukulduk merupaka pusakko si Orang Kaya Tua, beruapa Loting (mancis) yang apabila menurut si Orang Kaya Tua ada yang perlu dibicarakan dengan ke-3 putranya hanya menyalakan santik muldukulduk di Huta Tinggi maka ke-3 putranya akan datang dari enam kampung tadi. (sampai sekarang santik muldukulduk tidak diketahui dimana, kalau ada yang mengetahui keberadaannya mohon diinformasikan). Diantara enam perkampungan yang menjadi wilayah keturunan si Orang Kaya Tua, yang sampai tulisan ini dibuat belum diketahui keturunan si Orang Kaya Tua yang dulunya mendiami huta Situmeang dimana kini keberadaannya.
(Diceritakan dan ditulis kembali oleh St. Drs. Robinson Hasugian (Pak Jeremia) Keturunan Raja Onggol, berdomisili di Doloksanggul, Kab. Humbang Hasundutan dengan catatan bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami sangat mengharapkan masukan, saran dan kritik dari siapa pun yang mengetahui sejarah Sihotang Orang Kaya Tua (Hasugian Sitolu Tali) demi penyempurnaan tulisan ini. Atas kekurang sempurnaan tulisan ini kami mohon maaf).
Timothy Hasugian di 11.02
Berbagi
sumber.....
Senin, 26 Juni 2017
si RAJA BATAK_& silsilah TUAN NAHODARAJA simbolon :
@_PEDOMAN_#______________
________________________________
¥_SILSILAH:si RADJA BATAK_s/d_ generasi TUAN NAHODARADJA simbolon//_si6HUDON & PUSUK BUHIT~ PULO SAMOSIR• ___________________________________
{versi Hasoloan M simbolon} ___________________________________
[ 1* ]_.... si RADJA BATAK•
[ 2* ]_.....RADJA I SOEMBAON•
_____( RADJA SOEMBA)_____
[ 3* ]_.....TOEAN SORI MANGARADJA•
[ 4* ]_.....DATOE PARNGO-NGO•
(Toean.SORBA DI DJOELOE)=> istri : _______*nai_ambaton*_______
[5*]_...RADJA BOLON•
{ gelar_: RADJA NAIAMBATON}=>*sindar mataniari*
[6*]_...
A•"SIMBOLON TOEA"( gelar suli raja/sulu raja/buha baju raja)
B•"TAMBA TOEA"
C•"SARAGI TOEA"
D•"MUNTE TOEA"
[7*]_...
A_•SIMBOLON TOEA //__soeriraja :
#1.Toean.NAHODARADJA_Simbolon• ( gelar_toenggoel sibisa )•
#2.ALTONG NABEGOE_Simbolon •
#3.PANDE SAHATA_Simbolon •
#4.PANIHAI/TIHARADJA/DJOEARA BOELAN_Simbolon•
B_•SIMBOLON TOEA_/martoea radja :
#SOEHOET NI HOETA_Simbolon• #SIRIMBANG_simbolon•
#RADJA HAPOTAN_simbolon•
[8*]_...
__TOEAN NAHODARADJA__:
A"_ si6HUDON__SIRINTUA DAIRI *
@TAMBUN SIMBOLON;
> TINAMBUNAN #
@TANGGOR SIMBOLON;
> TUMANGGOR #
@MANGARADJA SIMBOLON;
> MAHARADJA #
@#TURUT SIMBOLON;
> TURUTAN#
@#PAYUNG SIMBOLON
> PINAYUNGAN #
@#AMPUDAN SIMBOLON;
> NAHAMPUN#
@##SIMBUYAKBUYAK_simbolon;
> simbuyak = raja PARTUBU#
@>...Nn.LUMANGGO•
@>...Ny.BINTANG MARRIA__istri dari : datu PARULAS PARILTOP NINGGOLAN; •
B"_ PUSUK BUHIT__PULO SAMOSIR* @>...TUAN RADING RAJA NABOLON SIMBOLON•
> tuan RADING#
________________________________
¥_SILSILAH:si RADJA BATAK_s/d_ generasi TUAN NAHODARADJA simbolon//_si6HUDON & PUSUK BUHIT~ PULO SAMOSIR• ___________________________________
{versi Hasoloan M simbolon} ___________________________________
[ 1* ]_.... si RADJA BATAK•
[ 2* ]_.....RADJA I SOEMBAON•
_____( RADJA SOEMBA)_____
[ 3* ]_.....TOEAN SORI MANGARADJA•
[ 4* ]_.....DATOE PARNGO-NGO•
(Toean.SORBA DI DJOELOE)=> istri : _______*nai_ambaton*_______
[5*]_...RADJA BOLON•
{ gelar_: RADJA NAIAMBATON}=>*sindar mataniari*
[6*]_...
A•"SIMBOLON TOEA"( gelar suli raja/sulu raja/buha baju raja)
B•"TAMBA TOEA"
C•"SARAGI TOEA"
D•"MUNTE TOEA"
[7*]_...
A_•SIMBOLON TOEA //__soeriraja :
#1.Toean.NAHODARADJA_Simbolon• ( gelar_toenggoel sibisa )•
#2.ALTONG NABEGOE_Simbolon •
#3.PANDE SAHATA_Simbolon •
#4.PANIHAI/TIHARADJA/DJOEARA BOELAN_Simbolon•
B_•SIMBOLON TOEA_/martoea radja :
#SOEHOET NI HOETA_Simbolon• #SIRIMBANG_simbolon•
#RADJA HAPOTAN_simbolon•
[8*]_...
__TOEAN NAHODARADJA__:
A"_ si6HUDON__SIRINTUA DAIRI *
@TAMBUN SIMBOLON;
> TINAMBUNAN #
@TANGGOR SIMBOLON;
> TUMANGGOR #
@MANGARADJA SIMBOLON;
> MAHARADJA #
@#TURUT SIMBOLON;
> TURUTAN#
@#PAYUNG SIMBOLON
> PINAYUNGAN #
@#AMPUDAN SIMBOLON;
> NAHAMPUN#
@##SIMBUYAKBUYAK_simbolon;
> simbuyak = raja PARTUBU#
@>...Nn.LUMANGGO•
@>...Ny.BINTANG MARRIA__istri dari : datu PARULAS PARILTOP NINGGOLAN; •
B"_ PUSUK BUHIT__PULO SAMOSIR* @>...TUAN RADING RAJA NABOLON SIMBOLON•
> tuan RADING#
Minggu, 11 Juni 2017
_OPU.Datu PARULAS_parultop NAINGGOLAN & Tuan NAHODARAJA_Simbolon/si6HUDON_
@*OP.Datu PARULAS_parultop NAINGGGOLAN#
MENANTU dari TUAN NAHODARAJA_Simbolon***
silssilah_&_turiturian OP.Datu PARULAS bersama istri BINTANG MARRIA_boru SIMBOLON #
narasumber dari :___________
POSTED BY SEKRETARIAT PUSUKBUATONMAHULAE ON 19.21
Sejarah Pardalanan ni Ompunta Datu Parulas Parulop
Na gabe Sahat tu huta Pusuk Kecamatan Parlilitan
Ia anak ni Tuan Mogot Pinaungan dua do:
1. Tanjabau
2. Daru Parulas
Dilaon laon ni ari marbada ma Si Tanjabau dohot anggina Datu Parulas, ia bingkas ni parbadaan nasidai songonon ma :
Ianggo Si Tanjabau rap dohot natorasna dope ibana na padot do ibana mangula ulaonna jala naburju suman songon Amana dohot Inangna sisogot ibana tu balian sibodari mulak tuhuta. Alai ianggo anggina ima si Datu Parulas on sai holan namarguru hadatuon do ibana jala di parguruhon amana do ibana marguru hadatuon jala on do hasian dinatorasna. Ala sohea ibana mangula ulaon sai tar umpudi do ibana laho mangan dilehon natorasna. Dinasadari saimarhusori ma rohani Sitanjabau mar pingkir ma ibana taringot tu angina Datu Parulas on ninna rohana madibagasan, boasa sohea hami rapdohot anggiku mangan si arian? Sai dipikkiri ibana, dinasadari disada tingki mulak ma ibana sian balian tuhuta, dilului ibanama, manang di diado dibahen inangna indahan ni angginai, disigati mahudon indang adong be disi indahan, dung sai dilului ibana jumpangsama diparapara do di baen inangnai, jala di pohul ma indahani di parindahanan songon naotik ma berengon indahani alai nunga tung apala polsit situtu dibahen. Disigati ibanama indahani nunga godang isina jala dibaen ma angka
dengke dohot juhut natabo tu bagasan indahani disi dibereng Sitanjabau songoni manigor hansit ma rohana marnida inangna dohot marnida anggina Datu Parulas. Dung mulak inang na sian balian sibodari dimuruki Sitanjabau ma inangnai ninnama, Tung na sopatut do pambaenan mon inang tuahu songonon ma didok, ia au sai holan na mangula do ulaonku tu balian si sogot sahat tusibotari, suang songoni sibotari sahat tu sisogot do ahu tu balian hape ianggo anggingku Datu Parulas indang hea dohot mangula tu balian, alai sai ibanado naumbutong-butong di bahen ho jala sai ingkauna do natumabo dibahenho. Nasopatut do pambahenanmon tu ahu marnalian doho hape maranak ninna ibana tu inangnai, pola do laho tangan na tu inangnai alani murukna.
Jadi alani sai sogoma rohani Sitanjabau marnida angina Datu Parulas, gabe tubu parbadaan di nasida, ala sai holan na marbadai ibana tu hahanai gabe tubu ma roha ni Datu Parulas maninggalhon natorasna nang dohot hahanai.
Borhat ma ibana sian huta Harian Nainggolan huhutma diboan ibana ultop na jala hundulma ibana dibatu guru na dilambung ni hutai, ianggo na jolo molo di dege dingkan ujungni batugurui, mangihuthon baritai monggaldo batui ai songon na gantung do batu gurui. Hundul ma Datu Parulas disi jala sai marhusori ma rohana naeng tudia ibana laho, tingki na marpingkiri ibana diida ibana ma sada anduhur Tabu songgop di batugurui dungi diultop (tembak) ibana ma anduhur tabui alai indang hona, habangma anduhuri tu bariba ni tao toba jala huhutma dilele ibana lao manembak pidongi, dung sahat ibana tu bariba ni taoi di ultop ibana muse pidongi alai tong dang hona habangma muse anduhur tabu tungkan hasundutan. Sai dilele ibana ma sahat tu tombak (hutan), alai tong-tong habang pidongi dompak hasundutan dung songgop pidong i di ultop ibana ma muse alai tong ndang hona, sai songonima ibana ganup ari ganup borngin sai mangalele anduhur tabui tu tombak longo-longo, laos gabe ditombak i nama ibana marborngin ala nunga bot ari.
Nunga sahat be Datu Parulas on tu tombak longo-longo manang tombak naung limutani disi ma ibana modom didangka ni hau manang di urat-urat Nihau ala naung loja ibana manembak manang marultop anduhur tabui. Ndang ma biar ibana disi alani hadatuonnai. Manogotnai dungo ma ibana ala naung tiur ari, disi hehe ibana dibereng ibana mamuse anduhur tabui laos dibuat ma ultop na jala ditembak ibanama muse alai ndang hona anduhur i laos habang ma muses anduhuri tu toruan ni tombaki. Ianggo sipanganon ni Datu Parulas on angka pidong na asing dohot angka juhut na adong di tombaki, ai namalo do ibana marultop manang martembak alani hadatuonnai songoni ma ibana manang sadia leleng di tombak longo-longoi angka pidong dohot juhut do sipanganon na disi. Alai anggo anduhur tabui ganup hehe ibana sian podoman na didaling ni haui manigor sai dibereng ibana do anduhur tabui laos dibuat ma muse ultop na laho menembak anduhur tabui alai tong do dang hona jala ndang dapot ibana pidongi, laos habang ma muse anduhuri alai sai tong do diihutton ibana. Nunga manang sadia leleng ibana songoni, bot ma ari muse jala marbornginma ibana di tombaki alani nungnga jonok tu huta jala nungnga tarbege tahuak ni manuk sian parbornginannai diboto ibana ma naung jonok ibana tu huta. Alai ianggo anduhur tabui ndang di ida ibana be manang tu dia laho. Gabe sada dalan mai di bahen Ompunta Mula Jadi Nabolon pidong anduhur tabui manogihon ibana jala dalan na asa unang lilu ibana ditombak longo-longoi, dungdi topi ni tombak i ibana dibereng ibana ma adong ma hauma disi jala adong sopo, ia hauma on haumani Tuan Nahodaraja do jala marga Simbolon, ala naung bot ari laos marborngin ma ibana disopoi alai ianggo sipanganon na ima juhut nunga diboan ibana hian sian tombaki. Sogot manongoti dung tiur air hehe ma ibana laos dibuat ma ultopna laho martembak mangalului sipanganon na, alai adong do nungnga ditinggalhon ibana hian juhut disopoi jala digantukkon di para-para atik boha moloro anon pamuro eme tu son asa diboto na adong do jolma marborngin disopona on.
Jala diingot ibana ma podani natua-tua molodapotan marburu halak jala dibolus sian sopoi ianggo adat na ingkon tinggal honon na do juhut na dapoti songon i ma adat na pinungkani ompunta sijolo-jolo tubu.
Dungi laho ma ibana muse masuk tu tombak i naeng martembak manang marultop angka pidong dohot juhut asa adong panganonna muse bodarinai. Manogot nai disuru Tuan Nahoda Raja ma boruna
ima Si Bintang Maria tu hauma lao mamuro eme, lao ma tutu boruni rajai ma muro tu hauma sahat ma ibana tu soponai jala masuk ma ibana tu sopi i, alai dung masuk ibana tu sopoi di ida ibana ma sangkot juhut digantungkon di para-para nisopoi jala songgotma rohana, ise ma ulaning mambahen juhut on? dung di ida ibana namasai mulak ma ibana tuhuta jala mangalu-alu ma ibana tu amana tuan Nahoda Raja ninnama, umbahen natibu ahu mulak ahu amang sian hauma songonondo;
Amang dung sahat ahu nasogot tu sopontai huida hutingkir jala jou-jou do ahu sian sopotai alai ndang adong mangalusi jadi, ninna amanaima songonon doi boru hasian ninna amana mangalusi, ndang pola manang ise i naadong do mamolus parburu sian sopontai jadi toho ma dapotan huroha ido umbahen ditinggalhon juhut i songon i do adatna ninna amana mangalusi. Marsogotnai laho ma muse disuru tuan nahoda raja ma boruna si Bintang Maria mamuro tuhauma tarsonggot situtu marohana, disi sahat ibana tu sopoi diida ibana ma muse gantung juhut di sopoi. Jadi longang situtu ma boru ni raja i marnida namasai ala ndang adong didapot disi manang ise huhut do diberengi humaliang ni sopoi jala dijouhon alai ndang adong diida manang na ise disi.
Ia Datu Parulas on sogot do ibana lao tu tombak i molo nunga buha-buha ijuk pintor ditinggalhon ibana do sopoi laho marultop marburu laho mangalului sipanganonna, mulakma muse boru ni raja i tu huta dipaboa ma namasai tu amana dohot tu inangna, laos didok ma tu boruna si Bintang Maria songon on ma i ito manogot lao ma ito tu hauma i alai arop ma ibana manang ise do jolma na marborngin disi asa diboto ho ninna, alai sogot ma ho tusi da!. Dung manogoti sogot ma boru ni raja i lao tu hauma jala diarop ma nanget-nanget jala sipsip ma ibana mandapothon sopoi di dapot ma tutu adong do jolma disi, jadi dung didapot adong jolma disi ninna boru ni rajai ma mandok, ise do hamuna di sopoi? Mamintor dialusi Datu Parulas parsultop ma ahu doi boru ni raja nami, dung mangkatai nasida disungkun Datu Parulas ma tu boru ni rajai ninna ma, tombak dia do on jala ladang dia do on boru ni raja nami? Dung dibege ibana sungkun-sungkun nai dialusi boru ni raja i ma onma Tombak Simatua jala ladang ni Tuan Nahoda Raja marga Simbolon sian Sionom Hudon ninna dung I disungkun boru ni raja i ma ibana muse ai ise do hamu, siandiado hamu manang lao tudiado hamu, ise ma goarmu? Alai tong ndang masipaidaan dope nasida. Dialusi Datu Parulas ma hata ni boruni rajai songon on, ndang huboto manang sian dia ahu rotuson ai nalilu do ahu sahat tu son huhut ma dipungka muse hadatuonna ninna mangalusi. Ia ahu boruni raja nami namatek-tek sian langit do ahu jala mapultak sian bulu do ahu boruni raja nami ninna ibana; dung dibege buruni rajai hata ni nasian sopoi asima rohana jala serep mangkatai, jala laos didok boru-borui ma tu ibana roma hamu sian sopoi asa tangkas hita mangkatai ninna boru-borui ima mandok, tu na dibagasan sopoi maila do ahu boruni raja nami mandapothon hamu tubalian, ai behama jolma ma nalilu do ahu di tombak longo-longo jala tombak naung limutan on jala nungnga marbulan-bulan ninna ma mangalusi. Ia Datu Parulas on ala naung leleng ibana nadi tombak i nungnga habis be pangkeanna jala nunga marsaemara ibana ala naung leleng situutu ibana di tombak longo-longoi.
Dung Sae pangkataion nasida alai ndang masipaidaan, mulak ma muse boruni rajai tu hutana di paboama namasai tu amana dohot tu inana sude pangkataion nasidai, roma sungkun-sungkun ni amana tu borunai ninnama; Ise ma ibana ninna, lao tudia ibana, manang sian dia ibana jala ise magoarna. Jadi dialusi borunaima amanai dohot inanai tung apala torang do di patorang pangkataion nasida laos dipaboama songon on. Ibana ninna ndang diboto manang siandia rotuson ai nalilu do ibana jala nama dek-dek sian langit namapultak sian bulu do ninna ibana, alai di sungkun do ahu tombak dia magoarni on jala ladang dia jala huta nise jala ibana ndang olo ruar sian bagasan sopo I ai maila ninna ibana mandapothon ahu tu balian. Jadi roma tuan nahodaraja didokma tu borunai: ah namandongkon aha do ibana huroha tu luat on jadi alani i jouma jolo naposo tu son asa dialap ibana jala pinatangkas sude pardalananna manang naeng tu dia ibanan manang siandia ibana manang ise goarna. Dialap boruni rajaima tutu angka naposona tu jabu ni rajai laos didok tu nasida: lahoma jolo hamu mangalap tu hauma adong ninna si Bintang Maria di si sahalak naro sian tombak i na so binoto goarna jala hutana tujuanna pe ndang binoto manang aha, ra namandongkon hadatuon dora ibana ro tu luat on ise ibana asa pinatangkas manang aha do nani ulana manang siandia rotu son, alai boan hamuna pangkeanna, nalilu dora ibana di tombaki ninna rajai tu angka naposona. Ia tuan Nahoda Raja pe tong do datu bolon jala natar barita do hadatuonna tu angka Luat na asing. Molo manganggarhon hadatuondo ibana rotuson asa masi ujian hami dison. Borhat ma nasida dipaborhat tuan nahoda raja marga simbolon tu haumanai asa diboan tu huta ibana jala asa tangkas mangkatai dohot raja i huhut ma ditona-tonai nasida songon on. Unang pola disungkuni hamu be ibana taringot tu pardalananna, alai dok hamu ma asa mangkatai hamu dohot rajai dijabunta taringot tu haroromuna tu son ninna rajai ma tuangka naposonai olo rajanami ninna huhut borhatma angka naposonai. Dung sahat nasida tu hauma didoknasidama tu Datu Parulas parultop songonon, beta hamu ma jolo hita mulak tu hutanami asa pajumpang hamu mangkatai dohot rajai ninna nasida ma tu Daru Parulas. Laos didok Datu Parulas mangalusi nasida olo rajanami diboan ma ultopna laos dipangke ma pangkeanna nabinoan ni angka naposo ni raja i jadi rapa mulak ma nasida tuhuta tu bagas ni rajai dung sahat nasida tu bagas ni rajai didok rajaima tu Datu Parulas, hundul ma hamu di son ninna ma tardingkan halangulu alai roma ibana mandok dison ma ahu rajanami ninna ibana. Dipungka nasida ma mangkatai dohot rajai songon on. Sian dia do hamu ro tuson manang tudia do hamu, ahama ni ulamu tu son huhut ma dialusi ibana ndang huboto rajanami ai nalilu do ahu ditombak on ninna ma mangalusi raja i. Jadi disungkun rajai ma muse ibana ise ma goarmu? Sai diporsan ibana jala sai maol do dialusi hata ni rajai laos didok ma mangalusi ninna ma ia ahu Datu Parulas Parultop do ahu raja nama ninna ma mangalusi. Disi dibege Tuan Nahoda Raja alusna manang boa-boa ni Datu Parulas sude hata nai tung tangkas ma diparrohaon na Datu natarbaritai do hape ibana na ro sian luat na dao lao didok rajai ma tu ibana, hubege sian hatami sude dohot alusmu na datu do ho jala na malo jala natarbarita. Jadi songon on hian adong do parmusuon di ahu nuaeng tu Simsim/Ulu merah halak Pak-Pak dompak habinsaran di balik di Dolok Sompolon molo boi do taluhononmu musungki hu lehon pe di ho borungku na margoar si Bintang Maria ninna ma tu Datu Parulas, jadi ninna Daru Parulas ma mangalusi olo rajanami sai talu ma tutu musu i. Dung dibege jala torang pangkataion nasida sude, mansai las ma rohana. Dung sidung pangkataion nasida i diasah Datu Parulas Parultop ma hadatuonnna ala toho do ibana Datu parutul-utul si siparata naung busuk sipangolu naung mate. Dipungka ma mangasa hadatuonna lao borhat mangalo musu ni Tuan Nahoda Raja rap borhat ma dohot angka naposona mangalo musuna tu Simsim Ulu Merah marga Pakpak. Mardalan ma nasida sian Dolok Sompolon tuat ma nasida mangalo musu i, ro ma Datu Parulas diasa ma hadatuonna dipahabang ma losung dohot andalu patuk-tak. Dilibasi losung dohot andalu ima nasida ndang tartahan musu gabe maporus ma nasida lao mulak. Dung ma porus musu nai, mulak ma nasida tu huta Sionomhudon marlas ni roha jala marpesta nasida ala nang talu musu ni Tuan Nahoda Raja binaen ni Datu Parulas, laos dipasu-pasu ma Datu Parulas dohot boruna si Bintang Maria dipatubegehon ma tu sionom hudon naung gabe helana Datu Parulas Parultop jadi dipasu-pasu ma Datu Parulas dohot si Bintang Maria. Dung adong nasida hira-hira 6 bulan disonduk simatuana dipangidihon nasida ma tu simatuana asa lao nasida maninggalhon sionom hudon naeng mamukka inganan. Dipaborhat Tuan Nahoda Raja dohot inana ma nasida laos borhat ma nasida manuju dompak habinsaran tungkan toruni dolok huta batu laos i ma goarna ala godang do disi batu jala disuan ma disi sada partanda hau piangin disi jala laos maringanan ma nasida disi. Disuan ma muse sada unte di porlakna jala dibaen ibana ma parikni porlak huta Balian. Laos dibaen ma parikna disi, disi ma nasida marlobu. Dung maringanan nasida disi tubu ma anakna 3, sada boruna, laos dibaen ma goar ni gellengna on
1. Tuan Panalingan
2. Mogothualu
3. Tuan Ampir
4. Sumangge (Boru)
Dung leleng nasida maringanan disi, sian i ma ibana marulak-ulak marultop sai diadang-adangi ma sude toru ni doloki dohot nahornop laos ibana ma mambaen goar-goar ni dolok on sude mulai sian dolok huta batu, asa diboto ibana pardalananna sude ganup ari . Lao mulak ibana tu lobuna. Ia goarni dolok on dibaen ibana ma bonana sian dolok huta batu, tungkan udutna dilambungni dolok si
Harnak, dilambungna muse dolok simatabo tar tu baribai ma dolok siharnak, dilangbungna muse tungkan toruan ni dolok simatabo. Dimulai ma muse mambaen goar ni dolok on hombar tu na ni adang-adanganna marbalokkon aek Simonggo dolok Simartimpus, donokkon ni muse Dolok na Jagar ima parbalokan tu Huta ni Simatuana Tuan Nahoda Raja ima Huta Si Onom Hudon , sian i muse marbalokkon Toba dibaen ma goarna dolok Somaila udut ni muuse dolok Nansampang, udutni muse dolok
Sibatuloting udut ni muse dolok Sitanggiang, udut ni muse dolok Sipahutu-hutu udut ni muse dolok
Pinapan parbalokan tu Simanullang udut ni muse dolok Samparungan marbalokkon sude do dibaen ibana margoar dolok on asa unang olo lilu ibana ditombak i. Songon i ma pardalanan ni Datu Parulas Parultop dung ibana maringanan di huta Batu dohot
Parikna huta Balian.
