Tuan NAHODARAJA_si6kodin

@ Silsilah : MAHARADJA_si6hudon_Tuan NAHODARAJA SIMBOLON #

Kamis, 19 Januari 2017

" RAJA 👑 SIMBUYAK BUYAK "

@_L E G E NDA_#* *OMPU_RAJA.SIMBUYAKBUYAK*
____________________________
**KISAH Seorang putra dari Ompu TUAN NAHODARAJA SIMBOLON ; selain dari ke6(enam) Putra terdahulunya yaitu :
1*TINAMBUNAN ,
2*TUMANGGOR ,
3*MAHARAJA ,
4*TURUTAN ,
5*PINAYUNGAN ,
6*NAHAMPUN ",
*lahirlah kemudian seorang PUTRA dari istrinya BORU HOTANG (istri pertama) dan di beri nama SIMBUYAK BUYAK•, Dari bawaan lahinya mempunyai keunikan dalam hal fisik yaitu cacat tidak mempunyai Tulang belakang yang kuat, sehingga pertumbuhan Tubuhnya tidak sempurna dan tidak dapat bangkit atau berdiri, hanya bisa duduk dan tidur, namun disisi lain SIMBUYAK BUYAK mempunyai suatu KESAKTIAN(BERTUAH)_________
📝 catatan" : Pada dasarnya sebutan RAJA bagi seorang PUTRA BATAK merupakan suatu bentuk GELAR KEHORMATAN", atas kemampuanya dalam bidang tertentu, yang dapat menjadi panutan dan teladan bagi kehidupan PERADABAN banyak orang, khususnya bidang pengetahuan sosial budaya , Tata Krama BATAK •                                                   **Kelahiran  si Raja 👑 SIMBUYAK  BUYAK merupakan suatu"KAUL" dari seorang ayah si Tuan NAHODA  RAJA SIMBOLON pada masa kejayaan dan kemakmurannya, Dia sangat mendambakan / menginginkan kelahiran seorang Putra lagi,selain dari putra-putrinya yang telah ada, untuk menikmati harta kekayaannya yang begitu melimpah. **Hasrat yang kuat dan menggebu hingga suatu waktu ketika kerabat dari istrinya ( hula-hula Raja SIHOTANG ) datang mengunjungi keluarganya di kuta DOLOK SIRINTUA ,hasrat yang menggelora dihati dengan sikap yang merajuk dan bersungut sungut Ompui si Tuan NAHODARAJA memohon kepada kemurahan dan ketulusan hati HULA-HULA Raja SIHOTANG agar MEMBERKATI rumah tangganya  diberi keturunan (anak) oleh SANG KUASA yang kuat makan. Dan saat itu juga Keluarga HULA-HULA memberkati; " KIRANYA SANG KUASA MEMBERKATI PUTRI KAMI UNTUK MELAHIRKAN ANAK YANG KUAT MAKAN" ( sai tubuma dihamu borunami Anak na gogo mangan). Kemudian dalam waktu yang tidak terlalu lama menunggu sang istri boru HOTANG pun mengandung dan tiba waktunya bersalin melahirkan seorang putra dan diberi nama SIMBUYAK BUYAK.  Namun apa yang hendak dikata, takdir yang Mahakuasa harus di terima, SIMBUYAK terlahir dengan cacat fisik, tubuhnya lunglai dan tulangnya sangat lemah terutama tulang belakangnya, sehingga tidak dapat menopang tubuhnya untuk berdiri, dan hanya bisa duduk atau tidur di sepanjang hari hari hidupnya. Tetapi satu hal yang menjadi kenyataan dimana Raja SIMBUYAK BUYAK sejak sesaat kelahirannya sudah menangis meminta makanan, dan hanya mau diam kalau sudah diberi makan oleh orang tuanya , pola makannya sangat luar biasa aneh, saat pagi hari diberi makan satu Tapak (piring ukuran kecil ) maka pada sore hari haruslah diberikan ukuran dua Tapak. Begitulah pola makan SIMBUYAK BUYAK berlipat ganda hari demi hari seiring dengan bertambah usianya. Perlahan lahan dan pasti harta kekayaan Ompui si Tuan NAHODARAJA pun terus terkuras untuk kebutuhan rumah tangganya terutama untuk kebutuhan anaknya SIMBUYAK BUYAK, bahkan mungkin sampai berhutang dimana mana, dan diriwayatkan pada akhirnya hartanya yang tersisa hanyalah sebuah Durian SIBATU PARANG (buah durian yang ukurannya sangat besar,  jika musim berbuah hanya ada satu buahnya tiap pohon, tetapi