Dinasahali na so panagaman pajumpang ma
ibana dohot siraja tanggal sian paradang-adangan ia si raja tunggal on dohot Datu Parulas on dipaboa nasida ma pardalanna tong ibana naro sian Toba, mangkata-hatai ma nasida nunga masibotoan be nasida tanringot tu hasogion manang parbinotoan ima naboi nasida marultop jala datu parutul-utul datu paratal-atal sipangolu naung mate siparata naung busuk. Jadi alani i gabe marale-ale ma nasida jala jot-jot ma siraja tunggal on ro maningkir-ningkir Datu Parulas tu huta Batu. Molo dapotan juhut si Raja Tunggal on gabe diboan ma tu lobu ni Datu Parulas songon i ma parale-alean nasida. Alanaung jot-jot si Riraja Tunggal on tu Bagas ni Datu Parulas, gabe lomo ma roha ni Siraja Tunggal on mamereng
Boru ni Datu Parulas ima siboru Sumangge naeng buatonna. Tingki mangkata-hatai nasida didok si Raja Tunggal ma naeng olionna siboru Sumangge didok Datuk Parulas ma tu si Raja Tunggal songon on. Boi di lehononku tu ho Borukku siboru Sumangge, alai adong pangidoanku tu ho ninna ma. Jadi ro ma Siraja Tunggal ba aha ma I raja nami paboa ma asa huboto ninna mangalusi, adong do diahu nuaeng hamusuon ai naso patut naso adat nabinaen ni Simanullang tu ahu. Rodi nuaeng
Simanullang maringanan di toru ni dolok Somalia naeng gabe maringanan disi, molo boi do ho palaohononi asa ditinggalhon hutai balele ma jolo nasida sian i. Ido sidohononku tu ho ale Raja Tunggal. Jadi ro ma si Raja Tunggal ianggo ido pangidoanmu ale raja nami boi do i nadenggan mai ninna mangalusi Datu Parulas, jadi tutu ma diasa si Raja Tunggal ma hadatuonna olat ni dia leleonku raja nami jadi di alusi Datu Parulas ma ingkon tarlombang. Dibaen hadatuonna ni Siraja Tunggal
tutu dipahabang ma andalu dohot losung. Mangalele musunai maporus ma nasida ala so boi be aloonna Siraja Tunggali. Jadi ro ma muse hata ni si Raja Tunggal olat ni dia dope leleonku, dialusi Datu Parulas ma ingkon tarlombang sahat ma tu lombang i dilele muse ima na gabe parbalohan lombang i sahat tu nuaeng. Dung lao maporus musunai marlas ni roha ma nasida jala saja saut ma tutu dipasaut sangkap ni si Raja Tunggal dipasu-pasu ma, borunai ima boru Sumanggge. Dung dipasu-pasu nasida ditinggalhon Datu Parulas ma si Raja Tunggal disi, gabe lao ma Datu Parulas mamungka lobu di Dolok Somaila laos disi ma nasida maringanan, dung maringanan nasida di toru di dolok Somaila ro ma siboru Sumangge mardalani tu huta i jala diarahonma mardalani ibotona natoluon tu huta Batu laoma nasida tu porlak Huta Balian mardalani adong disuan Datu Parulas disi hian sada unte , disi sahat nasida tu porlak huta balian on, didapot/dibereng nasida ma godang manang ramos boras ni unte on, dipanaek nasida ma unte on asa panganonna ai nunga godang angka namalamun disi. Jadi didok ibotona ma tu nasida natolu ia ho Tuan Panalingan dia di diho buaton? Roma ibana mangalusi nadingkan punsutna i. I ma di ahu Ito, Ia ho Mogothualu dia ma diho ninna
ibotonai onma buat diahu namalamun an ninna. Ia ho Tuan Ampir dia do buaton di ho? Ianggo ahu maulae ma ahu sian danganhon ninnama mangalusi. Jadi ro ma si Boru Sumangge mandok tu nasida huida sian pangidoan muna on, marasing-asing do pangidoan muna. Jadi ala ni i laos siapangidoan muna on laos i ma marga muna ia ndang dope dipaboa amanta marga muna ninnama.
Ia Tuan Panalingan ala marhite sian pangidoanna nadi punsutna ima na didok, jadi ala ni ba Pusuk ma margam. Ia Mogothualu pangidoanna au ma buat diahu ninna laos Buaton ma margam. Ia Tuan Ampir ala didok ibana do maulae ma ahu sian donganku ninna jadi Mahulae ma margam. Songon i ma didok boru Sumangge tu ibotona natolu on asa sahat tu saonari gabe ima marga ni natolu halak on sahat tu nuaeng. Laos dipaboa boru Sumangge ma tu Datu Parulas pardalanan na i dohot marga i gabe didok Datu Parulas ma. Ba nunga nadenggan i ito laos ninna mangalusi. Alai dung dipasu-pasu si Boru Sumangge tu Siraja Tunggal, sai mahi-lolong da ibana ndang olo sonang rohana dibagasan manang asa tumangkas sai genja-genja ma ibana sipata didok Boru Sumangge tu amana Datu Parulas: ndang alo be ahu tusi manang ndang lomo be rohangku mamereng si Raja Tunggal i sai dipoda-podai pe ibana ndang masuk tu roha ni Boru Sumangge. Dinasahali disungkun Datu Parulas ma ibana manang nadia do dalanna asa songon i pangalaho ni borunai alai alusna dang lomorohangku be tu si Raja Tunggal i.
Sai di sungkun ma songon on, Ai aha pangidoanmu ito asa denggan roham tu Si Raja Tunggal i muse ninna mandok: mas do, horbo do, saba do, hepeng do, abit do ndang i amang nanggo sada sian i ndang adong ninna ma mangalusi.
Antong ho ma mandok manang aha do pangidoannmu paboa ma asa binoto ninna amana i muse. Jadi ninna Boru Sumangge mandok amana i molo nunga hupangido lehonon mu do amang? Ro alus ni amangna i ba olo pangido ma asa binoto manang aha do. Anggo nungauli rohamu jala las rohamu mangoloi pangidoan hon ahu pe pangidoanku ma tu hamu amang ninnama lehon hamu ma tu ahu huling-huling ni horbo, molo nunga dilehon hamu pangidoanhi ba nunga tung las rohangku manjalo ninnama. Jadi ro ma alus ni amangna ido hape ba, tu aha ma i nasolangku dihalak I dipangido ho ninna ido amang pangidoanhu ba i asal ma naung sian ias ni roham i, ba anggo ninna roha tu ahama I nani bolokhon ni deba i ninna amangna I mangalusi si Boru Sumangge. Jadi dung dibege hata ni boruna I dipaboa ma tu si Raja Tunggal helana i asa dibaen adatna alai parjuhutna horbo ma baenonna. Dioloi helana i do i jala nunga las rohana nanidok ni simatuana laos dijujur ma ari pangadation. Diboan ma horbo on jala dihulang-hulanghon ma horbo on tu sada hau nabolon, laos sihulang-hulang do goarni huta on sahat tu saonari. Dung dijujur ari I ma pangadationi laos dipotong ma horbo on lao panganon nisimatuanai, jadi dung dipotong didokkon si Boru Sumangge ma huling-huling ni horbo on asa dipamet-met huling-huling ni horbo I sude gabe songon tali manangsongondia ganjang tung sude do huling-huling ni horbo I dipamet-met siparhobas I gabe songon tali ma dibahen.
Dung sidung masak sude sipanganon I, dilehon ma dipanganon ni tondongna dohot halak na ginokkon. Dipasahat mai marhite-hite adat namasatu hula-hulana. Dung sidung mangan nasida sude mangkatai adatma nasida.
Dung I ro ma amana Datu Parulas Parultop ninna ma: nunga dison huling-huling ni horbo napinangidomi ito jalo ma jala las ma roham asa mulak ho tu lobumuna tu Huta Batu dohot helangku si Raja Tunggal: olo mang mauliate ma amang ala nunga dilehon ho pangidoanku: alai adong saotik nari pangidoanku tu ho amang; songon on ma: olat ni dia ma dililiti huling huling ni horbo on amang ima di ahu songon pauseangku ninna ma jadi ro ma Datu Parulas amangnai mandok: tung nasibuk da ho hape ito sai hurimpu da nasotu ahu napinangidoanmi botul ma ho boru ni raja jala namalo pos ma roham huoloi pe pangidoan mi ai bidang do tano hutambang di luat on ninna, amanai mangalusi. Jadi dimulai nasida ma manintak tali on, sia Dolok Samaila sahat ma I ma nopi-nopi dolok sian si hulang-hulang sahat mai tu dolok huta batu manang sadia ganjangi siani muse sahat ma manopi-nopi aek simonggu tu dolok Simartimpus sian ima muse dolok Najagar jala sahat tu dolok Somaila mulak ma muse tu sihulang-hulang gabe disi ma dibaen parbatasan disuan ma disi hau dua ima raba-raba, sada ma I disi Raja Tunggal sada ma I disimatuana Datu Parulas laos ima parbatasan dibaen. Dung dibaen nasida songon i laos dibaen ma goarni luatna Parlilitan ni huling-huling ni orbo parjuhutna i. Dipasahat ma i gabe pauseang ni boruna si boru Sumangge las ma rohana dipaborhat ma nasida lao mulak tu huta Batu huhut marpinomparma nasida disi. Ndang olo lupa sude na pinompar ni si Raja Tunggal on manghormati hula-hulana sahat tu sadarion songon sada hatangkasan ni napasangap hula-hulana dilehon nasida do sada sasap ima sabagian jambar on sian tulan sahat tu tingki on jala sai ditonai ompuna do nasida pasangaphon hula-hula na ganup adong mamotong horbo nasida. Dung sidung sude ulaon nasida disi marpingkir ma Datu Parulas dipangolihon ma anakna natolu on: Tuan Panalingan tu marga Sihotang, jala Mogothualu tu marga Tamba jala anakna paitolu Tuan Ampir tu marga Simanullang, dung marhasohotan anakna natolu on, di pajaema nasida si Tuan Panalingan dibaen ma Toru ni dolok Somaila ima na ma margahon marga Pusuk laos dilehon ma panjaeonna disi nagabe siulaonna ima Aek Pusuk Nagatimbul . Ia anakna paidua namargoar Magothualu dibaen ma tungkan Dolok Pinapan ima namargoarhon Buaton laos maringanan ma nasida disi. Siampudan na margoar tuan Ampir na marmargahon Mahulae dibaen Datu Parulas ma hutana tardingkan samparungan jala laos dibaen ma goar ni huta simpang donokhon sampuran simpang laos disi manasida maringanan, Jadi marpinompar be nasida di ingananna be.
Disada tingki mardalan ma Datu Parulas on, jumpangsa ma sada oroan ni halak didalan, disi dibereng ibana laos dihata-hata I ma gabe manggora ma langka ni boru-boru on, jala ditingkina tubu ma anakna sian i. tarbege ma tu nampuna oroan I gabe dilele I ma ibana naeng bunuonna. Alaini biar ni rohana maporus ma ibana lao mulak tu toba dirohana, laos diboan ma anakna on dihadang-hadang ma dibagasan salip (hajut) jala laos dibaen ma goarna anak gajut sahat ma ibana tu huta sibisa uluan ala adong hamusuan disi gabe ditinggalhon ma anakna disi ima namamompar tuan Rangga di Samosir. Songonima Pardalan ni Datu Parulas dohot sejarahna di Luat Negeri Pusuk.
Dung mulak Datu Parulas tu Toba Samosir ditinggalhon anakna natolu on sai mamompar ma nasida diinganan na be sude anakna natolu on gabe raja parhata jala parsadaanna. Marpungu ma nasida laos dibaen ma goarni luatna on Negeri Pusuk ala na ro sian Toba Pusuk Buhit amanasida Datu Parulas Parultop. Dung leleng nasida diluat negeri Pusuk, dibaen nasida ma punguan I aha do baenonta jambar di hita si Tombang Pususk on ninna nasida be sama nasida. Antong songon on mai ninna Tuan Ampir angina molo adong mamotong horbo di luat on pangidoonta ma jambarta tu na mamotong horboi ima Tuktuk ni pangaransangan di Tuan Ampir dohot sada tulan tombuk, di Mogothualu ima basik-basik ni saksi sian rang-rang si lima-lima, jala di Tauan Panalingan ba tulan tombuk ma disi ala sihahaan do dohonon manombak luat on ninna
Boha tahe molo dapotan juhut naasing nasida ba aha ma dihita lehononna. Ba’ molo dapotan buruan manang ise/godang ba lehononna ma antong tu hita upa rajanta uluna. Baima tutu nunga nadenggan I sude tuptupta on. Jala Tapaboahon ma tu marga na adong dison. Dung sidung dituptuphon nasida sude gabe marroan ma marga naasing sian Toba tuluat negeri Pusuk sai lam martamba-tamba ma jolma ro tu Pusuk ala godang dope tano kosong na so haula nasida jala las do roha nasida disi asa lam torop pangisi di luat nasida. Dung sai marroan jolma tu luat I gabe dibaen nasida ma marhuta Tuan Situmorang ima manjaga uang ro muse sian Dairi Simsim haroroan sian Dairi. Ro muse ma sian Toba marga Nainggolan didakkon ma hutana di lambung ni Dolok Samaila manjaga sian Toba sian Tombak i, jala ro mamuse Nainggolan sian toba dibaen nasida ma marhuta ditoru ni dolok Panipan asa adong manjaga sian Simanullang: ro ma muse parpudi sian toba ima pinompar Sitogahata dibaen ma marhuta dibariba ni aek sisira asa adong manjaga sian dalan toba laos angka marga na asing pe nunga lam godang diluat I, alai ianggo so jolo parmisi tu pomparan ni Tuan Ampir ndang boi marhuta disi sahat tu tingki on. Na jolo di luat ni Tuan Ampir sahat tu pomparanna parhata oloando sude turunan ni Tuan Ampir on jala natarbarita diluat i, molo so dilehon pangisi ni luat i songon natinontuhon nasida (upa raja tu nasida) manigor ro do babiat tu angka ladang ni na so mangalehon jambar, jala mambaen hamagoan tu hutana manharati angka jolma dohot angka pinahan.
Jadi mabiar do sude naeng mamorso jambar upa raja i sahat dope tu tingki zaman Belanda taon 1925 ma parpudi songon i ma barita ni Pomparan ni Tuan Ampir anak ni Datu Parulas dohot angka pinomparna di Negeri Pusuk.
Asa molo adong halak di luat i na mandok sahat tu tingki on hamido mamungka luat i ndang sintong i ima sude natarsurat na diginjang i nagabe sada kesaksian tu sude natoropi dohot angka marga tarlobi tu pinompar ni Datu Parulas Parultop angka anggi nami na di Toba Samosir. Nunga tung tangkas pinabotohon taringot ni pardalanan ni Ompunta Datu Parulas Parultop mulai sian haposoon na dope. Molo tung adong dope naso umboto marga Pusuk, Buaton, Mahulae, na di ganup inganan sahat tu tano Bangsa Indonesia manat-manat ma jaha hamu surat on mulai sian bona ma sahat tu ujungna. Horas ma!!!
Pusuk Raba-Raba, 5 Agustus 1990
*) Op. Selvia Mahulae mantan Kepala Desa Pusuk I
MENANTU dari TUAN NAHODARAJA_Simbolon***
silssilah_&_turiturian OP.Datu PARULAS bersama istri BINTANG MARRIA_boru SIMBOLON #
narasumber dari :___________
POSTED BY SEKRETARIAT PUSUKBUATONMAHULAE ON 19.21
Sejarah Pardalanan ni Ompunta Datu Parulas Parulop
Na gabe Sahat tu huta Pusuk Kecamatan Parlilitan
Ia anak ni Tuan Mogot Pinaungan dua do:
1. Tanjabau
2. Daru Parulas
Dilaon laon ni ari marbada ma Si Tanjabau dohot anggina Datu Parulas, ia bingkas ni parbadaan nasidai songonon ma :
Ianggo Si Tanjabau rap dohot natorasna dope ibana na padot do ibana mangula ulaonna jala naburju suman songon Amana dohot Inangna sisogot ibana tu balian sibodari mulak tuhuta. Alai ianggo anggina ima si Datu Parulas on sai holan namarguru hadatuon do ibana jala di parguruhon amana do ibana marguru hadatuon jala on do hasian dinatorasna. Ala sohea ibana mangula ulaon sai tar umpudi do ibana laho mangan dilehon natorasna. Dinasadari saimarhusori ma rohani Sitanjabau mar pingkir ma ibana taringot tu angina Datu Parulas on ninna rohana madibagasan, boasa sohea hami rapdohot anggiku mangan si arian? Sai dipikkiri ibana, dinasadari disada tingki mulak ma ibana sian balian tuhuta, dilului ibanama, manang di diado dibahen inangna indahan ni angginai, disigati mahudon indang adong be disi indahan, dung sai dilului ibana jumpangsama diparapara do di baen inangnai, jala di pohul ma indahani di parindahanan songon naotik ma berengon indahani alai nunga tung apala polsit situtu dibahen. Disigati ibanama indahani nunga godang isina jala dibaen ma angka
dengke dohot juhut natabo tu bagasan indahani disi dibereng Sitanjabau songoni manigor hansit ma rohana marnida inangna dohot marnida anggina Datu Parulas. Dung mulak inang na sian balian sibodari dimuruki Sitanjabau ma inangnai ninnama, Tung na sopatut do pambaenan mon inang tuahu songonon ma didok, ia au sai holan na mangula do ulaonku tu balian si sogot sahat tusibotari, suang songoni sibotari sahat tu sisogot do ahu tu balian hape ianggo anggingku Datu Parulas indang hea dohot mangula tu balian, alai sai ibanado naumbutong-butong di bahen ho jala sai ingkauna do natumabo dibahenho. Nasopatut do pambahenanmon tu ahu marnalian doho hape maranak ninna ibana tu inangnai, pola do laho tangan na tu inangnai alani murukna.
Jadi alani sai sogoma rohani Sitanjabau marnida angina Datu Parulas, gabe tubu parbadaan di nasida, ala sai holan na marbadai ibana tu hahanai gabe tubu ma roha ni Datu Parulas maninggalhon natorasna nang dohot hahanai.
Borhat ma ibana sian huta Harian Nainggolan huhutma diboan ibana ultop na jala hundulma ibana dibatu guru na dilambung ni hutai, ianggo na jolo molo di dege dingkan ujungni batugurui, mangihuthon baritai monggaldo batui ai songon na gantung do batu gurui. Hundul ma Datu Parulas disi jala sai marhusori ma rohana naeng tudia ibana laho, tingki na marpingkiri ibana diida ibana ma sada anduhur Tabu songgop di batugurui dungi diultop (tembak) ibana ma anduhur tabui alai indang hona, habangma anduhuri tu bariba ni tao toba jala huhutma dilele ibana lao manembak pidongi, dung sahat ibana tu bariba ni taoi di ultop ibana muse pidongi alai tong dang hona habangma muse anduhur tabu tungkan hasundutan. Sai dilele ibana ma sahat tu tombak (hutan), alai tong-tong habang pidongi dompak hasundutan dung songgop pidong i di ultop ibana ma muse alai tong ndang hona, sai songonima ibana ganup ari ganup borngin sai mangalele anduhur tabui tu tombak longo-longo, laos gabe ditombak i nama ibana marborngin ala nunga bot ari.
Nunga sahat be Datu Parulas on tu tombak longo-longo manang tombak naung limutani disi ma ibana modom didangka ni hau manang di urat-urat Nihau ala naung loja ibana manembak manang marultop anduhur tabui. Ndang ma biar ibana disi alani hadatuonnai. Manogotnai dungo ma ibana ala naung tiur ari, disi hehe ibana dibereng ibana mamuse anduhur tabui laos dibuat ma ultop na jala ditembak ibanama muse alai ndang hona anduhur i laos habang ma muses anduhuri tu toruan ni tombaki. Ianggo sipanganon ni Datu Parulas on angka pidong na asing dohot angka juhut na adong di tombaki, ai namalo do ibana marultop manang martembak alani hadatuonnai songoni ma ibana manang sadia leleng di tombak longo-longoi angka pidong dohot juhut do sipanganon na disi. Alai anggo anduhur tabui ganup hehe ibana sian podoman na didaling ni haui manigor sai dibereng ibana do anduhur tabui laos dibuat ma muse ultop na laho menembak anduhur tabui alai tong do dang hona jala ndang dapot ibana pidongi, laos habang ma muse anduhuri alai sai tong do diihutton ibana. Nunga manang sadia leleng ibana songoni, bot ma ari muse jala marbornginma ibana di tombaki alani nungnga jonok tu huta jala nungnga tarbege tahuak ni manuk sian parbornginannai diboto ibana ma naung jonok ibana tu huta. Alai ianggo anduhur tabui ndang di ida ibana be manang tu dia laho. Gabe sada dalan mai di bahen Ompunta Mula Jadi Nabolon pidong anduhur tabui manogihon ibana jala dalan na asa unang lilu ibana ditombak longo-longoi, dungdi topi ni tombak i ibana dibereng ibana ma adong ma hauma disi jala adong sopo, ia hauma on haumani Tuan Nahodaraja do jala marga Simbolon, ala naung bot ari laos marborngin ma ibana disopoi alai ianggo sipanganon na ima juhut nunga diboan ibana hian sian tombaki. Sogot manongoti dung tiur air hehe ma ibana laos dibuat ma ultopna laho martembak mangalului sipanganon na, alai adong do nungnga ditinggalhon ibana hian juhut disopoi jala digantukkon di para-para atik boha moloro anon pamuro eme tu son asa diboto na adong do jolma marborngin disopona on.
Jala diingot ibana ma podani natua-tua molodapotan marburu halak jala dibolus sian sopoi ianggo adat na ingkon tinggal honon na do juhut na dapoti songon i ma adat na pinungkani ompunta sijolo-jolo tubu.
Dungi laho ma ibana muse masuk tu tombak i naeng martembak manang marultop angka pidong dohot juhut asa adong panganonna muse bodarinai. Manogot nai disuru Tuan Nahoda Raja ma boruna
ima Si Bintang Maria tu hauma lao mamuro eme, lao ma tutu boruni rajai ma muro tu hauma sahat ma ibana tu soponai jala masuk ma ibana tu sopi i, alai dung masuk ibana tu sopoi di ida ibana ma sangkot juhut digantungkon di para-para nisopoi jala songgotma rohana, ise ma ulaning mambahen juhut on? dung di ida ibana namasai mulak ma ibana tuhuta jala mangalu-alu ma ibana tu amana tuan Nahoda Raja ninnama, umbahen natibu ahu mulak ahu amang sian hauma songonondo;
Amang dung sahat ahu nasogot tu sopontai huida hutingkir jala jou-jou do ahu sian sopotai alai ndang adong mangalusi jadi, ninna amanaima songonon doi boru hasian ninna amana mangalusi, ndang pola manang ise i naadong do mamolus parburu sian sopontai jadi toho ma dapotan huroha ido umbahen ditinggalhon juhut i songon i do adatna ninna amana mangalusi. Marsogotnai laho ma muse disuru tuan nahoda raja ma boruna si Bintang Maria mamuro tuhauma tarsonggot situtu marohana, disi sahat ibana tu sopoi diida ibana ma muse gantung juhut di sopoi. Jadi longang situtu ma boru ni raja i marnida namasai ala ndang adong didapot disi manang ise huhut do diberengi humaliang ni sopoi jala dijouhon alai ndang adong diida manang na ise disi.
Ia Datu Parulas on sogot do ibana lao tu tombak i molo nunga buha-buha ijuk pintor ditinggalhon ibana do sopoi laho marultop marburu laho mangalului sipanganonna, mulakma muse boru ni raja i tu huta dipaboa ma namasai tu amana dohot tu inangna, laos didok ma tu boruna si Bintang Maria songon on ma i ito manogot lao ma ito tu hauma i alai arop ma ibana manang ise do jolma na marborngin disi asa diboto ho ninna, alai sogot ma ho tusi da!. Dung manogoti sogot ma boru ni raja i lao tu hauma jala diarop ma nanget-nanget jala sipsip ma ibana mandapothon sopoi di dapot ma tutu adong do jolma disi, jadi dung didapot adong jolma disi ninna boru ni rajai ma mandok, ise do hamuna di sopoi? Mamintor dialusi Datu Parulas parsultop ma ahu doi boru ni raja nami, dung mangkatai nasida disungkun Datu Parulas ma tu boru ni rajai ninna ma, tombak dia do on jala ladang dia do on boru ni raja nami? Dung dibege ibana sungkun-sungkun nai dialusi boru ni raja i ma onma Tombak Simatua jala ladang ni Tuan Nahoda Raja marga Simbolon sian Sionom Hudon ninna dung I disungkun boru ni raja i ma ibana muse ai ise do hamu, siandiado hamu manang lao tudiado hamu, ise ma goarmu? Alai tong ndang masipaidaan dope nasida. Dialusi Datu Parulas ma hata ni boruni rajai songon on, ndang huboto manang sian dia ahu rotuson ai nalilu do ahu sahat tu son huhut ma dipungka muse hadatuonna ninna mangalusi. Ia ahu boruni raja nami namatek-tek sian langit do ahu jala mapultak sian bulu do ahu boruni raja nami ninna ibana; dung dibege buruni rajai hata ni nasian sopoi asima rohana jala serep mangkatai, jala laos didok boru-borui ma tu ibana roma hamu sian sopoi asa tangkas hita mangkatai ninna boru-borui ima mandok, tu na dibagasan sopoi maila do ahu boruni raja nami mandapothon hamu tubalian, ai behama jolma ma nalilu do ahu di tombak longo-longo jala tombak naung limutan on jala nungnga marbulan-bulan ninna ma mangalusi. Ia Datu Parulas on ala naung leleng ibana nadi tombak i nungnga habis be pangkeanna jala nunga marsaemara ibana ala naung leleng situutu ibana di tombak longo-longoi.
Dung Sae pangkataion nasida alai ndang masipaidaan, mulak ma muse boruni rajai tu hutana di paboama namasai tu amana dohot tu inana sude pangkataion nasidai, roma sungkun-sungkun ni amana tu borunai ninnama; Ise ma ibana ninna, lao tudia ibana, manang sian dia ibana jala ise magoarna. Jadi dialusi borunaima amanai dohot inanai tung apala torang do di patorang pangkataion nasida laos dipaboama songon on. Ibana ninna ndang diboto manang siandia rotuson ai nalilu do ibana jala nama dek-dek sian langit namapultak sian bulu do ninna ibana, alai di sungkun do ahu tombak dia magoarni on jala ladang dia jala huta nise jala ibana ndang olo ruar sian bagasan sopo I ai maila ninna ibana mandapothon ahu tu balian. Jadi roma tuan nahodaraja didokma tu borunai: ah namandongkon aha do ibana huroha tu luat on jadi alani i jouma jolo naposo tu son asa dialap ibana jala pinatangkas sude pardalananna manang naeng tu dia ibanan manang siandia ibana manang ise goarna. Dialap boruni rajaima tutu angka naposona tu jabu ni rajai laos didok tu nasida: lahoma jolo hamu mangalap tu hauma adong ninna si Bintang Maria di si sahalak naro sian tombak i na so binoto goarna jala hutana tujuanna pe ndang binoto manang aha, ra namandongkon hadatuon dora ibana ro tu luat on ise ibana asa pinatangkas manang aha do nani ulana manang siandia rotu son, alai boan hamuna pangkeanna, nalilu dora ibana di tombaki ninna rajai tu angka naposona. Ia tuan Nahoda Raja pe tong do datu bolon jala natar barita do hadatuonna tu angka Luat na asing. Molo manganggarhon hadatuondo ibana rotuson asa masi ujian hami dison. Borhat ma nasida dipaborhat tuan nahoda raja marga simbolon tu haumanai asa diboan tu huta ibana jala asa tangkas mangkatai dohot raja i huhut ma ditona-tonai nasida songon on. Unang pola disungkuni hamu be ibana taringot tu pardalananna, alai dok hamu ma asa mangkatai hamu dohot rajai dijabunta taringot tu haroromuna tu son ninna rajai ma tuangka naposonai olo rajanami ninna huhut borhatma angka naposonai. Dung sahat nasida tu hauma didoknasidama tu Datu Parulas parultop songonon, beta hamu ma jolo hita mulak tu hutanami asa pajumpang hamu mangkatai dohot rajai ninna nasida ma tu Daru Parulas. Laos didok Datu Parulas mangalusi nasida olo rajanami diboan ma ultopna laos dipangke ma pangkeanna nabinoan ni angka naposo ni raja i jadi rapa mulak ma nasida tuhuta tu bagas ni rajai dung sahat nasida tu bagas ni rajai didok rajaima tu Datu Parulas, hundul ma hamu di son ninna ma tardingkan halangulu alai roma ibana mandok dison ma ahu rajanami ninna ibana. Dipungka nasida ma mangkatai dohot rajai songon on. Sian dia do hamu ro tuson manang tudia do hamu, ahama ni ulamu tu son huhut ma dialusi ibana ndang huboto rajanami ai nalilu do ahu ditombak on ninna ma mangalusi raja i. Jadi disungkun rajai ma muse ibana ise ma goarmu? Sai diporsan ibana jala sai maol do dialusi hata ni rajai laos didok ma mangalusi ninna ma ia ahu Datu Parulas Parultop do ahu raja nama ninna ma mangalusi. Disi dibege Tuan Nahoda Raja alusna manang boa-boa ni Datu Parulas sude hata nai tung tangkas ma diparrohaon na Datu natarbaritai do hape ibana na ro sian luat na dao lao didok rajai ma tu ibana, hubege sian hatami sude dohot alusmu na datu do ho jala na malo jala natarbarita. Jadi songon on hian adong do parmusuon di ahu nuaeng tu Simsim/Ulu merah halak Pak-Pak dompak habinsaran di balik di Dolok Sompolon molo boi do taluhononmu musungki hu lehon pe di ho borungku na margoar si Bintang Maria ninna ma tu Datu Parulas, jadi ninna Daru Parulas ma mangalusi olo rajanami sai talu ma tutu musu i. Dung dibege jala torang pangkataion nasida sude, mansai las ma rohana. Dung sidung pangkataion nasida i diasah Datu Parulas Parultop ma hadatuonnna ala toho do ibana Datu parutul-utul si siparata naung busuk sipangolu naung mate. Dipungka ma mangasa hadatuonna lao borhat mangalo musu ni Tuan Nahoda Raja rap borhat ma dohot angka naposona mangalo musuna tu Simsim Ulu Merah marga Pakpak. Mardalan ma nasida sian Dolok Sompolon tuat ma nasida mangalo musu i, ro ma Datu Parulas diasa ma hadatuonna dipahabang ma losung dohot andalu patuk-tak. Dilibasi losung dohot andalu ima nasida ndang tartahan musu gabe maporus ma nasida lao mulak. Dung ma porus musu nai, mulak ma nasida tu huta Sionomhudon marlas ni roha jala marpesta nasida ala nang talu musu ni Tuan Nahoda Raja binaen ni Datu Parulas, laos dipasu-pasu ma Datu Parulas dohot boruna si Bintang Maria dipatubegehon ma tu sionom hudon naung gabe helana Datu Parulas Parultop jadi dipasu-pasu ma Datu Parulas dohot si Bintang Maria. Dung adong nasida hira-hira 6 bulan disonduk simatuana dipangidihon nasida ma tu simatuana asa lao nasida maninggalhon sionom hudon naeng mamukka inganan. Dipaborhat Tuan Nahoda Raja dohot inana ma nasida laos borhat ma nasida manuju dompak habinsaran tungkan toruni dolok huta batu laos i ma goarna ala godang do disi batu jala disuan ma disi sada partanda hau piangin disi jala laos maringanan ma nasida disi. Disuan ma muse sada unte di porlakna jala dibaen ibana ma parikni porlak huta Balian. Laos dibaen ma parikna disi, disi ma nasida marlobu. Dung maringanan nasida disi tubu ma anakna 3, sada boruna, laos dibaen ma goar ni gellengna on
1. Tuan Panalingan
2. Mogothualu
3. Tuan Ampir
4. Sumangge (Boru)
Dung leleng nasida maringanan disi, sian i ma ibana marulak-ulak marultop sai diadang-adangi ma sude toru ni doloki dohot nahornop laos ibana ma mambaen goar-goar ni dolok on sude mulai sian dolok huta batu, asa diboto ibana pardalananna sude ganup ari . Lao mulak ibana tu lobuna. Ia goarni dolok on dibaen ibana ma bonana sian dolok huta batu, tungkan udutna dilambungni dolok si
Harnak, dilambungna muse dolok simatabo tar tu baribai ma dolok siharnak, dilangbungna muse tungkan toruan ni dolok simatabo. Dimulai ma muse mambaen goar ni dolok on hombar tu na ni adang-adanganna marbalokkon aek Simonggo dolok Simartimpus, donokkon ni muse Dolok na Jagar ima parbalokan tu Huta ni Simatuana Tuan Nahoda Raja ima Huta Si Onom Hudon , sian i muse marbalokkon Toba dibaen ma goarna dolok Somaila udut ni muuse dolok Nansampang, udutni muse dolok
Sibatuloting udut ni muse dolok Sitanggiang, udut ni muse dolok Sipahutu-hutu udut ni muse dolok
Pinapan parbalokan tu Simanullang udut ni muse dolok Samparungan marbalokkon sude do dibaen ibana margoar dolok on asa unang olo lilu ibana ditombak i. Songon i ma pardalanan ni Datu Parulas Parultop dung ibana maringanan di huta Batu dohot
Parikna huta Balian.
Dinasahali na so panagaman pajumpang ma
ibana dohot siraja tanggal sian paradang-adangan ia si raja tunggal on dohot Datu Parulas on dipaboa nasida ma pardalanna tong ibana naro sian Toba, mangkata-hatai ma nasida nunga masibotoan be nasida tanringot tu hasogion manang parbinotoan ima naboi nasida marultop jala datu parutul-utul datu paratal-atal sipangolu naung mate siparata naung busuk. Jadi alani i gabe marale-ale ma nasida jala jot-jot ma siraja tunggal on ro maningkir-ningkir Datu Parulas tu huta Batu. Molo dapotan juhut si Raja Tunggal on gabe diboan ma tu lobu ni Datu Parulas songon i ma parale-alean nasida. Alanaung jot-jot si Riraja Tunggal on tu Bagas ni Datu Parulas, gabe lomo ma roha ni Siraja Tunggal on mamereng
Boru ni Datu Parulas ima siboru Sumangge naeng buatonna. Tingki mangkata-hatai nasida didok si Raja Tunggal ma naeng olionna siboru Sumangge didok Datuk Parulas ma tu si Raja Tunggal songon on. Boi di lehononku tu ho Borukku siboru Sumangge, alai adong pangidoanku tu ho ninna ma. Jadi ro ma Siraja Tunggal ba aha ma I raja nami paboa ma asa huboto ninna mangalusi, adong do diahu nuaeng hamusuon ai naso patut naso adat nabinaen ni Simanullang tu ahu. Rodi nuaeng
Simanullang maringanan di toru ni dolok Somalia naeng gabe maringanan disi, molo boi do ho palaohononi asa ditinggalhon hutai balele ma jolo nasida sian i. Ido sidohononku tu ho ale Raja Tunggal. Jadi ro ma si Raja Tunggal ianggo ido pangidoanmu ale raja nami boi do i nadenggan mai ninna mangalusi Datu Parulas, jadi tutu ma diasa si Raja Tunggal ma hadatuonna olat ni dia leleonku raja nami jadi di alusi Datu Parulas ma ingkon tarlombang. Dibaen hadatuonna ni Siraja Tunggal
tutu dipahabang ma andalu dohot losung. Mangalele musunai maporus ma nasida ala so boi be aloonna Siraja Tunggali. Jadi ro ma muse hata ni si Raja Tunggal olat ni dia dope leleonku, dialusi Datu Parulas ma ingkon tarlombang sahat ma tu lombang i dilele muse ima na gabe parbalohan lombang i sahat tu nuaeng. Dung lao maporus musunai marlas ni roha ma nasida jala saja saut ma tutu dipasaut sangkap ni si Raja Tunggal dipasu-pasu ma, borunai ima boru Sumanggge. Dung dipasu-pasu nasida ditinggalhon Datu Parulas ma si Raja Tunggal disi, gabe lao ma Datu Parulas mamungka lobu di Dolok Somaila laos disi ma nasida maringanan, dung maringanan nasida di toru di dolok Somaila ro ma siboru Sumangge mardalani tu huta i jala diarahonma mardalani ibotona natoluon tu huta Batu laoma nasida tu porlak Huta Balian mardalani adong disuan Datu Parulas disi hian sada unte , disi sahat nasida tu porlak huta balian on, didapot/dibereng nasida ma godang manang ramos boras ni unte on, dipanaek nasida ma unte on asa panganonna ai nunga godang angka namalamun disi. Jadi didok ibotona ma tu nasida natolu ia ho Tuan Panalingan dia di diho buaton? Roma ibana mangalusi nadingkan punsutna i. I ma di ahu Ito, Ia ho Mogothualu dia ma diho ninna
ibotonai onma buat diahu namalamun an ninna. Ia ho Tuan Ampir dia do buaton di ho? Ianggo ahu maulae ma ahu sian danganhon ninnama mangalusi. Jadi ro ma si Boru Sumangge mandok tu nasida huida sian pangidoan muna on, marasing-asing do pangidoan muna. Jadi ala ni i laos siapangidoan muna on laos i ma marga muna ia ndang dope dipaboa amanta marga muna ninnama.
Ia Tuan Panalingan ala marhite sian pangidoanna nadi punsutna ima na didok, jadi ala ni ba Pusuk ma margam. Ia Mogothualu pangidoanna au ma buat diahu ninna laos Buaton ma margam. Ia Tuan Ampir ala didok ibana do maulae ma ahu sian donganku ninna jadi Mahulae ma margam. Songon i ma didok boru Sumangge tu ibotona natolu on asa sahat tu saonari gabe ima marga ni natolu halak on sahat tu nuaeng. Laos dipaboa boru Sumangge ma tu Datu Parulas pardalanan na i dohot marga i gabe didok Datu Parulas ma. Ba nunga nadenggan i ito laos ninna mangalusi. Alai dung dipasu-pasu si Boru Sumangge tu Siraja Tunggal, sai mahi-lolong da ibana ndang olo sonang rohana dibagasan manang asa tumangkas sai genja-genja ma ibana sipata didok Boru Sumangge tu amana Datu Parulas: ndang alo be ahu tusi manang ndang lomo be rohangku mamereng si Raja Tunggal i sai dipoda-podai pe ibana ndang masuk tu roha ni Boru Sumangge. Dinasahali disungkun Datu Parulas ma ibana manang nadia do dalanna asa songon i pangalaho ni borunai alai alusna dang lomorohangku be tu si Raja Tunggal i.