rasanya sangat enak) , dan seekor ternak BABI RONTON ( yaitu ternak babi jantan yang telah disterilkan khusus pedaging). Kehidupan rumah tangga si Tuan NAHODARAJA semakin hari  semakin sulit dan menderita, dan keberadaan SIMBUYAK BUYAK juga menjadi problema bagi saudara saudaranya karena apabila mereka pergi berladang harus turut serta dibawa dan digendong, mereka membuat sebuah gendongan dari anyaman kulit ARI dari pohon Walang / ANDILO(tali holu / disebut ANGKADANGAN ) , dan setiap saat mereka di ladang SIMBUYAK BUYAK selalu di gantung pada tungkul pohon yang sudah ditebang. Hari berganti hari, TINAMBUNAN bersaudara tumbuh semakin besar dan dewasa, mereka belajar dari penderitaan yang ada, sehingga mereka turut serta bertanggung jawab mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga. Pada suatu waktu di sore hari setelah pulang ke rumah dari ladang TINAMBUNAN dan adik adiknya sudah lapar lalu merekapun makan, namun tanpa sadar makanan yang selalu dipisahkan untuk bagian SIMBUYAK BUYAK (adiknya) itulah yang mereka makan (biasanya makanan untuk Simbuyak buyak selalu di pisahkan dari makanan kakak kakaknya oleh orang tuanya dalam bentuk /jenis menu yang sama).ternyata sesudah dimakan oleh keenam bersaudara walaupun lebih sedikit dari porsi yang semestinya , mereka merasa sangat  kenyang, setelah di beritahu dan di tegur oleh orang tuanya, hati TINAMBUNAN Enam bersaudara menjadi marah, iri dan dengki terhadap adiknya SIMBUYAK BUYAK dan mereka menyangka orang tua telah pilih kasih. Sehingga timbul niat dibenak keenam bersaudara itu untuk membunuh SIMBUYAK BUYAK. Dalam cerita ini diriwayatkan oleh para leluhur terdahulu , bahwa insiatif Pembunuhan muncul pertama kali dari ucapan saudaranya siTURUTAN , pada awalnya kakak TINAMBUNAN dan TUMANGGOR menolaknya apabila diperlakukan dengan cara terang terangan karena mereka merasa kasihan juga. Kemudian atas saran dan pendapat saudaranya si MAHARAJA, akhirnya mereka memutuskan dengan cara yang lebih taktis dan sulit untuk dicurigai, enam bersaudara membawa adiknya SIMBUYAK BUYAK pergi ke hutan belantara dengan membuat alibi seakan mencari kayu bakar, ditengah hutan mereka memposisikan diri SIMBUYAK BUYAK di satu tempat lalu mereka menebang sebuah pohon besar dan merubuhkan ke arah  SIMBUYAK BUYAK dengan maksud agar adiknya mati tertimpa pohon. Kemudian enam bersaudara   segera pulang ke rumah dan meninggalkan adiknya itu di tengah hutan dengan keyakinan bahwa SIMBUYAK BUYAK telah mati, setibanya di rumah si enam bersaudara curiga, lalu memberanikan diri untuk menyapa;"apakah adinda ada di rumah?", ( na di jabu do ho anggi?)", ternyata SIMBUYAK BUYAK sudah ada di dalam kamar yang biasa ditempati dan lengkap dengan ANGKADANGANnya ( gendongan ), tanpa beban dan emosi SIMBUYAK BUYAK pun menyahut dengan nada lembut; " iya kakanda " ( ido hahang ). Mendengar sahutan SIMBUYAK BUYAK hati keenam bersaudara menjadi terbakar lalu merekapun merencanakan cara pembunuhan yang kedua kalinya. Pada suatu hari si enam bersaudara berangkat ke ladang untuk bekerja dan membawa serta adiknya SIMBUYAK BUYAK, setibanya di ladang mereka menggali lubang yang dalam di pinggir (tepian) ladang dengan alasan untuk alat jerat hama babi hutan, dan setelah selesai menggali  , mereka  menjatuhkan SIMBUYAK BUYAK ke dalam lubang, dan di sore harinya dengan rasa lega mereka pulang ke rumah meninggalkan adiknya berada dalam lubang yang dalam. Setelah langkah kaki enam bersaudara berhenti sejenak di depan pintu rumahnya terdengar desahan suara dari dalam rumah, membuat mereka tersentak kaget teringat akan keberadaan adiknya SIMBUYAK BUYAK,lalu mereka memberanikan diri untuk menyapa lagi ; "adakah adinda di rumah?"