Sai di sungkun ma songon on, Ai aha pangidoanmu ito asa denggan roham tu Si Raja Tunggal i muse ninna mandok: mas do, horbo do, saba do, hepeng do, abit do ndang i amang nanggo sada sian i ndang adong ninna ma mangalusi.
Antong ho ma mandok manang aha do pangidoannmu paboa ma asa binoto ninna amana i muse. Jadi ninna Boru Sumangge mandok amana i molo nunga hupangido lehonon mu do amang? Ro alus ni amangna i ba olo pangido ma asa binoto manang aha do. Anggo nungauli rohamu jala las rohamu mangoloi pangidoan hon ahu pe pangidoanku ma tu hamu amang ninnama lehon hamu ma tu ahu huling-huling ni horbo, molo nunga dilehon hamu pangidoanhi ba nunga tung las rohangku manjalo ninnama. Jadi ro ma alus ni amangna ido hape ba, tu aha ma i nasolangku dihalak I dipangido ho ninna ido amang pangidoanhu ba i asal ma naung sian ias ni roham i, ba anggo ninna roha tu ahama I nani bolokhon ni deba i ninna amangna I mangalusi si Boru Sumangge. Jadi dung dibege hata ni boruna I dipaboa ma tu si Raja Tunggal helana i asa dibaen adatna alai parjuhutna horbo ma baenonna. Dioloi helana i do i jala nunga las rohana nanidok ni simatuana laos dijujur ma ari pangadation. Diboan ma horbo on jala dihulang-hulanghon ma horbo on tu sada hau nabolon, laos sihulang-hulang do goarni huta on sahat tu saonari. Dung dijujur ari I ma pangadationi laos dipotong ma horbo on lao panganon nisimatuanai, jadi dung dipotong didokkon si Boru Sumangge ma huling-huling ni horbo on asa dipamet-met huling-huling ni horbo I sude gabe songon tali manangsongondia ganjang tung sude do huling-huling ni horbo I dipamet-met siparhobas I gabe songon tali ma dibahen.
Dung sidung masak sude sipanganon I, dilehon ma dipanganon ni tondongna dohot halak na ginokkon. Dipasahat mai marhite-hite adat namasatu hula-hulana. Dung sidung mangan nasida sude mangkatai adatma nasida.
Dung I ro ma amana Datu Parulas Parultop ninna ma: nunga dison huling-huling ni horbo napinangidomi ito jalo ma jala las ma roham asa mulak ho tu lobumuna tu Huta Batu dohot helangku si Raja Tunggal: olo mang mauliate ma amang ala nunga dilehon ho pangidoanku: alai adong saotik nari pangidoanku tu ho amang; songon on ma: olat ni dia ma dililiti huling huling ni horbo on amang ima di ahu songon pauseangku ninna ma jadi ro ma Datu Parulas amangnai mandok: tung nasibuk da ho hape ito sai hurimpu da nasotu ahu napinangidoanmi botul ma ho boru ni raja jala namalo pos ma roham huoloi pe pangidoan mi ai bidang do tano hutambang di luat on ninna, amanai mangalusi. Jadi dimulai nasida ma manintak tali on, sia Dolok Samaila sahat ma I ma nopi-nopi dolok sian si hulang-hulang sahat mai tu dolok huta batu manang sadia ganjangi siani muse sahat ma manopi-nopi aek simonggu tu dolok Simartimpus sian ima muse dolok Najagar jala sahat tu dolok Somaila mulak ma muse tu sihulang-hulang gabe disi ma dibaen parbatasan disuan ma disi hau dua ima raba-raba, sada ma I disi Raja Tunggal sada ma I disimatuana Datu Parulas laos ima parbatasan dibaen. Dung dibaen nasida songon i laos dibaen ma goarni luatna Parlilitan ni huling-huling ni orbo parjuhutna i. Dipasahat ma i gabe pauseang ni boruna si boru Sumangge las ma rohana dipaborhat ma nasida lao mulak tu huta Batu huhut marpinomparma nasida disi. Ndang olo lupa sude na pinompar ni si Raja Tunggal on manghormati hula-hulana sahat tu sadarion songon sada hatangkasan ni napasangap hula-hulana dilehon nasida do sada sasap ima sabagian jambar on sian tulan sahat tu tingki on jala sai ditonai ompuna do nasida pasangaphon hula-hula na ganup adong mamotong horbo nasida. Dung sidung sude ulaon nasida disi marpingkir ma Datu Parulas dipangolihon ma anakna natolu on: Tuan Panalingan tu marga Sihotang, jala Mogothualu tu marga Tamba jala anakna paitolu Tuan Ampir tu marga Simanullang, dung marhasohotan anakna natolu on, di pajaema nasida si Tuan Panalingan dibaen ma Toru ni dolok Somaila ima na ma margahon marga Pusuk laos dilehon ma panjaeonna disi nagabe siulaonna ima Aek Pusuk Nagatimbul . Ia anakna paidua namargoar Magothualu dibaen ma tungkan Dolok Pinapan ima namargoarhon Buaton laos maringanan ma nasida disi. Siampudan na margoar tuan Ampir na marmargahon Mahulae dibaen Datu Parulas ma hutana tardingkan samparungan jala laos dibaen ma goar ni huta simpang donokhon sampuran simpang laos disi manasida maringanan, Jadi marpinompar be nasida di ingananna be.
Disada tingki mardalan ma Datu Parulas on, jumpangsa ma sada oroan ni halak didalan, disi dibereng ibana laos dihata-hata I ma gabe manggora ma langka ni boru-boru on, jala ditingkina tubu ma anakna sian i. tarbege ma tu nampuna oroan I gabe dilele I ma ibana naeng bunuonna. Alaini biar ni rohana maporus ma ibana lao mulak tu toba dirohana, laos diboan ma anakna on dihadang-hadang ma dibagasan salip (hajut) jala laos dibaen ma goarna anak gajut sahat ma ibana tu huta sibisa uluan ala adong hamusuan disi gabe ditinggalhon ma anakna disi ima namamompar tuan Rangga di Samosir. Songonima Pardalan ni Datu Parulas dohot sejarahna di Luat Negeri Pusuk.
Dung mulak Datu Parulas tu Toba Samosir ditinggalhon anakna natolu on sai mamompar ma nasida diinganan na be sude anakna natolu on gabe raja parhata jala parsadaanna. Marpungu ma nasida laos dibaen ma goarni luatna on Negeri Pusuk ala na ro sian Toba Pusuk Buhit amanasida Datu Parulas Parultop. Dung leleng nasida diluat negeri Pusuk, dibaen nasida ma punguan I aha do baenonta jambar di hita si Tombang Pususk on ninna nasida be sama nasida. Antong songon on mai ninna Tuan Ampir angina molo adong mamotong horbo di luat on pangidoonta ma jambarta tu na mamotong horboi ima Tuktuk ni pangaransangan di Tuan Ampir dohot sada tulan tombuk, di Mogothualu ima basik-basik ni saksi sian rang-rang si lima-lima, jala di Tauan Panalingan ba tulan tombuk ma disi ala sihahaan do dohonon manombak luat on ninna
Boha tahe molo dapotan juhut naasing nasida ba aha ma dihita lehononna. Ba’ molo dapotan buruan manang ise/godang ba lehononna ma antong tu hita upa rajanta uluna. Baima tutu nunga nadenggan I sude tuptupta on. Jala Tapaboahon ma tu marga na adong dison. Dung sidung dituptuphon nasida sude gabe marroan ma marga naasing sian Toba tuluat negeri Pusuk sai lam martamba-tamba ma jolma ro tu Pusuk ala godang dope tano kosong na so haula nasida jala las do roha nasida disi asa lam torop pangisi di luat nasida. Dung sai marroan jolma tu luat I gabe dibaen nasida ma marhuta Tuan Situmorang ima manjaga uang ro muse sian Dairi Simsim haroroan sian Dairi. Ro muse ma sian Toba marga Nainggolan didakkon ma hutana di lambung ni Dolok Samaila manjaga sian Toba sian Tombak i, jala ro mamuse Nainggolan sian toba dibaen nasida ma marhuta ditoru ni dolok Panipan asa adong manjaga sian Simanullang: ro ma muse parpudi sian toba ima pinompar Sitogahata dibaen ma marhuta dibariba ni aek sisira asa adong manjaga sian dalan toba laos angka marga na asing pe nunga lam godang diluat I, alai ianggo so jolo parmisi tu pomparan ni Tuan Ampir ndang boi marhuta disi sahat tu tingki on. Na jolo di luat ni Tuan Ampir sahat tu pomparanna parhata oloando sude turunan ni Tuan Ampir on jala natarbarita diluat i, molo so dilehon pangisi ni luat i songon natinontuhon nasida (upa raja tu nasida) manigor ro do babiat tu angka ladang ni na so mangalehon jambar, jala mambaen hamagoan tu hutana manharati angka jolma dohot angka pinahan.
Jadi mabiar do sude naeng mamorso jambar upa raja i sahat dope tu tingki zaman Belanda taon 1925 ma parpudi songon i ma barita ni Pomparan ni Tuan Ampir anak ni Datu Parulas dohot angka pinomparna di Negeri Pusuk.
Asa molo adong halak di luat i na mandok sahat tu tingki on hamido mamungka luat i ndang sintong i ima sude natarsurat na diginjang i nagabe sada kesaksian tu sude natoropi dohot angka marga tarlobi tu pinompar ni Datu Parulas Parultop angka anggi nami na di Toba Samosir. Nunga tung tangkas pinabotohon taringot ni pardalanan ni Ompunta Datu Parulas Parultop mulai sian haposoon na dope. Molo tung adong dope naso umboto marga Pusuk, Buaton, Mahulae, na di ganup inganan sahat tu tano Bangsa Indonesia manat-manat ma jaha hamu surat on mulai sian bona ma sahat tu ujungna. Horas ma!!!
Pusuk Raba-Raba, 5 Agustus 1990
*) Op. Selvia Mahulae mantan Kepala Desa Pusuk I
Minggu, 05 Februari 2017
LUMANGGO SIMBOLON_Tuan.NAHODARAJA. * #
@_L EGENDA_#
¥ GADIS PENARI dari SI6HUDON ¥ __________~_________~________
**Pada jaman dahulu kala di era mulai terbentuknya peradaban dan budaya-budaya tradisional bagi Suku Batak seperti yang terdapat pada puak Batak Toba, puak Batak Dairi/Pakpak, puak Batak Karo, puak Batak Simalungun, puak Batak Mandailing, puak Batak Angkola, masing masing mempunyai tradisi yang unik , dalam berbagai acara Ritual maupun kebiasaan mengadakan pesta pesta adat, akan menampilkan berbagai pertunjukan seperti Pencak Silat ( moncak ), ada pula Tari tarian (Tortor), dll , yang diiringi oleh musik tradisional ciptaan dari masing masing puak (ciri khas tersendiri))
**Tersebutlah suatu tradisi unik di Tanah Dairi/Pak pak, yaitu kecenderungan masyarakatnya untuk mengadakan pesta Tari tarian yang berlangsung berhari hari, dan digandrungi kalangan anak anak,pemuda/pemudi maupun orang tua, dikisahkan oleh leluhur (si Tua-tua) terdahulu ada seorang BEDAYA (Penari) yaitu Putri dari Tuan NAHODARAJA SIMBOLON ((saudari dari Rumpun si Enem Kodin , selain dari Bintang Maria yg menikah dengan Datu Parulas Nainggolan)), yang bernama LUMANGGO (dialek Dairi) atau LUMONGGA (dialek Toba), Gadis berparas Cantik, Lembut,dan pandai Menari πsehingga disenangi / disukai oleh masyarakat setempat• Di suatu waktu Gadis LUMANGGO disuruh menari π oleh orang orang di sekitarnya dari siang sampai malam selama tujuh hari berturut-turut, akibatnya Gadis LUMANGGO pun jatuh pingsan tak sadarkan diri, ditengah situasi kisruh dan memanas, si Gadis LUMANGGO bukannya ditolong atau diberi obat πoleh orang orang yang ada pada saat itu, melainkan diangkat (digendong) lalu dibuang/diasingkan kesuatu tempat di LOBU RAP-RAP yakni sebelah kiri jalan arah ke BARUNG-BARUNG area menurun dari PARLILITAN, disana ada sebuah lereng gunung Dolok SOMPOLON (SALAK) wilayah PAK PAK. Setelah siuman dari pingsannya Gadis LUMANGGO berusaha bangkit dengan menahan rasa sakit dan letih sekujur tubuhnya sambil menangis sejadi jadinya•
**Diriwayatkan setelah kejadian itu kondisi kesehatan dari Gadis LUMANGGO makin menurun dan akhirnya meninggal dunia di usia muda (Gadis belia). Di lain kesempatan, warga (penduduk) di sekitar Dolok SOMPOLON menemukan sebuah mata air kecil ditempat Gadis LUMANGGO dibuang, dan diyakini sebagai Perwujudan dari Air Mata Gadis LUMANGGO, Airnya bening dan segar, dapat diminum tanpa dimasak, dan Mata Air tersebut masih ada sampai sekarang!!•
catatan π:
**Pada masa itu penghormatan terhadap perempuan masih rendah_ALIAS_komisi perlindungan PEREMPUAN belum ada #______!!!!
**pada masa kecil saya dulu di kampung halaman π‘, ada satu tradisi muda mudi yang disebut MARTUMBA, beberapa pemuda pemudi berkumpul membentuk Lingkaran sambil diiringi musik tradisional merdeka menari dan bernyanyi, lalu menampilkan sepasang Muda-Mudi ditengah lingkaran khusus untuk menari dan dilakukan secara berganti gantian dan berpasang pasangan •____!!!
¥ GADIS PENARI dari SI6HUDON ¥ __________~_________~________
**Pada jaman dahulu kala di era mulai terbentuknya peradaban dan budaya-budaya tradisional bagi Suku Batak seperti yang terdapat pada puak Batak Toba, puak Batak Dairi/Pakpak, puak Batak Karo, puak Batak Simalungun, puak Batak Mandailing, puak Batak Angkola, masing masing mempunyai tradisi yang unik , dalam berbagai acara Ritual maupun kebiasaan mengadakan pesta pesta adat, akan menampilkan berbagai pertunjukan seperti Pencak Silat ( moncak ), ada pula Tari tarian (Tortor), dll , yang diiringi oleh musik tradisional ciptaan dari masing masing puak (ciri khas tersendiri))
**Tersebutlah suatu tradisi unik di Tanah Dairi/Pak pak, yaitu kecenderungan masyarakatnya untuk mengadakan pesta Tari tarian yang berlangsung berhari hari, dan digandrungi kalangan anak anak,pemuda/pemudi maupun orang tua, dikisahkan oleh leluhur (si Tua-tua) terdahulu ada seorang BEDAYA (Penari) yaitu Putri dari Tuan NAHODARAJA SIMBOLON ((saudari dari Rumpun si Enem Kodin , selain dari Bintang Maria yg menikah dengan Datu Parulas Nainggolan)), yang bernama LUMANGGO (dialek Dairi) atau LUMONGGA (dialek Toba), Gadis berparas Cantik, Lembut,dan pandai Menari πsehingga disenangi / disukai oleh masyarakat setempat• Di suatu waktu Gadis LUMANGGO disuruh menari π oleh orang orang di sekitarnya dari siang sampai malam selama tujuh hari berturut-turut, akibatnya Gadis LUMANGGO pun jatuh pingsan tak sadarkan diri, ditengah situasi kisruh dan memanas, si Gadis LUMANGGO bukannya ditolong atau diberi obat πoleh orang orang yang ada pada saat itu, melainkan diangkat (digendong) lalu dibuang/diasingkan kesuatu tempat di LOBU RAP-RAP yakni sebelah kiri jalan arah ke BARUNG-BARUNG area menurun dari PARLILITAN, disana ada sebuah lereng gunung Dolok SOMPOLON (SALAK) wilayah PAK PAK. Setelah siuman dari pingsannya Gadis LUMANGGO berusaha bangkit dengan menahan rasa sakit dan letih sekujur tubuhnya sambil menangis sejadi jadinya•
**Diriwayatkan setelah kejadian itu kondisi kesehatan dari Gadis LUMANGGO makin menurun dan akhirnya meninggal dunia di usia muda (Gadis belia). Di lain kesempatan, warga (penduduk) di sekitar Dolok SOMPOLON menemukan sebuah mata air kecil ditempat Gadis LUMANGGO dibuang, dan diyakini sebagai Perwujudan dari Air Mata Gadis LUMANGGO, Airnya bening dan segar, dapat diminum tanpa dimasak, dan Mata Air tersebut masih ada sampai sekarang!!•
catatan π:
**Pada masa itu penghormatan terhadap perempuan masih rendah_ALIAS_komisi perlindungan PEREMPUAN belum ada #______!!!!
**pada masa kecil saya dulu di kampung halaman π‘, ada satu tradisi muda mudi yang disebut MARTUMBA, beberapa pemuda pemudi berkumpul membentuk Lingkaran sambil diiringi musik tradisional merdeka menari dan bernyanyi, lalu menampilkan sepasang Muda-Mudi ditengah lingkaran khusus untuk menari dan dilakukan secara berganti gantian dan berpasang pasangan •____!!!
Kamis, 19 Januari 2017
" RAJA π SIMBUYAK BUYAK "
@_L E G E NDA_#* *OMPU_RAJA.SIMBUYAKBUYAK*
____________________________
**KISAH Seorang putra dari Ompu TUAN NAHODARAJA SIMBOLON ; selain dari ke6(enam) Putra terdahulunya yaitu :
1*TINAMBUNAN ,
2*TUMANGGOR ,
3*MAHARAJA ,
4*TURUTAN ,
5*PINAYUNGAN ,
6*NAHAMPUN ",
*lahirlah kemudian seorang PUTRA dari istrinya BORU HOTANG (istri pertama) dan di beri nama SIMBUYAK BUYAK•, Dari bawaan lahinya mempunyai keunikan dalam hal fisik yaitu cacat tidak mempunyai Tulang belakang yang kuat, sehingga pertumbuhan Tubuhnya tidak sempurna dan tidak dapat bangkit atau berdiri, hanya bisa duduk dan tidur, namun disisi lain SIMBUYAK BUYAK mempunyai suatu KESAKTIAN(BERTUAH)_________
π catatan" : Pada dasarnya sebutan RAJA bagi seorang PUTRA BATAK merupakan suatu bentuk GELAR KEHORMATAN", atas kemampuanya dalam bidang tertentu, yang dapat menjadi panutan dan teladan bagi kehidupan PERADABAN banyak orang, khususnya bidang pengetahuan sosial budaya , Tata Krama BATAK • **Kelahiran si Raja π SIMBUYAK BUYAK merupakan suatu"KAUL" dari seorang ayah si Tuan NAHODA RAJA SIMBOLON pada masa kejayaan dan kemakmurannya, Dia sangat mendambakan / menginginkan kelahiran seorang Putra lagi,selain dari putra-putrinya yang telah ada, untuk menikmati harta kekayaannya yang begitu melimpah. **Hasrat yang kuat dan menggebu hingga suatu waktu ketika kerabat dari istrinya ( hula-hula Raja SIHOTANG ) datang mengunjungi keluarganya di kuta DOLOK SIRINTUA ,hasrat yang menggelora dihati dengan sikap yang merajuk dan bersungut sungut Ompui si Tuan NAHODARAJA memohon kepada kemurahan dan ketulusan hati HULA-HULA Raja SIHOTANG agar MEMBERKATI rumah tangganya diberi keturunan (anak) oleh SANG KUASA yang kuat makan. Dan saat itu juga Keluarga HULA-HULA memberkati; " KIRANYA SANG KUASA MEMBERKATI PUTRI KAMI UNTUK MELAHIRKAN ANAK YANG KUAT MAKAN" ( sai tubuma dihamu borunami Anak na gogo mangan). Kemudian dalam waktu yang tidak terlalu lama menunggu sang istri boru HOTANG pun mengandung dan tiba waktunya bersalin melahirkan seorang putra dan diberi nama SIMBUYAK BUYAK. Namun apa yang hendak dikata, takdir yang Mahakuasa harus di terima, SIMBUYAK terlahir dengan cacat fisik, tubuhnya lunglai dan tulangnya sangat lemah terutama tulang belakangnya, sehingga tidak dapat menopang tubuhnya untuk berdiri, dan hanya bisa duduk atau tidur di sepanjang hari hari hidupnya. Tetapi satu hal yang menjadi kenyataan dimana Raja SIMBUYAK BUYAK sejak sesaat kelahirannya sudah menangis meminta makanan, dan hanya mau diam kalau sudah diberi makan oleh orang tuanya , pola makannya sangat luar biasa aneh, saat pagi hari diberi makan satu Tapak (piring ukuran kecil ) maka pada sore hari haruslah diberikan ukuran dua Tapak. Begitulah pola makan SIMBUYAK BUYAK berlipat ganda hari demi hari seiring dengan bertambah usianya. Perlahan lahan dan pasti harta kekayaan Ompui si Tuan NAHODARAJA pun terus terkuras untuk kebutuhan rumah tangganya terutama untuk kebutuhan anaknya SIMBUYAK BUYAK, bahkan mungkin sampai berhutang dimana mana, dan diriwayatkan pada akhirnya hartanya yang tersisa hanyalah sebuah Durian SIBATU PARANG (buah durian yang ukurannya sangat besar, jika musim berbuah hanya ada satu buahnya tiap pohon, tetapi rasanya sangat enak) , dan seekor ternak BABI RONTON ( yaitu ternak babi jantan yang telah disterilkan khusus pedaging). Kehidupan rumah tangga si Tuan NAHODARAJA semakin hari semakin sulit dan menderita, dan keberadaan SIMBUYAK BUYAK juga menjadi problema bagi saudara saudaranya karena apabila mereka pergi berladang harus turut serta dibawa dan digendong, mereka membuat sebuah gendongan dari anyaman kulit ARI dari pohon Walang / ANDILO(tali holu / disebut ANGKADANGAN ) , dan setiap saat mereka di ladang SIMBUYAK BUYAK selalu di gantung pada tungkul pohon yang sudah ditebang. Hari berganti hari, TINAMBUNAN bersaudara tumbuh semakin besar dan dewasa, mereka belajar dari penderitaan yang ada, sehingga mereka turut serta bertanggung jawab mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga. Pada suatu waktu di sore hari setelah pulang ke rumah dari ladang TINAMBUNAN dan adik adiknya sudah lapar lalu merekapun makan, namun tanpa sadar makanan yang selalu dipisahkan untuk bagian SIMBUYAK BUYAK (adiknya) itulah yang mereka makan (biasanya makanan untuk Simbuyak buyak selalu di pisahkan dari makanan kakak kakaknya oleh orang tuanya dalam bentuk /jenis menu yang sama).ternyata sesudah dimakan oleh keenam bersaudara walaupun lebih sedikit dari porsi yang semestinya , mereka merasa sangat kenyang, setelah di beritahu dan di tegur oleh orang tuanya, hati TINAMBUNAN Enam bersaudara menjadi marah, iri dan dengki terhadap adiknya SIMBUYAK BUYAK dan mereka menyangka orang tua telah pilih kasih. Sehingga timbul niat dibenak keenam bersaudara itu untuk membunuh SIMBUYAK BUYAK. Dalam cerita ini diriwayatkan oleh para leluhur terdahulu , bahwa insiatif Pembunuhan muncul pertama kali dari ucapan saudaranya siTURUTAN , pada awalnya kakak TINAMBUNAN dan TUMANGGOR menolaknya apabila diperlakukan dengan cara terang terangan karena mereka merasa kasihan juga. Kemudian atas saran dan pendapat saudaranya si MAHARAJA, akhirnya mereka memutuskan dengan cara yang lebih taktis dan sulit untuk dicurigai, enam bersaudara membawa adiknya SIMBUYAK BUYAK pergi ke hutan belantara dengan membuat alibi seakan mencari kayu bakar, ditengah hutan mereka memposisikan diri SIMBUYAK BUYAK di satu tempat lalu mereka menebang sebuah pohon besar dan merubuhkan ke arah SIMBUYAK BUYAK dengan maksud agar adiknya mati tertimpa pohon. Kemudian enam bersaudara segera pulang ke rumah dan meninggalkan adiknya itu di tengah hutan dengan keyakinan bahwa SIMBUYAK BUYAK telah mati, setibanya di rumah si enam bersaudara curiga, lalu memberanikan diri untuk menyapa;"apakah adinda ada di rumah?", ( na di jabu do ho anggi?)", ternyata SIMBUYAK BUYAK sudah ada di dalam kamar yang biasa ditempati dan lengkap dengan ANGKADANGANnya ( gendongan ), tanpa beban dan emosi SIMBUYAK BUYAK pun menyahut dengan nada lembut; " iya kakanda " ( ido hahang ). Mendengar sahutan SIMBUYAK BUYAK hati keenam bersaudara menjadi terbakar lalu merekapun merencanakan cara pembunuhan yang kedua kalinya. Pada suatu hari si enam bersaudara berangkat ke ladang untuk bekerja dan membawa serta adiknya SIMBUYAK BUYAK, setibanya di ladang mereka menggali lubang yang dalam di pinggir (tepian) ladang dengan alasan untuk alat jerat hama babi hutan, dan setelah selesai menggali , mereka menjatuhkan SIMBUYAK BUYAK ke dalam lubang, dan di sore harinya dengan rasa lega mereka pulang ke rumah meninggalkan adiknya berada dalam lubang yang dalam. Setelah langkah kaki enam bersaudara berhenti sejenak di depan pintu rumahnya terdengar desahan suara dari dalam rumah, membuat mereka tersentak kaget teringat akan keberadaan adiknya SIMBUYAK BUYAK,lalu mereka memberanikan diri untuk menyapa lagi ; "adakah adinda di rumah?"...dan seperti biasa dengan sigap dan lugas , SIMBUYAK BUYAK pun menjawab; "iya kakanda!". Dalam perasaan kesal dan sedikit mulai takut si enam bersaudara belum juga kehabisan akal untuk menghabisi nyawa SIMBUYAK BUYAK, pada kesempatan lain yang ketiga kalinya enam bersaudara sepakat membawa adiknya ke tepian sungai besar lalu mengeluarkan SIMBUYAK BUYAK dari Angkadangan (gendongan) dan menghanyutkannya di aliran/arus sungai yang sangat deras , sambil berdiam diri sebentar , dan mata yang tetap mengawasi laju hanyutnya SIMBUYAK BUYAK terbawa arus sungai sampai hilang dari pandangan, setelah itu mereka segera bergegas pulang ke rumah, di tengah perjalanan pulang sebenarnya perasaan ke enam bersaudara pun sudah resah dan gelisah membayangkan adiknya SIMBUYAK BUYAK akan kembali ada di rumah, dengan langkah setengah berlari si enam bersaudara ingin sesegera mungkin dapat menyaksikannya,apakah usaha mereka sudah berhasil menyingkirkan adiknya SIMBUYAK BUYAK, Atau sebaliknya sudah ada di rumah seperti beberapa kali terjadi ?....alangkah kecewa π nya mereka melihat π SIMBUYAK BUYAK sudah ada di rumah , dan seketika itu juga hati ♥ pikiran enam bersaudara menjadi terbuka dan sadar bahwa adiknya SIMBUYAK BUYAK adalah seorang yang *SAKTI* (BERTUAH)*, dengan wajah memelas dan prihatin SIMBUYAK BUYAK pun mengungkapkan perasaannya di hadapan kakak -kakaknya bahwa kelahirannya telah membuat saudaranya maupun orang tuanya menderita dan jatuh miskin, oleh sebab itulah"saudaranya berniat mau mengambil nyawanya", tetapi tidak berhasil karena semua itu sudah menjadi takdir yang MAHAKUASA, dan dia pun menyatakan penyesalannya terlahir dengan keadaan cacat...! Tetapi SIMBUYAK BUYAK berjanji untuk mengembalikan semua harta orang tuannya serta melunasi hutang yang ada dan memulihkan keadaan kekayaan seperti semula dengan caranya sendiri, asalkan ke enam saudaranya mau menuruti dan melakukan perintahnya • Beberapa hari kemudian SIMBUYAK BUYAK mengajak saudara saudaranya pergi untuk bekerja MARTODUNG (mencari kapur barus/HABURUON) ke Hutan arah Hilir Huta SIRINTUA/PARLILITAN yakni ke arah RAMBE/MANDUAMAS, mereka menyiapkan bekal makanan untuk kebutuhan sehari-hari , dan selama perjalanan menelusuri hutan, SIMBUYAK BUYAK meminta saudaranya untuk mencari kulit Ari pohon Welang/holu dan mengumpulkan sebanyak banyaknya, setelah sampai di DOLOK SIJAGAR mereka berhenti lalu mendirikan sebuah GUBUK untuk tempat mereka menginap mencari Kapur Barus ( martodung haburuon )• Di saat si enam bersaudara sibuk dengan urusan mencari kapur barus dari hari ke hari untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga dengan hasil yang tidak seberapa, sementara SIMBUYAK BUYAK di tinggalkan dalam gubuk dan kerjanya memintal tali holu/helu yang sangat panjang dari bahan yang dikumpulkan jauh hari sebelumnya, tetapi si enam bersaudara tidak mengusiknya bahkan diam saja walaupun tidak paham kegunaannya. Di suatu malam ketika saudara saudaranya tidur lelap, dengan KESAKTIANnya SIMBUYAK BUYAK pun keluar dari dalam gubuk sambil membawa tali helu yang di pintalnya, kemudian mengikatkan ujung tali yang satu ke tiang gubuk penginapan mereka, dengan tali yang di genggam, SIMBUYAK BUYAK pun meluncur ke arah pohon kapur barus lalu menarik tali helu dan melilitkannya ke setiap pohon kapur barus yang ada di sekitarnya, terdapat ratusan pohon telah terlilit dengan tali holu seperti untaian sampai diujungnya• Pada pagi harinya si enam bersaudara terkagum-kagum dan penuh sukacita melihat pohon kapur barus yang telah terlilit tali holu buatan SIMBUYAK BUYAK menghasilkan kapur barus sangat banyak sekali, diperkirakan setiap pohon yang bisanya menghasilkan 1(satu) liter/solup kapur barus menjadi berlipat ganda hingga 2(dua) kali hasil sebelumnya. Dan diriwayatkan bahwa Pohon yang terakhir yang terlilit tali holu itu , berisi / hasil yang paling banyak , mulai dari akar, batang, dahan dan rantingnya dipenuhi banyak sekali Kapur barus, diperkirakan cukup untuk membayar hutang hutang keluarga dan memulihkan kekayaan orang tuanya Tuan NAHODARAJA seperti semula • Lalu SIMBUYAK BUYAK pun menyuruh Saudaranya untuk menebang pohon yang pertama terlilit tali holu , lalu menimpa pohon pohon berikutnya dan rubuhlah seluruh pohon yang telah terlilit tali holu , hingga meluncur ke MUARA TAPUS (sungai yang mengalir ke laut Barus) di dekat pangkalan/pelabuhan MANDUAMAS•" ( bekas tanah/alur pelunjuran pohon pohon kapur barus dari Dolok Sijagar sampai di Muara Tapus nampak bersih karena tidak di tumbuhi oleh rerumputan maupun pohon pohon dan masih ada sampai sekarang )"• Dengan bersemangat si Enam bersaudara pun sibuk mengantarkan dan menjual haburuon(kapur barus) ke kota BARUS, disana orang (bangsa) Luar negeri telah siap untuk membelinya (kota Barus terkenal sebagai kota perdagangan pada zamannya). Ada pun sisa Kapur barus yang belum sempat terjual mereka kumpulkan di gubuk penginapan di Dolok Sijagar• Atas saran dari RAJA SIMBUYAK BUYAK mereka (si enam bersaudara) pun pulang ke kampung di DOLOK SIRINTUA dengan meninggalkan SIMBUYAK BUYAK sendirian di gubuk penginapan DOLOK SIJAGAR , untuk menyerahkan semua hasil penjualan Kapur barus yang mereka dapat kepada orangtuanya , agar segera melunasi semua hutang yang ada dan mengembalikan harta yang tergadai • Sebelum kembali ke gubuk penginapan Dolok Sijagar si enam bersaudara pun beristirahat semalaman di kampung Dolok SIRINTUA bersama orang tua mereka, pada saat itulah timbul niat dihati ke enam bersaudara mengadakan pesta (syukuran), mereka sepakat untuk memotong ternak satu-satunya yang masih tersisa milik keluarga yakni BABI π· RONTON, tanpa memperdulikan / melibatkan SIMBUYAK BUYAK yang di tinggal sendirian di gubuk penginapan Dolok Sijagar, ketika suara Jeritan BABI RONTON dipotong, saat itu pula DURIAN SIBATU PARANG yang ada dipekarangan rumah jatuh dari pohonnya, sehingga lengkaplah sukacita mereka, makan makanan yang lezat π dan sangat kenyang • **keesokan harinya si enam bersaudara kembali ke gubuk penginapan mereka di DOLOK SIJAGAR menemui adiknya SIMBUYAK BUYAK yang telah ditinggal sendirian, lalu mereka memberikan makanan yang dibawa dari rumah, tetapi SIMBUYAK BUYAK menolaknya, dengan rasa kecewa π dan marah π SIMBUYAK BUYAK pun menunjuk ke suatu arah, ternya kulit DURIAN dan Usus ternak BABI π· RONTON yang telah mereka (si enam bersaudara) buang ke sungai, ada di dalam gubuk penginapan mereka, kemudian dengan tata krama yang baik SIMBUYAK BUYAK pun berujar kepada saudara saudaranya; " sudahlah Kakanda (nunga bei Hahang)! ", saya sudah mengerti sekarang, dimata kalian saya sangat hina dan tidak berharga!!, ternak BABI RONTON satu-satunya milik kita dan buah DURIAN SIBATU PARANG sudah saudara saudara makan , tanpa mengajak saya!!!, karena itu saya sadar diri dengan tekat bulat untuk pergi jauh meninggalkan keluarga πͺ ini ke arah yang tak mungkin dapat dicari oleh siapapun!!!!, kemudian SIMBUYAK BUYAK menyuruh kakak kakaknya segera pulang ke rumah membawa orang tua serta saudara saudaranya datang ke gubuk penginapan di DOLOK SIJAGAR , supaya turut serta menyaksikan kepergiannya• Dihadapan orang tua dan kerabatnya SIMBUYAK BUYAK pun mengutarakan tekatnya untuk pergi selama lamanya, lalu membagi bagikan semua hasil Haburuon (kapur barus) yang belum sempat terjual kepada orang yang hadir saat itu, kemudian SIMBUYAK BUYAK menyiapkan sepotong batang pohon kapur barus ukuran sedepa, lalu membelahnya dengan SEMBILU (Kulit buluh), setelah terbelah, SIMBUYAK BUYAK pun berusaha masuk ke dalam liang/lubang batang pohon itu, sebelum menggelindingkan /mengeluncurkan tubuhnya kejurang DOLOK SIJAGAR, dia berpesan kepada saudaranya (si enam bersaudara) agar jangan memelihara ternak Babi π· Ronton dan menanam pohon Durian Sibatu parang ; karena tidak akan pernah mendapatkan hasil• di saat tubuh SIMBUYAK BUYAK yang ada di dalam liang /lubang potongan batang pohon kapur barus hampir meluncur /menggelinding ke jurang, tiba tiba saudara perempuannya BINTANG MARIA datang menghalangi, sambil menangis sejadi jadinya, meminta agar SIMBUYAK BUYAK jangan pergi meninggalkan mereka, dan memohon π maaf atas perlakuan saudaranya (si enam bersaudara), tetapi SIMBUYAK BUYAK menjawab agar BINTANG MARIA merelakan kepergiannya ke tempat yang jauh, dan berjanji akan mengirimkan Burung PAMAL dan Burung LUMPISTIK setiap sekali setahun untuk kebutuhan konsumsi daging mereka (saudaranya)• Diiringi tangisan semua keluarga dan kerabatnya SIMBUYAK BUYAK pun meluncur / menggelinding ke jurang DOLOK SIJAGAR sampai kelautan BARUS • Setelah kejadian itu si enam bersaudara beserta orang tua dan saudara saudaranya pulang ke kampung Huta DOLOK SIRINTUA (tano si6HUDON _PARLILITAN), meninggalkan Gubuk Penginapan DOLOK SIJAGAR _RAMBE MANDUAMAS)•
#_CATATAN** : Pesan terakhir RAJA π SIMBUYAK BUYAK kepada saudara saudaranya maupun kepada Keturunannya kelak :
1•Jangan memelihara ternak Babi π· Ronton, dan menanam pohon Durian Sibatu parang, karena tidak akan berhasil*,
2• akan mengirimkan Burung Pamal dan Burung Lumpistik setiap sekali setahun, untuk kebutuhan konsumsi daging *,
3• munculnya Burung /Pidong Inggal-Inggal..., pertanda dimulai (musim) menanam benih padi di ladang *
4• munculnya Burung/Pidong Tampar Ordang...., pertanda berakhir /selesai masa menanam benih padi di ladang, jika mengabaikan tanda-tanda ini melihat pertumbuhan padinya seperti daun bawang yang tidak akan berbuah •••| **terimakasih jika sudah membaca!!!! _&_selamat menambah pengetahuan _wawasan!!!•
by : hasoloan m simbolon ***__~__•.
*Tuan NAHODARAJA SIMBOLON* __________||_______________||__________
#Boru HOTANG #Boru LIMBONG
1]•Tinambunan 4]•Turutan
2]•Tumanggor 5]•Pinayungan
3]•Maharaja 6]•Nahampun
#]•Simbuyak buyak
_________~_________
*next : " L E G E N D A " # Ompu. BUAYA_•
____________________________
**KISAH Seorang putra dari Ompu TUAN NAHODARAJA SIMBOLON ; selain dari ke6(enam) Putra terdahulunya yaitu :
1*TINAMBUNAN ,
2*TUMANGGOR ,
3*MAHARAJA ,
4*TURUTAN ,
5*PINAYUNGAN ,
6*NAHAMPUN ",
*lahirlah kemudian seorang PUTRA dari istrinya BORU HOTANG (istri pertama) dan di beri nama SIMBUYAK BUYAK•, Dari bawaan lahinya mempunyai keunikan dalam hal fisik yaitu cacat tidak mempunyai Tulang belakang yang kuat, sehingga pertumbuhan Tubuhnya tidak sempurna dan tidak dapat bangkit atau berdiri, hanya bisa duduk dan tidur, namun disisi lain SIMBUYAK BUYAK mempunyai suatu KESAKTIAN(BERTUAH)_________
π catatan" : Pada dasarnya sebutan RAJA bagi seorang PUTRA BATAK merupakan suatu bentuk GELAR KEHORMATAN", atas kemampuanya dalam bidang tertentu, yang dapat menjadi panutan dan teladan bagi kehidupan PERADABAN banyak orang, khususnya bidang pengetahuan sosial budaya , Tata Krama BATAK • **Kelahiran si Raja π SIMBUYAK BUYAK merupakan suatu"KAUL" dari seorang ayah si Tuan NAHODA RAJA SIMBOLON pada masa kejayaan dan kemakmurannya, Dia sangat mendambakan / menginginkan kelahiran seorang Putra lagi,selain dari putra-putrinya yang telah ada, untuk menikmati harta kekayaannya yang begitu melimpah. **Hasrat yang kuat dan menggebu hingga suatu waktu ketika kerabat dari istrinya ( hula-hula Raja SIHOTANG ) datang mengunjungi keluarganya di kuta DOLOK SIRINTUA ,hasrat yang menggelora dihati dengan sikap yang merajuk dan bersungut sungut Ompui si Tuan NAHODARAJA memohon kepada kemurahan dan ketulusan hati HULA-HULA Raja SIHOTANG agar MEMBERKATI rumah tangganya diberi keturunan (anak) oleh SANG KUASA yang kuat makan. Dan saat itu juga Keluarga HULA-HULA memberkati; " KIRANYA SANG KUASA MEMBERKATI PUTRI KAMI UNTUK MELAHIRKAN ANAK YANG KUAT MAKAN" ( sai tubuma dihamu borunami Anak na gogo mangan). Kemudian dalam waktu yang tidak terlalu lama menunggu sang istri boru HOTANG pun mengandung dan tiba waktunya bersalin melahirkan seorang putra dan diberi nama SIMBUYAK BUYAK. Namun apa yang hendak dikata, takdir yang Mahakuasa harus di terima, SIMBUYAK terlahir dengan cacat fisik, tubuhnya lunglai dan tulangnya sangat lemah terutama tulang belakangnya, sehingga tidak dapat menopang tubuhnya untuk berdiri, dan hanya bisa duduk atau tidur di sepanjang hari hari hidupnya. Tetapi satu hal yang menjadi kenyataan dimana Raja SIMBUYAK BUYAK sejak sesaat kelahirannya sudah menangis meminta makanan, dan hanya mau diam kalau sudah diberi makan oleh orang tuanya , pola makannya sangat luar biasa aneh, saat pagi hari diberi makan satu Tapak (piring ukuran kecil ) maka pada sore hari haruslah diberikan ukuran dua Tapak. Begitulah pola makan SIMBUYAK BUYAK berlipat ganda hari demi hari seiring dengan bertambah usianya. Perlahan lahan dan pasti harta kekayaan Ompui si Tuan NAHODARAJA pun terus terkuras untuk kebutuhan rumah tangganya terutama untuk kebutuhan anaknya SIMBUYAK BUYAK, bahkan mungkin sampai berhutang dimana mana, dan diriwayatkan pada akhirnya hartanya yang tersisa hanyalah sebuah Durian SIBATU PARANG (buah durian yang ukurannya sangat besar, jika musim berbuah hanya ada satu buahnya tiap pohon, tetapi rasanya sangat enak) , dan seekor ternak BABI RONTON ( yaitu ternak babi jantan yang telah disterilkan khusus pedaging). Kehidupan rumah tangga si Tuan NAHODARAJA semakin hari semakin sulit dan menderita, dan keberadaan SIMBUYAK BUYAK juga menjadi problema bagi saudara saudaranya karena apabila mereka pergi berladang harus turut serta dibawa dan digendong, mereka membuat sebuah gendongan dari anyaman kulit ARI dari pohon Walang / ANDILO(tali holu / disebut ANGKADANGAN ) , dan setiap saat mereka di ladang SIMBUYAK BUYAK selalu di gantung pada tungkul pohon yang sudah ditebang. Hari berganti hari, TINAMBUNAN bersaudara tumbuh semakin besar dan dewasa, mereka belajar dari penderitaan yang ada, sehingga mereka turut serta bertanggung jawab mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga. Pada suatu waktu di sore hari setelah pulang ke rumah dari ladang TINAMBUNAN dan adik adiknya sudah lapar lalu merekapun makan, namun tanpa sadar makanan yang selalu dipisahkan untuk bagian SIMBUYAK BUYAK (adiknya) itulah yang mereka makan (biasanya makanan untuk Simbuyak buyak selalu di pisahkan dari makanan kakak kakaknya oleh orang tuanya dalam bentuk /jenis menu yang sama).ternyata sesudah dimakan oleh keenam bersaudara walaupun lebih sedikit dari porsi yang semestinya , mereka merasa sangat kenyang, setelah di beritahu dan di tegur oleh orang tuanya, hati TINAMBUNAN Enam bersaudara menjadi marah, iri dan dengki terhadap adiknya SIMBUYAK BUYAK dan mereka menyangka orang tua telah pilih kasih. Sehingga timbul niat dibenak keenam bersaudara itu untuk membunuh SIMBUYAK BUYAK. Dalam cerita ini diriwayatkan oleh para leluhur terdahulu , bahwa insiatif Pembunuhan muncul pertama kali dari ucapan saudaranya siTURUTAN , pada awalnya kakak TINAMBUNAN dan TUMANGGOR menolaknya apabila diperlakukan dengan cara terang terangan karena mereka merasa kasihan juga. Kemudian atas saran dan pendapat saudaranya si MAHARAJA, akhirnya mereka memutuskan dengan cara yang lebih taktis dan sulit untuk dicurigai, enam bersaudara membawa adiknya SIMBUYAK BUYAK pergi ke hutan belantara dengan membuat alibi seakan mencari kayu bakar, ditengah hutan mereka memposisikan diri SIMBUYAK BUYAK di satu tempat lalu mereka menebang sebuah pohon besar dan merubuhkan ke arah SIMBUYAK BUYAK dengan maksud agar adiknya mati tertimpa pohon. Kemudian enam bersaudara segera pulang ke rumah dan meninggalkan adiknya itu di tengah hutan dengan keyakinan bahwa SIMBUYAK BUYAK telah mati, setibanya di rumah si enam bersaudara curiga, lalu memberanikan diri untuk menyapa;"apakah adinda ada di rumah?", ( na di jabu do ho anggi?)", ternyata SIMBUYAK BUYAK sudah ada di dalam kamar yang biasa ditempati dan lengkap dengan ANGKADANGANnya ( gendongan ), tanpa beban dan emosi SIMBUYAK BUYAK pun menyahut dengan nada lembut; " iya kakanda " ( ido hahang ). Mendengar sahutan SIMBUYAK BUYAK hati keenam bersaudara menjadi terbakar lalu merekapun merencanakan cara pembunuhan yang kedua kalinya. Pada suatu hari si enam bersaudara berangkat ke ladang untuk bekerja dan membawa serta adiknya SIMBUYAK BUYAK, setibanya di ladang mereka menggali lubang yang dalam di pinggir (tepian) ladang dengan alasan untuk alat jerat hama babi hutan, dan setelah selesai menggali , mereka menjatuhkan SIMBUYAK BUYAK ke dalam lubang, dan di sore harinya dengan rasa lega mereka pulang ke rumah meninggalkan adiknya berada dalam lubang yang dalam. Setelah langkah kaki enam bersaudara berhenti sejenak di depan pintu rumahnya terdengar desahan suara dari dalam rumah, membuat mereka tersentak kaget teringat akan keberadaan adiknya SIMBUYAK BUYAK,lalu mereka memberanikan diri untuk menyapa lagi ; "adakah adinda di rumah?"...dan seperti biasa dengan sigap dan lugas , SIMBUYAK BUYAK pun menjawab; "iya kakanda!". Dalam perasaan kesal dan sedikit mulai takut si enam bersaudara belum juga kehabisan akal untuk menghabisi nyawa SIMBUYAK BUYAK, pada kesempatan lain yang ketiga kalinya enam bersaudara sepakat membawa adiknya ke tepian sungai besar lalu mengeluarkan SIMBUYAK BUYAK dari Angkadangan (gendongan) dan menghanyutkannya di aliran/arus sungai yang sangat deras , sambil berdiam diri sebentar , dan mata yang tetap mengawasi laju hanyutnya SIMBUYAK BUYAK terbawa arus sungai sampai hilang dari pandangan, setelah itu mereka segera bergegas pulang ke rumah, di tengah perjalanan pulang sebenarnya perasaan ke enam bersaudara pun sudah resah dan gelisah membayangkan adiknya SIMBUYAK BUYAK akan kembali ada di rumah, dengan langkah setengah berlari si enam bersaudara ingin sesegera mungkin dapat menyaksikannya,apakah usaha mereka sudah berhasil menyingkirkan adiknya SIMBUYAK BUYAK, Atau sebaliknya sudah ada di rumah seperti beberapa kali terjadi ?....alangkah kecewa π nya mereka melihat π SIMBUYAK BUYAK sudah ada di rumah , dan seketika itu juga hati ♥ pikiran enam bersaudara menjadi terbuka dan sadar bahwa adiknya SIMBUYAK BUYAK adalah seorang yang *SAKTI* (BERTUAH)*, dengan wajah memelas dan prihatin SIMBUYAK BUYAK pun mengungkapkan perasaannya di hadapan kakak -kakaknya bahwa kelahirannya telah membuat saudaranya maupun orang tuanya menderita dan jatuh miskin, oleh sebab itulah"saudaranya berniat mau mengambil nyawanya", tetapi tidak berhasil karena semua itu sudah menjadi takdir yang MAHAKUASA, dan dia pun menyatakan penyesalannya terlahir dengan keadaan cacat...! Tetapi SIMBUYAK BUYAK berjanji untuk mengembalikan semua harta orang tuannya serta melunasi hutang yang ada dan memulihkan keadaan kekayaan seperti semula dengan caranya sendiri, asalkan ke enam saudaranya mau menuruti dan melakukan perintahnya • Beberapa hari kemudian SIMBUYAK BUYAK mengajak saudara saudaranya pergi untuk bekerja MARTODUNG (mencari kapur barus/HABURUON) ke Hutan arah Hilir Huta SIRINTUA/PARLILITAN yakni ke arah RAMBE/MANDUAMAS, mereka menyiapkan bekal makanan untuk kebutuhan sehari-hari , dan selama perjalanan menelusuri hutan, SIMBUYAK BUYAK meminta saudaranya untuk mencari kulit Ari pohon Welang/holu dan mengumpulkan sebanyak banyaknya, setelah sampai di DOLOK SIJAGAR mereka berhenti lalu mendirikan sebuah GUBUK untuk tempat mereka menginap mencari Kapur Barus ( martodung haburuon )• Di saat si enam bersaudara sibuk dengan urusan mencari kapur barus dari hari ke hari untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga dengan hasil yang tidak seberapa, sementara SIMBUYAK BUYAK di tinggalkan dalam gubuk dan kerjanya memintal tali holu/helu yang sangat panjang dari bahan yang dikumpulkan jauh hari sebelumnya, tetapi si enam bersaudara tidak mengusiknya bahkan diam saja walaupun tidak paham kegunaannya. Di suatu malam ketika saudara saudaranya tidur lelap, dengan KESAKTIANnya SIMBUYAK BUYAK pun keluar dari dalam gubuk sambil membawa tali helu yang di pintalnya, kemudian mengikatkan ujung tali yang satu ke tiang gubuk penginapan mereka, dengan tali yang di genggam, SIMBUYAK BUYAK pun meluncur ke arah pohon kapur barus lalu menarik tali helu dan melilitkannya ke setiap pohon kapur barus yang ada di sekitarnya, terdapat ratusan pohon telah terlilit dengan tali holu seperti untaian sampai diujungnya• Pada pagi harinya si enam bersaudara terkagum-kagum dan penuh sukacita melihat pohon kapur barus yang telah terlilit tali holu buatan SIMBUYAK BUYAK menghasilkan kapur barus sangat banyak sekali, diperkirakan setiap pohon yang bisanya menghasilkan 1(satu) liter/solup kapur barus menjadi berlipat ganda hingga 2(dua) kali hasil sebelumnya. Dan diriwayatkan bahwa Pohon yang terakhir yang terlilit tali holu itu , berisi / hasil yang paling banyak , mulai dari akar, batang, dahan dan rantingnya dipenuhi banyak sekali Kapur barus, diperkirakan cukup untuk membayar hutang hutang keluarga dan memulihkan kekayaan orang tuanya Tuan NAHODARAJA seperti semula • Lalu SIMBUYAK BUYAK pun menyuruh Saudaranya untuk menebang pohon yang pertama terlilit tali holu , lalu menimpa pohon pohon berikutnya dan rubuhlah seluruh pohon yang telah terlilit tali holu , hingga meluncur ke MUARA TAPUS (sungai yang mengalir ke laut Barus) di dekat pangkalan/pelabuhan MANDUAMAS•" ( bekas tanah/alur pelunjuran pohon pohon kapur barus dari Dolok Sijagar sampai di Muara Tapus nampak bersih karena tidak di tumbuhi oleh rerumputan maupun pohon pohon dan masih ada sampai sekarang )"• Dengan bersemangat si Enam bersaudara pun sibuk mengantarkan dan menjual haburuon(kapur barus) ke kota BARUS, disana orang (bangsa) Luar negeri telah siap untuk membelinya (kota Barus terkenal sebagai kota perdagangan pada zamannya). Ada pun sisa Kapur barus yang belum sempat terjual mereka kumpulkan di gubuk penginapan di Dolok Sijagar• Atas saran dari RAJA SIMBUYAK BUYAK mereka (si enam bersaudara) pun pulang ke kampung di DOLOK SIRINTUA dengan meninggalkan SIMBUYAK BUYAK sendirian di gubuk penginapan DOLOK SIJAGAR , untuk menyerahkan semua hasil penjualan Kapur barus yang mereka dapat kepada orangtuanya , agar segera melunasi semua hutang yang ada dan mengembalikan harta yang tergadai • Sebelum kembali ke gubuk penginapan Dolok Sijagar si enam bersaudara pun beristirahat semalaman di kampung Dolok SIRINTUA bersama orang tua mereka, pada saat itulah timbul niat dihati ke enam bersaudara mengadakan pesta (syukuran), mereka sepakat untuk memotong ternak satu-satunya yang masih tersisa milik keluarga yakni BABI π· RONTON, tanpa memperdulikan / melibatkan SIMBUYAK BUYAK yang di tinggal sendirian di gubuk penginapan Dolok Sijagar, ketika suara Jeritan BABI RONTON dipotong, saat itu pula DURIAN SIBATU PARANG yang ada dipekarangan rumah jatuh dari pohonnya, sehingga lengkaplah sukacita mereka, makan makanan yang lezat π dan sangat kenyang • **keesokan harinya si enam bersaudara kembali ke gubuk penginapan mereka di DOLOK SIJAGAR menemui adiknya SIMBUYAK BUYAK yang telah ditinggal sendirian, lalu mereka memberikan makanan yang dibawa dari rumah, tetapi SIMBUYAK BUYAK menolaknya, dengan rasa kecewa π dan marah π SIMBUYAK BUYAK pun menunjuk ke suatu arah, ternya kulit DURIAN dan Usus ternak BABI π· RONTON yang telah mereka (si enam bersaudara) buang ke sungai, ada di dalam gubuk penginapan mereka, kemudian dengan tata krama yang baik SIMBUYAK BUYAK pun berujar kepada saudara saudaranya; " sudahlah Kakanda (nunga bei Hahang)! ", saya sudah mengerti sekarang, dimata kalian saya sangat hina dan tidak berharga!!, ternak BABI RONTON satu-satunya milik kita dan buah DURIAN SIBATU PARANG sudah saudara saudara makan , tanpa mengajak saya!!!, karena itu saya sadar diri dengan tekat bulat untuk pergi jauh meninggalkan keluarga πͺ ini ke arah yang tak mungkin dapat dicari oleh siapapun!!!!, kemudian SIMBUYAK BUYAK menyuruh kakak kakaknya segera pulang ke rumah membawa orang tua serta saudara saudaranya datang ke gubuk penginapan di DOLOK SIJAGAR , supaya turut serta menyaksikan kepergiannya• Dihadapan orang tua dan kerabatnya SIMBUYAK BUYAK pun mengutarakan tekatnya untuk pergi selama lamanya, lalu membagi bagikan semua hasil Haburuon (kapur barus) yang belum sempat terjual kepada orang yang hadir saat itu, kemudian SIMBUYAK BUYAK menyiapkan sepotong batang pohon kapur barus ukuran sedepa, lalu membelahnya dengan SEMBILU (Kulit buluh), setelah terbelah, SIMBUYAK BUYAK pun berusaha masuk ke dalam liang/lubang batang pohon itu, sebelum menggelindingkan /mengeluncurkan tubuhnya kejurang DOLOK SIJAGAR, dia berpesan kepada saudaranya (si enam bersaudara) agar jangan memelihara ternak Babi π· Ronton dan menanam pohon Durian Sibatu parang ; karena tidak akan pernah mendapatkan hasil• di saat tubuh SIMBUYAK BUYAK yang ada di dalam liang /lubang potongan batang pohon kapur barus hampir meluncur /menggelinding ke jurang, tiba tiba saudara perempuannya BINTANG MARIA datang menghalangi, sambil menangis sejadi jadinya, meminta agar SIMBUYAK BUYAK jangan pergi meninggalkan mereka, dan memohon π maaf atas perlakuan saudaranya (si enam bersaudara), tetapi SIMBUYAK BUYAK menjawab agar BINTANG MARIA merelakan kepergiannya ke tempat yang jauh, dan berjanji akan mengirimkan Burung PAMAL dan Burung LUMPISTIK setiap sekali setahun untuk kebutuhan konsumsi daging mereka (saudaranya)• Diiringi tangisan semua keluarga dan kerabatnya SIMBUYAK BUYAK pun meluncur / menggelinding ke jurang DOLOK SIJAGAR sampai kelautan BARUS • Setelah kejadian itu si enam bersaudara beserta orang tua dan saudara saudaranya pulang ke kampung Huta DOLOK SIRINTUA (tano si6HUDON _PARLILITAN), meninggalkan Gubuk Penginapan DOLOK SIJAGAR _RAMBE MANDUAMAS)•
#_CATATAN** : Pesan terakhir RAJA π SIMBUYAK BUYAK kepada saudara saudaranya maupun kepada Keturunannya kelak :
1•Jangan memelihara ternak Babi π· Ronton, dan menanam pohon Durian Sibatu parang, karena tidak akan berhasil*,
2• akan mengirimkan Burung Pamal dan Burung Lumpistik setiap sekali setahun, untuk kebutuhan konsumsi daging *,
3• munculnya Burung /Pidong Inggal-Inggal..., pertanda dimulai (musim) menanam benih padi di ladang *
4• munculnya Burung/Pidong Tampar Ordang...., pertanda berakhir /selesai masa menanam benih padi di ladang, jika mengabaikan tanda-tanda ini melihat pertumbuhan padinya seperti daun bawang yang tidak akan berbuah •••| **terimakasih jika sudah membaca!!!! _&_selamat menambah pengetahuan _wawasan!!!•
by : hasoloan m simbolon ***__~__•.
*Tuan NAHODARAJA SIMBOLON* __________||_______________||__________
#Boru HOTANG #Boru LIMBONG
1]•Tinambunan 4]•Turutan
2]•Tumanggor 5]•Pinayungan
3]•Maharaja 6]•Nahampun
#]•Simbuyak buyak
_________~_________
*next : " L E G E N D A " # Ompu. BUAYA_•
Tuan.NAHODARAJA SIMBOLON & generasi si6HUDON• #
@L E G E N D A#. (tarombo/turi-turian/suhut-suhutan) *TUAN NAHODARAJA SIMBOLON* *__________________
"si Tuan NAHODARAJA"mempunyai 7(tujuh) saudara kandung dari orangtua
(ayah)SIMBOLON TUA :
*1.Tuan.NAHODARAJA,
*2. ALTONGNABEGU.
*3.PANDE SAHATA
*4.PANIHAI/TIHA RAJA/JUARA BULAN
*5.Tuan SUHUT NIHUTA
*6.RajaHAPOTAN.
*7.SIRIMBANG.
**catatan π: Suku/orang BATAK menganut Sistem sosial yg mementingkan garis keturunan Ayah =>PATRIARK SEKANDUNG = SEAYAH (satu ayah ). __________________________________
# Barita ni Ompunta si Tuan NAHODARAJA π na ro sian huta Pusuk Buhit Pulo Samosir tu tano si onom hudon• ______
**Ia Ompunta siTuan.NAHODARAJA, songonon ma barita na nidok ni Ompunta naparjolo i ;Naringgas do ibana mardalani,jala naringgas marburu marhite hite namarUltop (senjata : Ultop=Tulup) manembaki angka Binatang na diharangan•
**Jadi dung lam magodang ibana, lam dao nang pardalananna, sian Pulo Samosir huta pusuk Buhit torus tu tombak SIGUMPAR.
***Parbonsir ni Ompunta si Tuan NAHODARAJA bungkas sian Toba.( Samosir) ima siala na marbadai na nioli (ripe) ni nasida na marhaha Anggi, ai 4 (opat) nasida sajabu. (ruma), ima:
1. si Tuan.NAHODARAJA,
2. si ALTONG,
3. si PANDE,
4. si TIHA RAJA,
**Ompunta si Tuan.NAHODARAJA na ringgas do marburu tu nadao tutombak , olo do leleng-leleng asa mulak tuhuta, jala ingkon mamboan juhut/jagal do ibana asa mulak asa sonang rohana. Dinasahali mulak ma Ompui si Tuan NAHODARAJA tu huta, disi sahat tu jabu (ruma) sai marungut-ungut ma di bege na niolina i ( istri.Boru HOTANG), patolu halihon ma antong ibana mulak tu Huta sian pardalananna , sai di begedo ungut-ungut ni ompu boru Hotang i jala di dokhon "PAULAK MA AU TUHUTA NAMI tu DAMANG-DAINANG"huhut manetek ilu ni ompu boru HOTANG i. Dungi di patangkas Ompui ma tu Ompu boru Hotang , "alani aha do Sai di dok ho songoni ? , aha namambahen hansit ni roham ?", laos di alusi Ompu boru Hotang ma mandok, " sudena nanioli (istri) ni Angginta i sai sogo rohana marnida ( mamereng ) au "...sai marmihim-mihim halak i na tolu maradophon au.alai dang hu boto manang aha do umbahen songoni!!. Molo Lao do ompu boru hotang tuTapian (pansur) di isi ma poting nai(panguhatan sian bulu godang) dungi di pantikon (dipajonngjong)ma jolo tu tano andorang so mulak tu huta , hape laos marbustak-bustak (lumpur)do ihur ni poting nai diboan tu jabu, di bereng anggina na tolu ma songoni, ido alana sai marhusip husip anggina na tolu i. Jadi ndang sonang beroha ni Ompui si TuanNAHODARAJA umbegesa ungut ungut ni Ompu boru HOTANG i, sai mangido paulahon tu huta ni natua tuana. Di sada tingki di papungu ma bohalna , borhat ma Ompui si tuan NAHODARAJA dohot boruHOTANG manadinghon huta PUSUK BUHIT (pulo samosir), jala tangkas do di ida anggina na tolu i parborhat ni Ompui.
** Dungi sahat ma nasida tu SIGUMPAR, Laos siani ma nasida marhuta tu DOLOK SIRINTUA (digoari TANO Si6HUDON). **Nunga tung leleng be dang haidaan Ompu Si Tuan NAHODARAJA dohot inanta BORU HOTANG di huta pusuk buhit(pulo Samosir) ; Marbulan dohot martaon taon, polado putus harapan ni natorasna/natua-tuana marningot na so idaonna be TuanNAHODARAJA sian sundut tusundut.
**Mansai sonang do roha ni Ompunta si Tuan NAHODA RAJA mangingani tano si6HUDON i, jala tarbortik do dirohana naso olo be ibana mulak tu hutana di Pusuk buhit (toba-samosir). Jala dibaen nasida ma di luat i hatana lain sian hata TOBA, songoni nang adat dohot parjambaran di angka pesta nasida dipasuhar suhar ma, asing sian nasomal di Toba/ Samosir. Alai molo goar ni Ompu si tuan NAHODARAJA hot do dipanggoarina, ala goar na niririt doi sian natorasna andorang so tubu dope iba na nahinan. Dung lam sadia leleng Ompui si Tuan NAHODARAJA di si Onom hudon, mangoli ma muse tu sada boru ima boru LIMBONG , jadi pinompar(anak)na ima :
" Tubu ni ompu boru Hotang;
1. TAMBUN (di hata Toba) gabe digoari ma TINAMBUNAN (di hata Dairi).
2*. TANGGOR (di hata Toba) gabe digoari ma TUMANGGOR (di hata diri)
3*. MANGARAJA /RAJA (dihata Toba) gabe digoari ma MAHARAJA ( di hata dairi).
"Sian tubu ni ompu boru LIMBONG ;
4*.TURUT (di hataToba) gabe di goarima TURUTAN (dihata dairi).
5*. PAYUNG (di hata Toba) gabe di goarima PINAYUNGAN (di hata dairi).
6*. AMPUDAN (di hata Toba) gabe di garima NAHAMPUN(dihata dairi).