...dan seperti biasa dengan sigap dan lugas , SIMBUYAK BUYAK pun menjawab; "iya kakanda!". Dalam perasaan kesal dan sedikit mulai takut si enam bersaudara belum juga kehabisan akal untuk menghabisi nyawa SIMBUYAK BUYAK, pada kesempatan lain yang ketiga kalinya enam bersaudara sepakat membawa adiknya ke tepian sungai besar lalu mengeluarkan SIMBUYAK BUYAK dari Angkadangan (gendongan) dan menghanyutkannya di aliran/arus sungai yang sangat deras , sambil berdiam diri sebentar , dan mata yang tetap mengawasi laju hanyutnya SIMBUYAK  BUYAK terbawa arus sungai sampai hilang dari pandangan, setelah itu mereka segera bergegas pulang ke rumah,  di tengah perjalanan pulang sebenarnya perasaan ke enam bersaudara pun sudah resah dan gelisah membayangkan adiknya SIMBUYAK BUYAK akan kembali ada di rumah, dengan langkah setengah berlari si enam bersaudara ingin sesegera mungkin dapat menyaksikannya,apakah usaha mereka sudah berhasil menyingkirkan adiknya SIMBUYAK BUYAK, Atau sebaliknya sudah ada di rumah seperti beberapa kali terjadi ?....alangkah kecewa 😞 nya mereka melihat 👀 SIMBUYAK BUYAK sudah ada di rumah , dan seketika itu juga hati ♥ pikiran enam bersaudara menjadi terbuka dan sadar bahwa adiknya SIMBUYAK BUYAK adalah seorang yang *SAKTI* (BERTUAH)*, dengan wajah memelas dan prihatin SIMBUYAK BUYAK pun mengungkapkan perasaannya di hadapan kakak -kakaknya bahwa kelahirannya telah membuat saudaranya maupun orang tuanya menderita dan jatuh miskin, oleh sebab itulah"saudaranya berniat mau mengambil nyawanya", tetapi tidak berhasil karena semua itu sudah menjadi takdir yang MAHAKUASA, dan dia pun menyatakan penyesalannya terlahir dengan keadaan cacat...! Tetapi SIMBUYAK BUYAK berjanji untuk mengembalikan semua harta  orang tuannya serta melunasi hutang yang ada dan memulihkan keadaan kekayaan seperti semula   dengan caranya sendiri, asalkan ke enam saudaranya mau menuruti dan melakukan perintahnya • Beberapa hari kemudian SIMBUYAK BUYAK mengajak saudara saudaranya pergi untuk bekerja MARTODUNG (mencari kapur barus/HABURUON) ke Hutan arah Hilir Huta SIRINTUA/PARLILITAN yakni ke arah  RAMBE/MANDUAMAS, mereka menyiapkan bekal makanan untuk kebutuhan sehari-hari , dan selama perjalanan menelusuri hutan, SIMBUYAK BUYAK meminta saudaranya untuk mencari kulit Ari pohon Welang/holu dan mengumpulkan sebanyak banyaknya, setelah sampai di DOLOK SIJAGAR mereka berhenti lalu mendirikan sebuah GUBUK untuk tempat mereka menginap mencari Kapur Barus ( martodung haburuon )• Di saat si enam bersaudara sibuk dengan urusan mencari kapur barus dari hari ke hari untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga dengan hasil yang tidak seberapa, sementara SIMBUYAK BUYAK di tinggalkan dalam gubuk dan kerjanya memintal tali holu/helu yang sangat panjang dari bahan yang dikumpulkan jauh hari sebelumnya, tetapi si enam bersaudara tidak mengusiknya bahkan diam saja walaupun tidak paham kegunaannya. Di suatu malam ketika saudara saudaranya tidur lelap, dengan KESAKTIANnya SIMBUYAK BUYAK pun keluar dari dalam gubuk sambil membawa tali helu yang di pintalnya, kemudian mengikatkan ujung tali yang satu ke tiang gubuk penginapan mereka, dengan tali yang di genggam, SIMBUYAK BUYAK pun meluncur ke arah  pohon kapur barus lalu menarik tali helu dan melilitkannya ke setiap pohon kapur barus yang ada di sekitarnya,  terdapat ratusan pohon telah terlilit  dengan tali holu seperti untaian sampai diujungnya• Pada pagi harinya  si enam bersaudara terkagum-kagum dan penuh sukacita melihat pohon kapur barus yang telah terlilit tali holu buatan SIMBUYAK BUYAK menghasilkan kapur barus sangat banyak sekali, diperkirakan setiap pohon yang bisanya menghasilkan 1(satu) liter/solup kapur barus menjadi berlipat ganda hingga 2(dua) kali hasil sebelumnya. Dan diriwayatkan bahwa Pohon yang terakhir yang terlilit tali holu itu , berisi / hasil yang paling banyak , mulai dari akar, batang, dahan dan rantingnya dipenuhi banyak sekali Kapur barus, diperkirakan cukup untuk membayar hutang hutang keluarga dan memulihkan kekayaan orang tuanya Tuan NAHODARAJA seperti semula • Lalu SIMBUYAK BUYAK pun menyuruh Saudaranya untuk menebang pohon yang pertama terlilit tali holu , lalu menimpa pohon pohon berikutnya dan rubuhlah seluruh pohon yang telah terlilit tali holu , hingga meluncur ke MUARA TAPUS (sungai yang mengalir ke laut Barus) di dekat  pangkalan/pelabuhan MANDUAMAS•" ( bekas tanah/alur pelunjuran pohon pohon kapur barus dari Dolok Sijagar sampai di Muara Tapus nampak bersih karena tidak di tumbuhi oleh rerumputan maupun pohon pohon dan masih ada sampai sekarang )"• Dengan bersemangat si Enam bersaudara pun sibuk mengantarkan dan menjual haburuon(kapur barus) ke kota BARUS, disana orang (bangsa) Luar negeri telah siap untuk membelinya (kota Barus terkenal sebagai kota perdagangan pada zamannya). Ada pun sisa Kapur barus yang belum sempat terjual mereka kumpulkan di gubuk penginapan di Dolok Sijagar• Atas saran dari RAJA SIMBUYAK BUYAK mereka (si enam bersaudara) pun pulang ke kampung di DOLOK SIRINTUA dengan meninggalkan SIMBUYAK BUYAK sendirian di gubuk penginapan DOLOK SIJAGAR , untuk menyerahkan semua hasil penjualan Kapur barus yang mereka dapat kepada orangtuanya , agar segera melunasi semua hutang yang ada dan mengembalikan harta yang tergadai • Sebelum kembali ke gubuk penginapan Dolok Sijagar si enam bersaudara pun beristirahat semalaman di kampung Dolok SIRINTUA bersama orang tua mereka, pada saat itulah timbul niat dihati ke enam bersaudara mengadakan pesta (syukuran), mereka sepakat untuk memotong ternak satu-satunya yang masih tersisa milik keluarga yakni BABI 🐷 RONTON, tanpa memperdulikan / melibatkan SIMBUYAK BUYAK yang di tinggal sendirian di gubuk penginapan Dolok Sijagar, ketika suara Jeritan BABI RONTON dipotong, saat itu pula DURIAN SIBATU PARANG yang ada dipekarangan rumah jatuh dari pohonnya, sehingga lengkaplah sukacita mereka, makan makanan yang lezat 😋 dan sangat kenyang • **keesokan harinya si enam bersaudara kembali ke gubuk penginapan mereka di DOLOK SIJAGAR menemui adiknya SIMBUYAK BUYAK yang telah ditinggal sendirian, lalu mereka memberikan makanan yang dibawa dari rumah, tetapi SIMBUYAK BUYAK menolaknya, dengan rasa kecewa 😞 dan marah 😠 SIMBUYAK BUYAK pun menunjuk ke suatu arah, ternya kulit DURIAN dan Usus ternak BABI 🐷 RONTON yang telah mereka (si enam bersaudara) buang ke sungai, ada di dalam gubuk penginapan mereka, kemudian dengan tata krama yang baik SIMBUYAK BUYAK pun berujar kepada