[•]. BORUNA_ima: 1"LUMANGGO/LUMONGGA ( mate
poso /namarbaju dope >kisah unik & tragisdarikematiannya)• 2"BINTANG MARIA (marhamulian tu marga Nainggolan/ gelar: Datu parulas/ adong tihasna, ima simalolongna holan sada do).
**Jala sian GOAR (hata DAIRI) ni anak Tuan NAHODA RAJA ima nagabe MARGA di angka pinomparna sahat tu sadari on• **Jadi dung lam leleng Ompunta si Tuan NAHODARAJA maringanan di Tano si6HUDON, lam denggan do Parngoluanna , pola do targoar ibana namora JONG, Ai bidang do haumana, godang do horbona , jala tung bahat do Dorbiana (pinahanna) asa tung di goari luatna do Ompu "TUAN NAMORA" alai nangpe songoni gabe marsak jala di orong-orongkon Ompunta i do na hurang Torop nasida(anakna) nalaho manganton sinadongan nai, tarida doi hatana nasai mandok_ ,"Tuaha ma bahenon sude Artaon" Solaos/sosuda beon, ise ma manganton i?, jala sadia ma suda hita!?" ninna Ompui na martua tuai.•
*Nunga tarbarita be hamoraon ni Ompunta si Tuan NAHODARAJA i sahat ro diluat na asing, jala di sada tingki ro do antong RAJA NI HULA HULA na parjolo i ima HULA-HULA marga SIHOTANG sian TOBA(pulo samosir) laho manghalungunton parboruonna, bere/ibebere nai sude, laos di boan do dengke SIMUDUR -UDUR(dengke Toba/IHAN) huhut mambo an sipanganon na hombar tu adat-adat nahinan ima INDAHAN UPA-UPA (indahan Dimpu) na mardongan pasu pasu manangHABUASI(HUHUASI) sipanganon. Jala dibahen Hula-hula Raja Sihotang do inganan ni sipanganon na binoan nasida i ima 6 (onom) hudon (Hudon na di topa sian tano liat), Alai di tadinghon do hudon i di namulak hula-hula Raja Sihotang tu hutana di Toba(pulo samosir). Jala marmula sian hudon na 6(onom) ido na tinadinghon ni Hula-hula Raja SIHOTANG i, na gabe SEJARAH panggoari /GELAR ni POMPARAN Ompu si Tuan NAHODARAJA i diluat DOLOK SIRINTUA nahumaliang ima : "Si6HUDON", sahat ro di sadarion.• Nang di jolo ni hula-hula Raja Sihotangpe tong tong do diungut-unguthon Ompu si Tuan NAHODARAJA holso ni rohanai ima na hurang torop nasida/ pinomparna (anakna) nalaho manganton hamoraon nai, pola do di pangidohon tu Sangap ni angka Raja Hula-hula asa adong Pinomparna (anakna) na gogo mangan laho manganton hamoraon nasuk suki, dungi mamasu masuma antong Hula-hula Raja Sihotang tu Boruna namandok ;
" SAI ROMA ANTONG DI HAMUNA ANAK NAGOGO MANGAN TU JOLOANSA ON " dihamuna boru nami .•
*Jadi dapot ma bulanna, jala gokma di arina gabe gabean ma inanta Ompu boru HOTANG, ditubuhon ma sada anak na margoar SIMBUYAK-BUYAK; Alai adong do TIHAS (hahurangan ni pamatangna , ima tubu ibana ndang marholi holi), Tohodo tutu PASU-PASU ni Hula-hula Raja SIHOTANG i, ia Ompunta si Raja SIMBUYAK-BUYAK i sadari dung tubu ibana tu hasiangan on, mintor tangis do mangido Mangan, jala ingkon marlipat-lipat do parpanganonna,molo mangan manogotna satapak, ingkon dua tapak ma di bodarina, songon songonima sahat tu ari namangihutna. Jadi gabe i ma dalanna parsudani Hamoraon Ompunta si Tuan NAHODARAJA i, ndada holan sada pinahan(babi) Ronton , dohot sangkibung Tarutung SIBATU PARANG, inama na tading.•
**Di pudian niari barita ni Ompunta si Tuan NAHODARAJA i, ima disada tingki dung magodang jala marhasohotan (hotripe/rumah tangga sude angka Pinomparna(anaknai), tarsunggulma tu Rohana Malungun marnida huta hatubuan nai, ima PUSUK BUHIT (Pulo Sa mosir) dohot di angka Angginai. Dinamulak Ompui si Tuan NAHODARAJA tu TOBA (SAMOSIR) Laos dang ro be ibana tu huta si6HUDON, Jala mambuat boru do muse Ompui disi, sada ma anakna , dibaenma goarna " si TUAN RADING Raja NABOLON "; jala dangbe diboto Ompui manang naung piga Pahompuna sian tubu ni anakna na dihuta si6HuDON i. Alai sian nasopanagaman nirohana,dung leleng Ompu si Tuan NAHODARAJA di Toba (samosir), ro do Pahompuna mandapothon ibana tu Toba (samosir) Anak ni si NAHAMPUN (Pahompu sian anak siampudan ni Ompunta si Tuan NAHODARAJA na sian si6HUDON) , na dijujui/di suruh natua tuana, ima si NAHAMPUN , siala malungun rohana marnida natoras nai si Tuan NAHODARAJA i.•....Alai dung pajumpa Ompui si Tuan NA HODA RAJA dohot pahompuna Anak ni NAHAMPUN i di Toba (Samosir) didokhon dang olobe mulak Pahompunai tu si6HUDON,laos disima ibana tading sahat tu namarujung ngoluni Ompui si Tuan NAHODARAJA• Molo barita sian angka situa-tua naparjolo mandok, na ditiopi Ompunta siTuan NAHODARAJA i do Pahompunai (siNAHAMPUN i) asa adong dongan ni Anakna ima si TUAN RADING Raja NABOLON. jala tong tong do anak Hasian ni Ompui di baen na duai , ima si Tuan RADING Raja NABOLON dohot si NAHAMPUN i, ai rap sian Pudanando nasida nadua , jala di baen do Goarni Pahompunai ima anakni NAHAMPUN i si NAHAMPUNG (alias: NAHAMPUNG NAHAMPUN). Sian ima dalanna umbahen adong NAHAMPUNG nang angka Pinomparna di TOBA(Pulo samosir) sahat rodi Saonari on .•(mungkin saat ini menyebut marganya menjadi SIMBOLON).
___________________________________
**Catatan π & Ringkasan :
*TINAMBUNAN >[bhs:Dairi] = TAMBUN >[bhs:Toba] _artinya : sebutan pada suatu situasi pertanian yaitu panenan padi yg sudah tiba waktunya untuk menuai dimana bulir bulir padinya sudah matang dan sangat BERNAS ( berisi) = TAMBUN.• *TUMANGGOR >(bhs:Dairi) = TANGGOR >(Bhs;Toba) , artinya : Kepribadian yang kuat, teguh, dewasa dan tenang (TANG),& berprilaku jujur,lurus, tidak neko neko (tiGOR).•
*MAHARAJA >(bhs:Dairi)= MANGARAJA >(bhs:Toba) : MANGA - RAJA; _artinya :menunjuk pada suatu sifat (karakter) yang mau/ingin selalu memberi inspiresi, pertimbangan,dan nasehat bagi kepemimpinan yang baik dan benar.• *TURUTAN >{bhs:Dairi} = TURUT>{bhs:Toba} ;_artinya : Suatu Pernyataan telah hadir dan menjadi peserta/anggota secara runtun (dohot,ihut,padodot, padodor).•
*PINAYUNGAN >[bhs:Dairi) = PAYUNG >[bhs:Toba]; artinya :Menunjuk pada suatu karakter yang dapat di andalkan dan diharapkan untuk melindungi, mengayomi , dan mempersatukan sesamanya.•
*NAHAMPUN >{bhs:Dairi} = AMPUDAN >{bhs:Toba}; artinya : NAHA - MPUN = AM - PUDAN : menunjuk pada suatu kenyataan bahwa telah lahir anak yang bungsu (bontot). ; NAHA=AM = Anak . MPUN=PUDAN = BUNGSU.
Jadi, NAHAMPUN = ANAK BUNGSU.•
*SIMBUYAK BUYAK = > berasal dari bahasa BATAK KUNO/tulen, artinya : SI-M-BU-YAK BU-YAK = SIM-BU-YAK-BU-YAK : SI = anak Raja ( = RAJA ) ; M = Par=kawan ( dongan ) ; BU-YAK = Lahir (tubu) ; jadi : dibaca bhs ind baku = RAJA KAWAN LAHIR -> = RAJA PARTUBU atau RAJA DONGAN TUBU. maka : SIMBUYAK BUYAK artinya : Raja kawan lahir , telah Lahir > = RAJA PARTUBU (DONGAN TUBU) , nunga tubu.•
*# SI atau SIM > (SI+M) yang di sematkan di awalan kata (menunjuk pada pribadi/ marga) , mempunyai arti sebagai ANAK RAJA = RAJA (bhs:batak kuno), jadi, kata "SI" dalam sebutan marga BATAK tidak sama artinya dlm KAMUS bhs indonesi,,! Contoh : SIMBOLON = ANAK RAJA BOLON.**RAJA BOLON ialah : "RAJA NAIAMBATON"( P A R N A ).
#SIMBOLON atau disebut juga SIMBOLON TUA ( simbolon namartua karena banyak anak dan keturunannya)
*# sesuai dengan Hikayat (turi-turian) tersebut di atas, dapat di pastikan(menurut tutur kami), bahwa tidak ada pomparan/keturunan dari RAJA BOLON atau RAJA NAIAMBATON (P A R N A) yang bernama NAHAMPUN TUA, Sebagaimana di sebut oleh beberapa pihak (Tarombo versi lain), karena kata NAHAMPUN berasal dari bahasa/dialek DAIRI, bukan TOBA (tempat asalnya RAJA NAIAMBATON), kemungkinan ada kesalahan dari beberapa pihak yang menafsirkan bahwa cucu dari Ompui Tuan NAHODARAJA yang tinggal menetap di TOBA (pulo samosir) , yaitu anak dari NAHAMPUN /si6HUDON ,diyakini adalah anak dari Raja BOLON / RAJA NAIAMBATON,sehingga mereka sebutlah dalam silsilah/Tarombonya, bahwa : RAJA BOLON / RAJA NAIAMBATON mempunyai Anak sbb :
1•SIMBOLON TUA
2•TAMBA TUA
3•SARAGI TUA.
4•MUNTE TU.
5•NAHAMPUN TUA.
* dari segi Tutur BATAK TOBA , CICIT/ SIMINIK biasanya juga di sebut (tutur) ANAK MANGULAHI atau biasa bertuturkan ANAK, kemungkinan pemahaman inilah yang membuat kesalahannya.•
**# terima kasih kepada semua yang telah membaca tulian tentang LEGENDA(turi-turian/suhut-suhutan) ini, semoga bermanfaat & menambah wawasan kita bersama!!!*
***TERIMAKASIH***
*Penulis by ;
HASOLOAN M SIMBOLON•
nama lahir : Hasoloan Maharaja Simbolon Tempat/Tgl.lahir : Sibolga.19-6-1965. nama populer(umum):Hasoloan Simbolon. Generasi ke14(nomor urut 15) dari Ompu MAHARADJA•
Orangtu/ayah :
nama lahir: Kuller Maharaja•
Lahir di Sihorbo tanjung_Pakkat.thn.1938
meninggal di Sibolga_thn: 1996.
nama populer(umum) St.Gr.KM Simbolon.
"si Tuan NAHODARAJA"mempunyai 7(tujuh) saudara kandung dari orangtua
(ayah)SIMBOLON TUA :
*1.Tuan.NAHODARAJA,
*2. ALTONGNABEGU.
*3.PANDE SAHATA
*4.PANIHAI/TIHA RAJA/JUARA BULAN
*5.Tuan SUHUT NIHUTA
*6.RajaHAPOTAN.
*7.SIRIMBANG.
**catatan π: Suku/orang BATAK menganut Sistem sosial yg mementingkan garis keturunan Ayah =>PATRIARK SEKANDUNG = SEAYAH (satu ayah ). __________________________________
# Barita ni Ompunta si Tuan NAHODARAJA π na ro sian huta Pusuk Buhit Pulo Samosir tu tano si onom hudon• ______
**Ia Ompunta siTuan.NAHODARAJA, songonon ma barita na nidok ni Ompunta naparjolo i ;Naringgas do ibana mardalani,jala naringgas marburu marhite hite namarUltop (senjata : Ultop=Tulup) manembaki angka Binatang na diharangan•
**Jadi dung lam magodang ibana, lam dao nang pardalananna, sian Pulo Samosir huta pusuk Buhit torus tu tombak SIGUMPAR.
***Parbonsir ni Ompunta si Tuan NAHODARAJA bungkas sian Toba.( Samosir) ima siala na marbadai na nioli (ripe) ni nasida na marhaha Anggi, ai 4 (opat) nasida sajabu. (ruma), ima:
1. si Tuan.NAHODARAJA,
2. si ALTONG,
3. si PANDE,
4. si TIHA RAJA,
**Ompunta si Tuan.NAHODARAJA na ringgas do marburu tu nadao tutombak , olo do leleng-leleng asa mulak tuhuta, jala ingkon mamboan juhut/jagal do ibana asa mulak asa sonang rohana. Dinasahali mulak ma Ompui si Tuan NAHODARAJA tu huta, disi sahat tu jabu (ruma) sai marungut-ungut ma di bege na niolina i ( istri.Boru HOTANG), patolu halihon ma antong ibana mulak tu Huta sian pardalananna , sai di begedo ungut-ungut ni ompu boru Hotang i jala di dokhon "PAULAK MA AU TUHUTA NAMI tu DAMANG-DAINANG"huhut manetek ilu ni ompu boru HOTANG i. Dungi di patangkas Ompui ma tu Ompu boru Hotang , "alani aha do Sai di dok ho songoni ? , aha namambahen hansit ni roham ?", laos di alusi Ompu boru Hotang ma mandok, " sudena nanioli (istri) ni Angginta i sai sogo rohana marnida ( mamereng ) au "...sai marmihim-mihim halak i na tolu maradophon au.alai dang hu boto manang aha do umbahen songoni!!. Molo Lao do ompu boru hotang tuTapian (pansur) di isi ma poting nai(panguhatan sian bulu godang) dungi di pantikon (dipajonngjong)ma jolo tu tano andorang so mulak tu huta , hape laos marbustak-bustak (lumpur)do ihur ni poting nai diboan tu jabu, di bereng anggina na tolu ma songoni, ido alana sai marhusip husip anggina na tolu i. Jadi ndang sonang beroha ni Ompui si TuanNAHODARAJA umbegesa ungut ungut ni Ompu boru HOTANG i, sai mangido paulahon tu huta ni natua tuana. Di sada tingki di papungu ma bohalna , borhat ma Ompui si tuan NAHODARAJA dohot boruHOTANG manadinghon huta PUSUK BUHIT (pulo samosir), jala tangkas do di ida anggina na tolu i parborhat ni Ompui.
** Dungi sahat ma nasida tu SIGUMPAR, Laos siani ma nasida marhuta tu DOLOK SIRINTUA (digoari TANO Si6HUDON). **Nunga tung leleng be dang haidaan Ompu Si Tuan NAHODARAJA dohot inanta BORU HOTANG di huta pusuk buhit(pulo Samosir) ; Marbulan dohot martaon taon, polado putus harapan ni natorasna/natua-tuana marningot na so idaonna be TuanNAHODARAJA sian sundut tusundut.
**Mansai sonang do roha ni Ompunta si Tuan NAHODA RAJA mangingani tano si6HUDON i, jala tarbortik do dirohana naso olo be ibana mulak tu hutana di Pusuk buhit (toba-samosir). Jala dibaen nasida ma di luat i hatana lain sian hata TOBA, songoni nang adat dohot parjambaran di angka pesta nasida dipasuhar suhar ma, asing sian nasomal di Toba/ Samosir. Alai molo goar ni Ompu si tuan NAHODARAJA hot do dipanggoarina, ala goar na niririt doi sian natorasna andorang so tubu dope iba na nahinan. Dung lam sadia leleng Ompui si Tuan NAHODARAJA di si Onom hudon, mangoli ma muse tu sada boru ima boru LIMBONG , jadi pinompar(anak)na ima :
" Tubu ni ompu boru Hotang;
1. TAMBUN (di hata Toba) gabe digoari ma TINAMBUNAN (di hata Dairi).
2*. TANGGOR (di hata Toba) gabe digoari ma TUMANGGOR (di hata diri)
3*. MANGARAJA /RAJA (dihata Toba) gabe digoari ma MAHARAJA ( di hata dairi).
"Sian tubu ni ompu boru LIMBONG ;
4*.TURUT (di hataToba) gabe di goarima TURUTAN (dihata dairi).
5*. PAYUNG (di hata Toba) gabe di goarima PINAYUNGAN (di hata dairi).
6*. AMPUDAN (di hata Toba) gabe di garima NAHAMPUN(dihata dairi).
[•]. BORUNA_ima: 1"LUMANGGO/LUMONGGA ( mate
poso /namarbaju dope >kisah unik & tragisdarikematiannya)• 2"BINTANG MARIA (marhamulian tu marga Nainggolan/ gelar: Datu parulas/ adong tihasna, ima simalolongna holan sada do).
**Jala sian GOAR (hata DAIRI) ni anak Tuan NAHODA RAJA ima nagabe MARGA di angka pinomparna sahat tu sadari on• **Jadi dung lam leleng Ompunta si Tuan NAHODARAJA maringanan di Tano si6HUDON, lam denggan do Parngoluanna , pola do targoar ibana namora JONG, Ai bidang do haumana, godang do horbona , jala tung bahat do Dorbiana (pinahanna) asa tung di goari luatna do Ompu "TUAN NAMORA" alai nangpe songoni gabe marsak jala di orong-orongkon Ompunta i do na hurang Torop nasida(anakna) nalaho manganton sinadongan nai, tarida doi hatana nasai mandok_ ,"Tuaha ma bahenon sude Artaon" Solaos/sosuda beon, ise ma manganton i?, jala sadia ma suda hita!?" ninna Ompui na martua tuai.•
*Nunga tarbarita be hamoraon ni Ompunta si Tuan NAHODARAJA i sahat ro diluat na asing, jala di sada tingki ro do antong RAJA NI HULA HULA na parjolo i ima HULA-HULA marga SIHOTANG sian TOBA(pulo samosir) laho manghalungunton parboruonna, bere/ibebere nai sude, laos di boan do dengke SIMUDUR -UDUR(dengke Toba/IHAN) huhut mambo an sipanganon na hombar tu adat-adat nahinan ima INDAHAN UPA-UPA (indahan Dimpu) na mardongan pasu pasu manangHABUASI(HUHUASI) sipanganon. Jala dibahen Hula-hula Raja Sihotang do inganan ni sipanganon na binoan nasida i ima 6 (onom) hudon (Hudon na di topa sian tano liat), Alai di tadinghon do hudon i di namulak hula-hula Raja Sihotang tu hutana di Toba(pulo samosir). Jala marmula sian hudon na 6(onom) ido na tinadinghon ni Hula-hula Raja SIHOTANG i, na gabe SEJARAH panggoari /GELAR ni POMPARAN Ompu si Tuan NAHODARAJA i diluat DOLOK SIRINTUA nahumaliang ima : "Si6HUDON", sahat ro di sadarion.• Nang di jolo ni hula-hula Raja Sihotangpe tong tong do diungut-unguthon Ompu si Tuan NAHODARAJA holso ni rohanai ima na hurang torop nasida/ pinomparna (anakna) nalaho manganton hamoraon nai, pola do di pangidohon tu Sangap ni angka Raja Hula-hula asa adong Pinomparna (anakna) na gogo mangan laho manganton hamoraon nasuk suki, dungi mamasu masuma antong Hula-hula Raja Sihotang tu Boruna namandok ;
" SAI ROMA ANTONG DI HAMUNA ANAK NAGOGO MANGAN TU JOLOANSA ON " dihamuna boru nami .•
*Jadi dapot ma bulanna, jala gokma di arina gabe gabean ma inanta Ompu boru HOTANG, ditubuhon ma sada anak na margoar SIMBUYAK-BUYAK; Alai adong do TIHAS (hahurangan ni pamatangna , ima tubu ibana ndang marholi holi), Tohodo tutu PASU-PASU ni Hula-hula Raja SIHOTANG i, ia Ompunta si Raja SIMBUYAK-BUYAK i sadari dung tubu ibana tu hasiangan on, mintor tangis do mangido Mangan, jala ingkon marlipat-lipat do parpanganonna,molo mangan manogotna satapak, ingkon dua tapak ma di bodarina, songon songonima sahat tu ari namangihutna. Jadi gabe i ma dalanna parsudani Hamoraon Ompunta si Tuan NAHODARAJA i, ndada holan sada pinahan(babi) Ronton , dohot sangkibung Tarutung SIBATU PARANG, inama na tading.•
**Di pudian niari barita ni Ompunta si Tuan NAHODARAJA i, ima disada tingki dung magodang jala marhasohotan (hotripe/rumah tangga sude angka Pinomparna(anaknai), tarsunggulma tu Rohana Malungun marnida huta hatubuan nai, ima PUSUK BUHIT (Pulo Sa mosir) dohot di angka Angginai. Dinamulak Ompui si Tuan NAHODARAJA tu TOBA (SAMOSIR) Laos dang ro be ibana tu huta si6HUDON, Jala mambuat boru do muse Ompui disi, sada ma anakna , dibaenma goarna " si TUAN RADING Raja NABOLON "; jala dangbe diboto Ompui manang naung piga Pahompuna sian tubu ni anakna na dihuta si6HuDON i. Alai sian nasopanagaman nirohana,dung leleng Ompu si Tuan NAHODARAJA di Toba (samosir), ro do Pahompuna mandapothon ibana tu Toba (samosir) Anak ni si NAHAMPUN (Pahompu sian anak siampudan ni Ompunta si Tuan NAHODARAJA na sian si6HUDON) , na dijujui/di suruh natua tuana, ima si NAHAMPUN , siala malungun rohana marnida natoras nai si Tuan NAHODARAJA i.•....Alai dung pajumpa Ompui si Tuan NA HODA RAJA dohot pahompuna Anak ni NAHAMPUN i di Toba (Samosir) didokhon dang olobe mulak Pahompunai tu si6HUDON,laos disima ibana tading sahat tu namarujung ngoluni Ompui si Tuan NAHODARAJA• Molo barita sian angka situa-tua naparjolo mandok, na ditiopi Ompunta siTuan NAHODARAJA i do Pahompunai (siNAHAMPUN i) asa adong dongan ni Anakna ima si TUAN RADING Raja NABOLON. jala tong tong do anak Hasian ni Ompui di baen na duai , ima si Tuan RADING Raja NABOLON dohot si NAHAMPUN i, ai rap sian Pudanando nasida nadua , jala di baen do Goarni Pahompunai ima anakni NAHAMPUN i si NAHAMPUNG (alias: NAHAMPUNG NAHAMPUN). Sian ima dalanna umbahen adong NAHAMPUNG nang angka Pinomparna di TOBA(Pulo samosir) sahat rodi Saonari on .•(mungkin saat ini menyebut marganya menjadi SIMBOLON).
___________________________________
**Catatan π & Ringkasan :
*TINAMBUNAN >[bhs:Dairi] = TAMBUN >[bhs:Toba] _artinya : sebutan pada suatu situasi pertanian yaitu panenan padi yg sudah tiba waktunya untuk menuai dimana bulir bulir padinya sudah matang dan sangat BERNAS ( berisi) = TAMBUN.• *TUMANGGOR >(bhs:Dairi) = TANGGOR >(Bhs;Toba) , artinya : Kepribadian yang kuat, teguh, dewasa dan tenang (TANG),& berprilaku jujur,lurus, tidak neko neko (tiGOR).•
*MAHARAJA >(bhs:Dairi)= MANGARAJA >(bhs:Toba) : MANGA - RAJA; _artinya :menunjuk pada suatu sifat (karakter) yang mau/ingin selalu memberi inspiresi, pertimbangan,dan nasehat bagi kepemimpinan yang baik dan benar.• *TURUTAN >{bhs:Dairi} = TURUT>{bhs:Toba} ;_artinya : Suatu Pernyataan telah hadir dan menjadi peserta/anggota secara runtun (dohot,ihut,padodot, padodor).•
*PINAYUNGAN >[bhs:Dairi) = PAYUNG >[bhs:Toba]; artinya :Menunjuk pada suatu karakter yang dapat di andalkan dan diharapkan untuk melindungi, mengayomi , dan mempersatukan sesamanya.•
*NAHAMPUN >{bhs:Dairi} = AMPUDAN >{bhs:Toba}; artinya : NAHA - MPUN = AM - PUDAN : menunjuk pada suatu kenyataan bahwa telah lahir anak yang bungsu (bontot). ; NAHA=AM = Anak . MPUN=PUDAN = BUNGSU.
Jadi, NAHAMPUN = ANAK BUNGSU.•
*SIMBUYAK BUYAK = > berasal dari bahasa BATAK KUNO/tulen, artinya : SI-M-BU-YAK BU-YAK = SIM-BU-YAK-BU-YAK : SI = anak Raja ( = RAJA ) ; M = Par=kawan ( dongan ) ; BU-YAK = Lahir (tubu) ; jadi : dibaca bhs ind baku = RAJA KAWAN LAHIR -> = RAJA PARTUBU atau RAJA DONGAN TUBU. maka : SIMBUYAK BUYAK artinya : Raja kawan lahir , telah Lahir > = RAJA PARTUBU (DONGAN TUBU) , nunga tubu.•
*# SI atau SIM > (SI+M) yang di sematkan di awalan kata (menunjuk pada pribadi/ marga) , mempunyai arti sebagai ANAK RAJA = RAJA (bhs:batak kuno), jadi, kata "SI" dalam sebutan marga BATAK tidak sama artinya dlm KAMUS bhs indonesi,,! Contoh : SIMBOLON = ANAK RAJA BOLON.**RAJA BOLON ialah : "RAJA NAIAMBATON"( P A R N A ).
#SIMBOLON atau disebut juga SIMBOLON TUA ( simbolon namartua karena banyak anak dan keturunannya)
*# sesuai dengan Hikayat (turi-turian) tersebut di atas, dapat di pastikan(menurut tutur kami), bahwa tidak ada pomparan/keturunan dari RAJA BOLON atau RAJA NAIAMBATON (P A R N A) yang bernama NAHAMPUN TUA, Sebagaimana di sebut oleh beberapa pihak (Tarombo versi lain), karena kata NAHAMPUN berasal dari bahasa/dialek DAIRI, bukan TOBA (tempat asalnya RAJA NAIAMBATON), kemungkinan ada kesalahan dari beberapa pihak yang menafsirkan bahwa cucu dari Ompui Tuan NAHODARAJA yang tinggal menetap di TOBA (pulo samosir) , yaitu anak dari NAHAMPUN /si6HUDON ,diyakini adalah anak dari Raja BOLON / RAJA NAIAMBATON,sehingga mereka sebutlah dalam silsilah/Tarombonya, bahwa : RAJA BOLON / RAJA NAIAMBATON mempunyai Anak sbb :
1•SIMBOLON TUA
2•TAMBA TUA
3•SARAGI TUA.
4•MUNTE TU.
5•NAHAMPUN TUA.
* dari segi Tutur BATAK TOBA , CICIT/ SIMINIK biasanya juga di sebut (tutur) ANAK MANGULAHI atau biasa bertuturkan ANAK, kemungkinan pemahaman inilah yang membuat kesalahannya.•
**# terima kasih kepada semua yang telah membaca tulian tentang LEGENDA(turi-turian/suhut-suhutan) ini, semoga bermanfaat & menambah wawasan kita bersama!!!*
***TERIMAKASIH***
*Penulis by ;
HASOLOAN M SIMBOLON•
nama lahir : Hasoloan Maharaja Simbolon Tempat/Tgl.lahir : Sibolga.19-6-1965. nama populer(umum):Hasoloan Simbolon. Generasi ke14(nomor urut 15) dari Ompu MAHARADJA•
Orangtu/ayah :
nama lahir: Kuller Maharaja•
Lahir di Sihorbo tanjung_Pakkat.thn.1938
meninggal di Sibolga_thn: 1996.
nama populer(umum) St.Gr.KM Simbolon.
Selasa, 17 Januari 2017
@ Silsilah: MAHARADJA_ si6hudon Tuan.NAHODARAJA SIMBOLON #
y@ _S I L S I L A H_OPU MAHARAJA # __________________________________
[1]* Opu_MAHARADJA
Anakna> (1).Op.RUNGGU•
[2]* Op.RUNGG
Anakna>
(1).DATU SIGUNJA
(2).PARBURU,
(3).Op.PORHAS,
[3]* Op.PORHAS
Anakna>
(1).Op.LOMAK,
(2).GURU MARINGAN,
(3).GURU SUMALING (4).Op.BGE, (5).Pa.TUMERANG,
[4]* Pa.TUMERANG
Anakna >
(1).Pa.TUMANGGER,
[5]* Pa.TUMANGGER
Anakna>
(1).TUMANGGER,
(2).Op.LABANG,
[6]* Op.LABANG
Anakna>
(1).Op.LUBANG,
(2).LABANG
(3).PARGONDAN,
[7]* LABANG
Anakn>
(1).Op.PANGI
[8]* Op.PANGI
Anakna>
(1).SUDING
(2).JONGGI,
(3).Op.TONTU,
[9]* Op.TONTU
Anakna > (1).Op.TOPANG/TAPUNG, (2).HAMPANG/HAMPUNG,
(3).GITIK
[10]* HAMPANG/HAMPUNG
Anakna > (1).Op.SELO/LUANG, (2).Op.LABANG/Op.MARTUA,
[11]* Op.LABANG/Op.MARTUA
Anakna>
(1).TUMPAHAN, (2).AMPIN/Op.TIOLI,
[12]* AMPIN/Op.TIOLI
Anakna > (1).LABANG/Op.MARNI, (2).PALEMON/Op.RAMSI,
[13]* LABANG/Op.MARNI
Anakna > (1).Pa.MARNI/Op.MARIANI, (2).Pa.SIHOL/Op.TINA, (3).Pa.HOTMAN,
(4).Pa.HELMI,
[14]* Pa.SIHOL/Op.TINA
Anakna > (1).SIHOL/Pa.TINA, (2).BARANI/Pa.ASIDO, (3).HASOLOAN/Pa.MITA, (4).TUNJUNGAN/Pa.MADERTA, (5).TAPPAK/Pa.FANNY,
(6).TIMBUL TUA/Pa.GEBY RIANDO, (7).GANDA/Pa.HIZKIA
(8).SERMON/Pa.GREACE, (9).ANGGIAT/Pa.OLIVIA,
(10).RIHART,
Ibotona > 1•LINDA/Ny.SIHOMBING, 2•RIAMA/Ny.KOGOYA SIMAMORA,
3•RAPPITA,
[15]* HASOLOAN/Pa.MITA
Anakna>
(1).HARISTO.....|"16"|,
Ibotona>
1•MITA,
2•NURINA,
" On ma silsilah ku generasi dari Ompu i "MAHARADJA", nomor urut"15" __________________________
**Ia Ompuntaa OP.TONTU MAHARADJA mamungka Huta do di RAMBE_Kec.PAKKAT-TAPANULUTARA,
•Anakna " Op.TOPANG/TAPUNG marhuta di SIJARANGO,
•Anakna " Ompui_HAMPANG /HAMPUNG
dohot - •Anakna "Ompui_GITIK marhuta di SIHORBO TANJUNG
BY :
HASOLOAN_MAHARAJA_SIMBOLON• tks____________________________!
[1]* Opu_MAHARADJA
Anakna> (1).Op.RUNGGU•
[2]* Op.RUNGG
Anakna>
(1).DATU SIGUNJA
(2).PARBURU,
(3).Op.PORHAS,
[3]* Op.PORHAS
Anakna>
(1).Op.LOMAK,
(2).GURU MARINGAN,
(3).GURU SUMALING (4).Op.BGE, (5).Pa.TUMERANG,
[4]* Pa.TUMERANG
Anakna >
(1).Pa.TUMANGGER,
[5]* Pa.TUMANGGER
Anakna>
(1).TUMANGGER,
(2).Op.LABANG,
[6]* Op.LABANG
Anakna>
(1).Op.LUBANG,
(2).LABANG
(3).PARGONDAN,
[7]* LABANG
Anakn>
(1).Op.PANGI
[8]* Op.PANGI
Anakna>
(1).SUDING
(2).JONGGI,
(3).Op.TONTU,
[9]* Op.TONTU
Anakna > (1).Op.TOPANG/TAPUNG, (2).HAMPANG/HAMPUNG,
(3).GITIK
[10]* HAMPANG/HAMPUNG
Anakna > (1).Op.SELO/LUANG, (2).Op.LABANG/Op.MARTUA,
[11]* Op.LABANG/Op.MARTUA
Anakna>
(1).TUMPAHAN, (2).AMPIN/Op.TIOLI,
[12]* AMPIN/Op.TIOLI
Anakna > (1).LABANG/Op.MARNI, (2).PALEMON/Op.RAMSI,
[13]* LABANG/Op.MARNI
Anakna > (1).Pa.MARNI/Op.MARIANI, (2).Pa.SIHOL/Op.TINA, (3).Pa.HOTMAN,
(4).Pa.HELMI,
[14]* Pa.SIHOL/Op.TINA
Anakna > (1).SIHOL/Pa.TINA, (2).BARANI/Pa.ASIDO, (3).HASOLOAN/Pa.MITA, (4).TUNJUNGAN/Pa.MADERTA, (5).TAPPAK/Pa.FANNY,
(6).TIMBUL TUA/Pa.GEBY RIANDO, (7).GANDA/Pa.HIZKIA
(8).SERMON/Pa.GREACE, (9).ANGGIAT/Pa.OLIVIA,
(10).RIHART,
Ibotona > 1•LINDA/Ny.SIHOMBING, 2•RIAMA/Ny.KOGOYA SIMAMORA,
3•RAPPITA,
[15]* HASOLOAN/Pa.MITA
Anakna>
(1).HARISTO.....|"16"|,
Ibotona>
1•MITA,
2•NURINA,
" On ma silsilah ku generasi dari Ompu i "MAHARADJA", nomor urut"15" __________________________
**Ia Ompuntaa OP.TONTU MAHARADJA mamungka Huta do di RAMBE_Kec.PAKKAT-TAPANULUTARA,
•Anakna " Op.TOPANG/TAPUNG marhuta di SIJARANGO,
•Anakna " Ompui_HAMPANG /HAMPUNG
dohot - •Anakna "Ompui_GITIK marhuta di SIHORBO TANJUNG
BY :
HASOLOAN_MAHARAJA_SIMBOLON• tks____________________________!
Minggu, 15 Januari 2017
@ silsilah : MAHARADJA_si6hudon Tuan.NAHODARAJA SIMBOLON #
@ _S I L S I L A H_OPU MAHARAJA #
___________________________________
[1]*Opu_MAHARADJA :
Anakna>
(1).Op.RUNGGU,
[[2]*Op.RUNGGU :
Anakna>
(1).DATU SIGUNJA,
(2).PARBURU,
(3).Op.PORHAS,
[[3]*Op.PORHAS :
Anakna>
(1).Op.LOMAK,
(2).GURU MARINGAN,
(3).GURU SUMALIN
(4).Op.BGE,
(5).Pa.TUMERANG,
[[4]*Pa.TUMERANG:
Anakna>
(1).Pa.TUMANGGER,
[[5]*Pa.TUMANGGER :
Anakna>
(1).TUMANGGER,
(2).Op.LABANG,
[[6]*Op.LABANG :
Anakna>
(1).Op.LUBANG,
(2).LABANG,
(3).PARGONDAN,
[[7]*LABANG :
Anakna>
(1).Op.PANGI,
[[8]*Op.PANGI :
Anakna>
(1).SUDING,
(2).JONGGI,
(3).Op.TONTU,
[[9]*Op.TONTU :
Anakna> (1).Op.TOPANG/TAPUNG, (2).HAMPANG/HAMPUNG,
(3).GITIK,
[[10]*HAMPANG/HAMPUNG :
Anakna> (1).Op.SELO/LUANG, (2).Op.LABANG/Op.MARTUA,
[[11]*Op.LABANG/Op.MARTUA :
Anakna>
(1).TUMPAHAN/Op.MAWAR,
(2).AMPIN/Op.TIOLI,
[[12]*AMPIN/Op.TIOLI :
Anakna> (1).LABANG/Op.MARNI, (2).PALEMON/Op.RAMSI,
[[13]*LABANG/Op.MARNI :
Anakna> (1).Pa.MARNI/Op.MARIANI, (2).Pa.SIHOL/Op.TINA, (3).Pa.HOTMAN,
(4).Pa.HELMI,
[[14]*Pa.SIHOL/Op.TINA :
Anakna> (1).SIHOL/Pa.TINA, (2).BARANI/Pa.ASIDO, (3).HASOLOAN/Pa.MITA,
(4).TUNJUNGAN/ Pa.MADERTA, (5).TAPPAK/Pa.FANNY,
(6).TIMBUL TUA/Pa.GEBY RIANDO, (7).GANDA/Pa.HIZKIA, (8).SERMON/Pa.GREACE, (9).ANGGIAT/Pa.OLIVIA,
(10).RIHART,
Ibotona> 1•LINDA/Ny.SIHOMBING, 2•RIAMA/Ny.KOGOYASIMAMORA, 3•RAPPITA,
[[15]*HASOLOAN/Pa.MITA :
Anakna>
(1).HARISTO.....|"16"|,
Ibotona>
1•MITA,
2•NURINA,
" On ma silsilah ku generasi dari Ompu i "MAHARADJA", nomor urut"15 ( generasi ke : 14 dari Ompu MAHARADJA )
__________________________________
** Ia Ompunta Op.TONTU MAHARAJA Lao do mamungka Huta tu RAMBE_Kec.PAKKAT-TAPANULI UTARA,
•Anakna " Op.TOPANG/TAPUNG di Huta SIJARANGO "Anakna•Ompui_"HAMPANG /HAMPUNG"
dohot •Anakna "Ompui_GITIK "_
di Huta SIHORBO TANJUNG ***
BY :
HASOLOAN M SIMBOLON•
nama lahir : Hasoloan maharaja simbolon. Lahir di : Sibolga. 19-6-1965.
nama populer(umum) Hasoloan Simbolon
nama orang tua ;
nama lahir : Kuller Maharaja.
Lahir di : Sihorbo tanjung_Pakkat.thn 1938 meninggal di Sibolga. Thn 1996.
nama populer(umum)St.Gr.KM Simbolon.
___________________________________
[1]*Opu_MAHARADJA :
Anakna>
(1).Op.RUNGGU,
[[2]*Op.RUNGGU :
Anakna>
(1).DATU SIGUNJA,
(2).PARBURU,
(3).Op.PORHAS,
[[3]*Op.PORHAS :
Anakna>
(1).Op.LOMAK,
(2).GURU MARINGAN,
(3).GURU SUMALIN
(4).Op.BGE,
(5).Pa.TUMERANG,
[[4]*Pa.TUMERANG:
Anakna>
(1).Pa.TUMANGGER,
[[5]*Pa.TUMANGGER :
Anakna>
(1).TUMANGGER,
(2).Op.LABANG,
[[6]*Op.LABANG :
Anakna>
(1).Op.LUBANG,
(2).LABANG,
(3).PARGONDAN,
[[7]*LABANG :
Anakna>
(1).Op.PANGI,
[[8]*Op.PANGI :
Anakna>
(1).SUDING,
(2).JONGGI,
(3).Op.TONTU,
[[9]*Op.TONTU :
Anakna> (1).Op.TOPANG/TAPUNG, (2).HAMPANG/HAMPUNG,
(3).GITIK,
[[10]*HAMPANG/HAMPUNG :
Anakna> (1).Op.SELO/LUANG, (2).Op.LABANG/Op.MARTUA,
[[11]*Op.LABANG/Op.MARTUA :
Anakna>
(1).TUMPAHAN/Op.MAWAR,
(2).AMPIN/Op.TIOLI,
[[12]*AMPIN/Op.TIOLI :
Anakna> (1).LABANG/Op.MARNI, (2).PALEMON/Op.RAMSI,
[[13]*LABANG/Op.MARNI :
Anakna> (1).Pa.MARNI/Op.MARIANI, (2).Pa.SIHOL/Op.TINA, (3).Pa.HOTMAN,
(4).Pa.HELMI,
[[14]*Pa.SIHOL/Op.TINA :
Anakna> (1).SIHOL/Pa.TINA, (2).BARANI/Pa.ASIDO, (3).HASOLOAN/Pa.MITA,
(4).TUNJUNGAN/ Pa.MADERTA, (5).TAPPAK/Pa.FANNY,
(6).TIMBUL TUA/Pa.GEBY RIANDO, (7).GANDA/Pa.HIZKIA, (8).SERMON/Pa.GREACE, (9).ANGGIAT/Pa.OLIVIA,
(10).RIHART,
Ibotona> 1•LINDA/Ny.SIHOMBING, 2•RIAMA/Ny.KOGOYASIMAMORA, 3•RAPPITA,
[[15]*HASOLOAN/Pa.MITA :
Anakna>
(1).HARISTO.....|"16"|,
Ibotona>
1•MITA,
2•NURINA,
" On ma silsilah ku generasi dari Ompu i "MAHARADJA", nomor urut"15 ( generasi ke : 14 dari Ompu MAHARADJA )
__________________________________
** Ia Ompunta Op.TONTU MAHARAJA Lao do mamungka Huta tu RAMBE_Kec.PAKKAT-TAPANULI UTARA,
•Anakna " Op.TOPANG/TAPUNG di Huta SIJARANGO "Anakna•Ompui_"HAMPANG /HAMPUNG"
dohot •Anakna "Ompui_GITIK "_
di Huta SIHORBO TANJUNG ***
BY :
HASOLOAN M SIMBOLON•
nama lahir : Hasoloan maharaja simbolon. Lahir di : Sibolga. 19-6-1965.
nama populer(umum) Hasoloan Simbolon
nama orang tua ;
nama lahir : Kuller Maharaja.
Lahir di : Sihorbo tanjung_Pakkat.thn 1938 meninggal di Sibolga. Thn 1996.
nama populer(umum)St.Gr.KM Simbolon.
Langganan:
Komentar (Atom)