saudara saudaranya; " sudahlah Kakanda (nunga bei Hahang)! ", saya sudah mengerti sekarang, dimata kalian saya sangat hina dan tidak berharga!!, ternak BABI RONTON satu-satunya milik kita dan buah DURIAN SIBATU PARANG sudah saudara saudara makan , tanpa mengajak saya!!!, karena itu saya sadar diri dengan tekat bulat untuk pergi jauh meninggalkan keluarga 👪 ini ke arah yang tak mungkin dapat dicari oleh siapapun!!!!, kemudian SIMBUYAK BUYAK menyuruh kakak kakaknya segera pulang ke rumah membawa orang tua serta saudara saudaranya   datang ke gubuk penginapan di DOLOK SIJAGAR , supaya turut serta menyaksikan kepergiannya• Dihadapan orang tua dan kerabatnya SIMBUYAK BUYAK pun mengutarakan tekatnya untuk pergi selama lamanya, lalu membagi bagikan semua hasil Haburuon (kapur barus) yang belum sempat terjual kepada  orang yang hadir saat itu, kemudian SIMBUYAK BUYAK menyiapkan sepotong batang pohon kapur barus ukuran sedepa, lalu membelahnya dengan SEMBILU (Kulit buluh), setelah terbelah, SIMBUYAK BUYAK pun berusaha masuk ke dalam liang/lubang batang pohon itu, sebelum menggelindingkan /mengeluncurkan tubuhnya kejurang DOLOK SIJAGAR, dia berpesan kepada saudaranya (si enam bersaudara) agar jangan memelihara ternak Babi 🐷 Ronton dan menanam pohon Durian Sibatu parang ; karena tidak akan pernah mendapatkan hasil• di saat tubuh SIMBUYAK BUYAK yang ada di dalam liang /lubang potongan batang pohon kapur barus hampir meluncur /menggelinding ke jurang, tiba tiba saudara perempuannya BINTANG MARIA datang menghalangi, sambil menangis sejadi jadinya, meminta agar SIMBUYAK BUYAK jangan pergi meninggalkan mereka, dan memohon 🙏 maaf atas perlakuan saudaranya (si enam bersaudara), tetapi SIMBUYAK BUYAK menjawab agar BINTANG MARIA merelakan kepergiannya ke tempat yang jauh, dan berjanji akan mengirimkan Burung PAMAL dan Burung LUMPISTIK setiap sekali setahun untuk kebutuhan konsumsi daging mereka (saudaranya)• Diiringi tangisan semua keluarga dan kerabatnya SIMBUYAK BUYAK pun meluncur / menggelinding ke jurang DOLOK SIJAGAR sampai kelautan BARUS • Setelah kejadian itu si enam bersaudara beserta orang tua dan saudara saudaranya pulang ke kampung Huta DOLOK SIRINTUA (tano si6HUDON _PARLILITAN), meninggalkan Gubuk Penginapan DOLOK SIJAGAR _RAMBE MANDUAMAS)•
  #_CATATAN** : Pesan terakhir RAJA 👑 SIMBUYAK BUYAK kepada saudara saudaranya maupun kepada Keturunannya kelak :
1•Jangan memelihara ternak Babi 🐷 Ronton, dan menanam pohon Durian Sibatu parang, karena tidak akan berhasil*, 
2• akan mengirimkan Burung Pamal dan Burung Lumpistik setiap sekali setahun, untuk kebutuhan konsumsi daging *,
3• munculnya Burung /Pidong Inggal-Inggal..., pertanda dimulai (musim) menanam benih padi di ladang *
4• munculnya Burung/Pidong Tampar Ordang...., pertanda berakhir /selesai masa menanam benih padi di ladang, jika mengabaikan tanda-tanda ini melihat pertumbuhan padinya seperti daun bawang yang tidak akan berbuah •••|  **terimakasih jika sudah membaca!!!! _&_selamat menambah pengetahuan _wawasan!!!• 
by : hasoloan m simbolon  ***__~__•.                                
  *Tuan NAHODARAJA SIMBOLON*  __________||_______________||__________
  #Boru HOTANG   #Boru LIMBONG
 1]•Tinambunan      4]•Turutan
 2]•Tumanggor       5]•Pinayungan
 3]•Maharaja           6]•Nahampun
 #]•Simbuyak buyak
              _________~_________
*next : " L E G E N D A " # Ompu. BUAYA_•

1 komentar: